Dibaca: 18,747 kali    Komentar: 21  

Tutik Rachmawati: “Tips Berburu Beasiswa”

Berikut ini adalah tulisan pendek tentang beberapa tips singkat mempersiapkan diri dan berburu beasiswa.

 1. Pengalaman Kerja

Beberapa pemberi beasiswa memang mensyaratkan pelamar untuk memiliki pengalaman kerja selama 2 tahun (contoh ADS, STUNED). Namun tentu saja kalau menunggu memiliki pengalaman kerja sampai dua tahun perjuangan berburu beasiswa berarti tertunda. Salah satu tips nya adalah dengan aktif mengikuti kegiatan berorganisasi atau NGO sesuai dengan  minat dan latar belakang studi. Jadi adik-adik mahasiswa, silahkan manfaatkan waktu sebaik-baiknya selama kuliah, perbanyak aktif di organisasi kampus maupun luar kampus.

 Cara ini saya yang saya jalani sewaktu berjuang mendapatkan beasiswa ADS, perburuan beasiswa pertama saya. Selama saya kuliah di Jurusan Administrasi Publik, FISIP, Universitas Gadjah Mada, saya menjalani kegiatan sebagai salah satu fasilitator program pendidikan lingkungan perkotaan yayasan Dian Desa selama satu tahun. Disamping itu, saya juga ikut bergabung dengan kerabat WWF  Yogyakarta.  Bekal pengalaman kerja ini saya manfaatkan sebagai ‘fresh graduate’ untuk melamar beasiswa ADS (tahun 2000). Saya masuk dalam shortlisted dari 700 orang yang terpanggil  untuk mengikuti  tes IELTS dan wawancara.

 2.  Kesesuaian Bidang ilmu

Tips ini terdengar klise namun menurut pengalaman saya dengan memilih program studi lanjut yang sesuai dengan bidang ilmu dan ditambah denganpengalaman kerja (tips no.1) yang sesuai, akan menjadi  modal yang berarti bagi usaha mendapatkan beasiswa.

 Aplikasi beasiswa ADS saya yang pertama gagal ditahap wawancara karena saya tidak bisa meyakinkan panel pewawancara bahwa  saya tahu dan siap betul dengan pilihan program studi lanjut saya.  Aplikasi beasiswa ADS yang kedua pun juga gagal, karena pada saat itu saya telah bekerja namun bukan pada bidang yang sesuai dengan bidang ilmu saya, sehingga sekali lagi saya kesulitan untuk meyakinkan panel bahwa saya layak disekolahkan gratis ke Australia.

 3. Tidak patah semangat

Tips yang ketiga ini pun lebih terdengar klise. Jangan patah semangat. Ya, jangan patah semangat dan terus mencoba. Untuk program master/S2 saya telah melamar beasiswa ADS sebanyak 6 kali. 2 Kali terpanggil shortlisted, mengikuti tes IELTS dan wawancara. Aplikasi ADS ke 3 dan 4 saya gagal walaupun saya telah bekerja sesuai dengan bidang ilmu saya dan pengalaman kerja sudah lebih dari 2 tahun. Aplikasi ADS  ke 5 dan ke 6 (untuk studi lanjut S3) juga demikian, semua gagal tanpa terpanggil tes IELTS dan wawancara. GATOT alias gagal total.

 Sedih tentu saja, putus asa jangan.  Pemberi beasiswa tidak hanya satu kan, jadi harus tetap semangat. Dan walaupun gagal mendapatkan beasiswa ADS, tapi sudah diberi bekal oleh ADS untuk berburu beasiswa lain  berupa hasil tes IELTS (asli loh, bukan ‘TOEFL like’) yang berlaku dua tahun. Di tahun yang sama dengan aplikasi ADS saya yang ke-4 yang gagal itu (saya rutin tiap tahun selalu melamar beasiswa ADS dimulai di tahun 2000, jadi aplikasi ke-4 di tahun 2004),  saya mendapatkan beasiswa NORAD untuk studi lanjut ke University of Bergen di Norwegia untuk Program M.Phil.  Selain itu saya juga mendapatkan beasiswa STUNED untuk program M.A. di Institute of Social Studies, Den Haag, Belanda selama 16 bulan.

4. Siapkan dan Kelola dokumentasi dengan baik

Beberapa beasiswa (contoh: STUNED, DIKTI) mensyaratkan adanya ‘acceptance letter’ dari universitas-universitas di Luar Negeri yang kita tuju.

 Salah satu cara yang paling gampang untuk mendapatkan ‘acceptance letter’ adalah dengan mengikuti pameran pendidikan manca negara yang rutin diadakan dibeberapa kota besar di Indonesia. Dalam pameran ini biasanya universitas-universitas Luar Negeri menerima aplikasi penerimaan mahasiswa secara langsung. Apabila pameran pendidikan luar negeri terlewatkan, cara yang lain adalah menghubungi agen pendidikan semisal IDP (untuk australia) atau IBEC (untuk Inggris).

                 Acceptance letter biasanya berlaku juga selama dua tahun, jadi  setelah mendapatkan acceptance letter terbuka kesempatan selama dua tahun untuk berburu beasiswa (untuk STUNED dan DIKTI).

Jika kebetulan tinggal di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogya, banyak sekali pameran pendidikan LN gratis. Pameran pendidikan seperti ini merupakan media yang tepat untuk memulai mendapatkan acceptance letter. Kalau lebih beruntung dengan gampang mendapatkan akses internet, manfaatkan internet untuk mencari university yang punya program /bidang ilmu yang dimau. Jika bingung universitas mana, coba mulai dari universitas-universitas yang masuk peringkat dunia (seperti ini misalnya http://www.guardian.co.uk/education/universityguide),atau universitas-universitas yang termasuk dalam ‘Ivy League’ di Amerika Serikat, ‘Golden Triangle’ di Inggris Raya atau U21 yang anggotanya dari berbagai universitas di dunia.

Memanfaatkan ajang pameran pendidikan untuk mendapatkan acceptance letter bukan lah upaya ’one shot’ (sekali usaha atau sekali datang di pameran pendidikan tertentu langsung dapat). Usaha ini mengharuskan kita melakukan banyak persiapan sebelum mendatangi pameran pendidikan. Pertama, cari universitas yang kita tertarik, teliti proses aplikasi nya. Kedua, pasang telinga mata untuk setiap informasi pameran pendidikan di kota kita atau kota-kota terdekat. Ketiga, apabila universitas yang kita incar ikut pameran, biasanya mereka menerima konsultasi pendaftaran mahasiswa, sering kali juga kesempatan untuk memasukkan aplikasi kita dan dengan ‘application fee waiver’ yang pasti membuat kita hemat uang pendaftaran

Selain acceptance letter, siapkan sedini mungkin dokumen-dokumen pendukung lain, misalnya saat baru saja lulus, mendapatkan ijazah dan transkrip nilai, sesegera mungkin usahakan untuk mendapatkan terjemahan ijazah dan transkrip nilai tersebut dalam bahasa inggris dari kampus serta fotokopi legalisirnya.

Selanjutnya, bagi yang akta lahir nya belum dwi bahasa siapkan juga terjemahannya. Perlu waktu dan biaya untuk menterjemahkan akta kelahiran karena harus diterjemahkan oleh penerjemah tersumpah. Dokumen lain yang tak kalah pentingnya adalah paspor. Masih ingat kan tulisan Rhenald Kasali dengan judul ’Passport’? Membuat Passport adalah langkah awal mewujudkan cita-cita ke luar negeri.

Demikian 4 Langkah untuk mempersiapkan diri memenangkan kompetisi beasiswa ke Luar Negeri. Selamat berjuang.

21 Komentar di Posting “Tutik Rachmawati: “Tips Berburu Beasiswa”

  1. hai mbak..
    terimakasie untuk infony ^^
    o y mbak, pas waktu dipanggil wawancara itu kita meyakinkannya menggunakan bhs inggris ap bhs indonesia y??
    ^^

    • Dear Dhie,
      Untuk saya pribadi, berpendapat bahwa penting untuk menunjukkan kepada panel interviewer bahwa kita memiliki kemampuan berkomunikasi dalam bahasa inggris, karena program perkuliahan tentunya nantinya juga dalam bahasa inggris. jadi bagaiamana nanti bisa sukses perkuliahannya kalau komunikasi yang agak sederhana dalam wawancara belum lancar?
      namun ada juga yang berpendapat tidak masalah menggunakan bahasa indonesia dalam wawancara, dengan alasan, misalnya panel interviewer ADS memberikan pilihan untuk peserta menjawab pertanyaan dalam bahasa indonesia, dan dengan alasan daripada salah dalam memberikan penjelasan.

      sekali lagi untuk saya pribadi, saya memilih menggunakan bahasa inggris dalam menjawab pertanyaan interviewer.
      semoga penjelasan saya membantu

      sukses

  2. Halo Mbak Tutik apa kabar?:)
    Salam kenal, nama saya Cresti.
    It is very kind of you to share your scholarship hunting experience. Kebetulan saya barusan juga melamar beberapa beasiswa Luar Negeri dan salah satunya adalah ADS. Melihat cerita Mbak Tutik sepertinya memang beberapa beasiswa mempunyai karakteristik masing-masing ya. Kalau boleh saya tahu, pada akhirnya beasiswa manakah yang Mbak Tutik ambil untuk studi master? STUNED atau NORAD? Atau justru mbak Tutik mengambil dua duanya?:) Karena kebetulan saya juga saat ini lebih mengkarakteristik-kan aplikasi saya bagi beasiswa Eropa mengingat karakteristik beasiswa ADS yang mungkin lebih memprioritaskan professional daripada entry level atau fresh graduate. Terima kasih banyak sebelumnya. :)

    • Dear Cresti,
      salam kenal kembali,

      akhirnya saya ambil beasiswa dari STUNED di tahun 2004. dengan pertimbangan bahwa masa studi di Institute of Social Studies – the Hague, hanya 16 bulan. sementara dengan beasiswa NORAD di University of Bergen – Norway, program ny 2 tahun.
      pertimbangan lainnya adalah, saat itu buat saya belanda tampak lebih mudah ditaklukan sebagai tantangan baru untuk saya yang baru pertama kali ke luar negeri. terutama masalah makanan (karena banyak sekali makanan dan orang indonesia di belanda, seperti halnya hanya hijrah kota saja dari indonesia)
      membandingkan dengan Norway tentunya hanya segelintir orang indonesia disana, dan musim dingin nya pasti musim dingin yang panjang dan keras.

      sebagai tambahan info, untuk karakteristik yang cresti amati itu: ADS lebih prioritas profesional daripada entry level atau fresh graduate. Menurut saya, hal itu tidak sepenuhnya benar. karena dari pengalaman yang saya tuliskan diatas, saya melamar beasiswa ADS saat bener-bener baru lulus/fresh graduate, dan lolos ke tahap shortlisted.
      untuk eropa, contoh STUNED: applicants malah harus punya pengalaman kerja selama dua tahun

      semoga penjelasan saya membantu
      sukses

  3. mbak…mau tanya “acceptance letter” itu berarti tidak mengikat kita untuk pasti masuk ke univ tsb kan? seandainya kita gak dapat beasiswa gpp kan mengundurkan diri meskipun sudah diterima di univ tsb…?

    • Dear Umy,

      Iya, acceptance letter tidak mengikat kita. kita punya pilihan untuk menolaknya juga.
      pengalaman saya:
      - acceptance letter untuk program master dari Institute of Social Studies – The Hague, di tahun 2003, tapi saya belum mendapatkan beasiswa di tahun tersebut. saya baru mendapatkan beasiswa STUNED di tahun 2004. karena Acceptance letter dr ISS berlaku 2 thn, maka saya baru berangkat belajar di ISS di thn 2004. di thn 2003, saat saya tidak mendapatkan beasiswa saya memberitahu ke pihak ISS bahwa saya belum bisa memulai kuliah karena ketiadaan funding.
      - acceptance letter untuk program doktoral dari Flinders University di tahun 2008. namun tahun tersebut saya juga belum mendapatkan beasiswa, sehingga saya kabari calon supervisor saya bahwa ditahun tersebut saya belum mendapatkan beasiswa. seingat saya acceptance letter juga berlaku dua tahun, ditahun 2009 saya mendapatkan beasiswa JIPS yang memberikan kebebasan saya untuk memilih universitas manapun diluar negeri. saya akhirnya putuskan untuk mengambil tawaran (acceptance letter) dari University of Birmingham Inggris.
      semoga penjelasan saya membantu ya Umy…
      sukses

  4. Hi mbakk… apa kbr..? Thanks infonya… sebagian beasiswa memprioritaskan bagi pelamar dgn ciri2 tertentu di mana saya tidak memiliki ciri2 itu.. tp saya tetep cuek krm terus maski baru dua kali gagal, krn saya sgt menginginkannya. Kebetulan coursenya neng londo, so sy cb beasiswa nfp, tp gagal maning, gagal maning… njo pi ye yo mbak..? Apa krn sy pernah mention kalo sdg terima beasiswa s3 jg ya…? Mhn pencerahan, dar sang pencerah hehe… suwun mbak…

    • Mas Ponco,
      Kabar baik mas,
      Sama-sama, senang kalau info nya bermanfaat.

      Mas Ponco sendiri menulis ‘beasiswa memprioritaskan pelamar dengan ciri-ciri tertentu; saya tidak memiliki ciri-ciri itu. tapi saya cuek dan dua kali gagal…..’

      Untuk NFP, pelamarnya tidak hanya dari Indonesia tapi dari seluruh dunia, dan jika memang mas ponco merasa yakin dengan bukti tulisan mas Ponco diatas bahwa mas ponco tidak memiliki ciri-ciri untuk menjadi prioritas diberikan beasiswa NFP, rasanya ya itu alasan kenapa mas Ponco tidak mendapatkan NFP.
      Namun tentu nya memang mas Ponco eligible, tapi eligible tidak berarti pasti dapat kan. Pastinya ada ribuan yang lain yang juga eligible. screening beasiswa setelah eligible adalah sejauh mana applicants fit into the priority agenda nya NFP kan. hal ini berlaku sama untuk beasiswa yang lain.

      Saran saya, silahkan di review kembali beasiswa NFP nya, mungkin prioritasnya sudah berubah dan mas Ponco lebih fit in dalam prioritas sekarang?
      yang saya dengar memang beberapa negara eropa mengurangi bantuan pembangunan (termasuk didalamnya bantuan pendidikan/beasiswa) ke negara2 asia dan lebih memberi prioritas kepada negara-negara di benua Afrika.

      Jadi kalau boleh sarankan, coba dalami lagi prioritas, atau tunggu sampai mas Ponco selesai S3 (which I’m sure not too long to finish) setelah itu baru melamar lagi.
      atau ya kalau memang ngebet ingin ke eropa coba negara lain, jangan belanda.
      coba browsing SIDA – sweden development assistant, atau ke Jerman.
      semoga mencerahkan ya :)
      sukses mas Ponco

  5. Oh ya mbak, selama 2 kali apply itu selalu dpt acceptence letter, tp ya mmg gagalnya di beasiswanya.. cuma sampai status eligible aja..

  6. Mbak mau tanya, kalau “acceptance letter” itu bisa didapatkan kapanpun (kapanpun kita memenuhi syaratnya) atau ada periode tertentu ? mkash mbak sebelumnya :)

    • Dear Elfa,

      Setiap university memiliki periode penerimaan mahasiswa baru sendiri-sendiri. saya contohkan, umumnya kalau di UK atau Belanda, program perkuliahan dimulai di bulan september.
      jadi aplikasi harus dilakukan jauh-jauh hari sebelum itu, yang saya hapal, misalnya untuk ISS dibelanda, paling lambat bulan februari aplikasi sudah harus masuk.
      semoga bermanfaat

      sukses

  7. Salam …

    saya benar2 minat sekali untuk dapat ADS maupun IDP, namun info yg saya punya sangat sedikit. Saya masih kuliah ambil jurusan accounting di trisakti.

    Untuk IDP or ADS quote available during 1 year brp banyak ya? Dan beasiswa yg kita terima apakah mengcover seluruh biaya kehidupan dsana? Termasuk transport pulang pergi ke indonesia?

    Klo boleh tau apa saja yg di test selain IELTS or TOEFL?

    Agak ketunda lama ya klo harus punya pengalaman kerja 2 tahun, kebetulan saya juga tidak suka ikut organisasi, namun saya aktif di komunitas UKM – jabar, dan alhamdulillah telah menciptakan suatu product or brand sendiri. Apakah itu cukup untuk di perhitungkan dalam interview?

  8. Dear Umar,

    kalau umar bisa menulis pertanyaan disini, berarti tinggal selangkah lagi klik halaman google, untuk mencari informasi yang kamu mau e.i. ADS

    salah satu saran saya, coba tengok halaman blog nya Bli Andi di http://madeandi.com/
    Bli Andi lengkap mengulas soal ADS. Beliau yang pernah mendapatkan beasiswa ADS.

    Saya sendiri hanya sampai tahap shorlisted di tahun 2001 – 2002,waktu itu dipanggil 700 yang shortlisted untuk diambil 350 penerima beasiswa. tapi angka ini juga masih ada faktor2 pembuat proporsi yang lain, pria/wanita, pulau jawa/luar jawa, individu/publik.
    kalau ingin tahu detailnya ya, cari halaman web nya ADS pasti ada informasi soal itu.

    sepertinya pengalaman kerja 2 tahun is a must, tapi tidak harus bekerja formal. aktif kegiatan di NGO atau komunitas juga bisa dipakai.

    semoga membantu

    sukses

  9. Sore mbak, saya sdh 3x mencoba tes beasiswa LN yang diadakan oleh Kemenkeu, tp masih belum berhasil. Saya tertarik untuk mendaftar beasiswa STUNED krn saya liat tidak ada batasan umur dan sepertinya di prioritaskan utk perempuan di luar Jawa. Bisa tolong diberikan langkah2 untuk mendapatkan beasiswa STUNED tersebut? saya di Denpasar dan bekerja di Kemenkeu. Oya, apa bedanya dengan hasil tes online TOEFL dg tes TOEFL yg dilaksanakan oleh PTN? di Denpasar biasanya dilaksanakan di Univ. Udayana. Terimakasih sebelumnya

    • Dear Putu Dewi,

      Salah satu syarat bisa mendaftar beasiswa stuned adalah adanya acceptance letter, sehingga langkah pertama anda jika ingin mendaftar beasiswa stuned adalah:
      - tetapkan jurusan yang ingin anda jalani, cari dan pelajari universitas di belanda yang ingin anda lamar.
      - jalani proses aplikasi pendaftaran mahasiswa di universitas yang anda mau
      - setelah mendapatkan acceptance letter baru anda bisa melamar beasiswa STUNED

      IBT (internet based TOEFL) diselenggarakan oleh ETS (official toefl organisation) biayanya terakhir kali saya mengikuti 150 dolar. dibayar bisa dengan kartu kredit atau debit card secara online, kemudian nanti bisa memilih tempat tes nya di salah satu organisasi penyelenggara yang sudah mendapatkan ijin dari ETS.
      kalau yang diselenggarakan di Univ Udayana memang yang harus membayar 150 dolar dan menjadi perwakilan resmi ETS, saya kira tidak berbeda.
      Yang berbeda adalah kalau ternyata yang diselenggarakan oleh Univ tsb, hanya semacam tes prediksi atau simulasi. Hasil tes tersebut tidak bisa di gunakan untuk aplikasi ke university di belanda. Mungkin bisa digunakan, namun status acceptance letter nya nanti bersifat ‘conditional’ artinya salah satu syarat yaitu TOEFL nya harus hasil TOEFL yang international.

      Kaitannya soal TOEFL ini, terutama untuk applikasi STUNED mungkin bisa ditanyakan lebih jelasnya di nuffic/neso Indonesia
      http://www.nesoindonesia.or.id/beasiswa/stuned/stuned

      Semoga membantu, sukses untuk aplikasi nya

      Salam
      Tutik

  10. Maaf, mba. Sy liat persyaratannya ada government statement. Ada format khusus g mba? Trus yang tanda tangan statement itu siapa ya? Terima kasih.

  11. mba mna caranya kita mendaftarkan ke universitas tertentu dibelanda gar dapatkan LoA
    krena sya msh awam sekali
    ato kita aktif mngunjungi situs nya ataukah kita wajib ke neso ato ke kedutaan besar belanda utk mndapatkan info kami utk mndaftarnya

Leave a Reply to Cresti Eka Fitriana Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>