Dibaca: 22,842 kali    Komentar: 92  

Intansari Nurjannah: “Terus Berusaha Sampai Batas Usia “

Nama saya Intansari Nurjannah. Teman-teman memanggil saya Intan, di rumah, nama kecil saya Iin. Saya dulu lulusan S1 Keperawatan UI tahun 1998, melanjutkan S2 James Cook University Australia (2005-2007) dan saat ini saya sedang berjuang untuk menyelesaikan S3 di James Cook University Australia. Lahir di Yogya, hampir 39 tahun yang lalu, saat ini saya bekerja di sebagai pengajar di PSIK (Keperawatan) FK UGM.

Saya mendapatkan beasiswa ADS dua kali baik untuk master dan S3. Sebelumnya juga sempat lolos beasiswa DIKTI tetapi karena saya juga dapat ADS maka saya pilih ADS. Perjuangan saya untuk mendapatkan beasiswa bisa dikatakan berliku-liku. Sejak lulus kuliah cuma satu yang saya inginkan yaitu bisa S2 dalam bidang saya yaitu Keperawatan. Saat itu S2 keperawatan belum ada di Indonesia. Jadi mau tidak mau harus cari beasiswa ke luar negeri. Saya pernah mencoba Jepang, Swedia, dst, dan semua gagal. Selama mencoba itu, rutin setiap tahun saya apply beasiswa ADS. Australia menjadi pilihan pertama karena saya berpikir bahwa secara geografis Australia tidak jauh dari Indonesia dan sudah termasuk negara dengan reputasi sekolah keperawatan yang baik.

Saya berjuang mencari beasiswa ini sejak lulus kuliah. Belajar TOEFL sendiri meskipun sempat beberapa kali kursus. Mencoba apply ADS sebanyak 6 kali, baru gol, dari sejak belum punya suami, sampai bersuami dan punya anak 2 baru berangkat master (2005). Tiga kali saya gagal masuk short list dan dua kali saya berhasil masuk short list tetapi masih gagal. Percobaan ke enam akhirnya membuahkan hasil. Saya sampai mendapatkan gelar ‘master of candidate’ karena memang jadi kandidat terus tetapi tidak pernah terpilih. Rasa gemas karena usia semakin bertambah dan tuntutan tempat saya bekerja yang mengharuskan kami S2 dan S3 membuat saya sempat terombang-ambing antara melanjutkan studi sesuai dengan keilmuan saya atau studi ke cabang ilmu lain yang ada di Indonesia.

Pada saat itu hati nurani saya tidak terima karena saya lumayan setia dengan keilmuan saya. Saya membicarakan dengan suami yang kemudian hanya memberikan pertanyaan singkat kepada saya:

  1. Apakah kamu mau melanjutkan study ke program yang kamu tidak ingin pelajari?” Saya jawab “tidak”.
  2. Sampai umur berapa batas usia mendaftar ADS? Jawab saya “42”.

Kemudian suami saya mengatakan. Kalau begitu, daftar saja terus sampai usia 42 tahun! begitu usulnya, yang kembali memompa semangat saya untuk tetap konsisten menggapai cita-cita saya.

Kegagalan saya menjadikan saya ‘expert’ dalam mencari beasiswa ADS. Beberapa hal yang menyebabkan saya gagal akhirnya saya pelajari. Yang paling bermakna adalah ketika saya menyadari bahwa ‘culture’ yang saya miliki menghambat saya untuk bisa melewati fase tes interview dengan baik. Saya kemudian mengikuti workshop terkait dengan wawancara dan saya menjadi paham mengapa beberapa waktu lalu saya gagal memberikan jawaban yang sesuai dengan ‘frame’ penguji yang notabene orang barat. Saya dokumentasikan pelajaran dari workshop itu dan kemudian ketika ada teman yang membutuhkan saya berikan dokumentasi saya. Alhamdulillah tahun ini dia diterima ADS.

Setelah saya selesai S2, saya menyadari bahwa kesempatan melanjutkan S3 akan lebih sulit jika saya tidak segera memanfaatkan momentum baru lulus, koneksi luar negeri, usia yang masih memungkinkan, untuk kembali berburu beasiswa.

Sebelum saya mendapatkan ijazah, saya masih dan terus menghubungi profesor saya pada waktu master untuk bisa mendapatkan rekomendasi untuk S3. Setelah saya mendapatkan ijazah, berbekal dua dokument tsb (ijazah dan rekomendasi) saya mencari beasiswa DIKTI, Endeavour, ALA dan ADS. Pertimbangan saya adalah saya akan berangkat 2 tahun sejak saya lulus S2. DIKTI lolos tetapi saya tetap berjuang mendapatkan ADS, ini karena pertimbangan saya akan membawa keluarga dan dengan ADS, anak-anak saya akan dibebaskan dari school fee. Alhamdulillah saya berhasil lagi dan segera melanjutkan studi S3.

Saya memilih Flinders University untuk S3 saya dengan pertimbangan saya ingin mencari pengalaman yang berbeda dengan sebelumnya. Tetapi ternyata ini bukan pilihan yang terbaik buat saya dan keluarga, karena ternyata kami tidak terlalu tahan dengan cuaca Adelaide yang dingin. Respon anak-anak saya yang sangat ekstrim karena cuaca di Adelaide (keluar masuk UGD karena sakit perut yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya) menyebabkan saya harus berpikir ulang untuk melanjutkan studi di Adelaide.

Dengan berat hati karena meninggalkan teman-teman yang baik di Adelaide, saya transfer studi saya Ke daerah tropis yaitu di JCU Queensland. Proses transfernya cukup rumit dan memakan pikiran, tetapi alkhamdulillah lancar.

Manfaat dari belajar di luar negeri bagi kami sekeluarga yang terpenting adalah bahwa kami belajar untuk semakin bersyukur. Kami juga belajar banyak dari kehidupan barat baik memahami hal-hal apa dari barat yang baik maupun yang tidak baik. Secara materiil memang kehidupan di Australia memberikan kesempatan kepada kami untuk memperbaiki status ekonomi ketika pulang, tetapi kami tidak menjadikan itu adalah sesuatu yang utama.

Bagi kami sekeluarga pengalaman studi di Australia tidak hanya mendapatkan ilmu sesuai dengan bidang saya tetapi juga pengalaman hidup yang berharga. Kami memiliki pengalaman unik dimana anak dan suami saya pernah mengalami kecelakaan pada saat naik sepeda berboncengan ditabrak mobil dari belakang (2007). Alhamdulillah atas karunia Allah baik suami dan anak saya selamat meskipun terlempar 50 meter dari sepeda dan sempat di rawat di RS. Pengalaman ini menyebabkan saya harus berurusan dengan rumah sakit, lawyer, polisi, dan seterusnya yang memberikan wawasan tambahan kepada kami. Kami juga merasakan bagaimana Allah mengingatkan kepada kami bahwa siapapun dan apapun yang kita cintai sesungguhnya adalah bukan milik kita. Semua kembali kepada sang Pencipta, Allah SWT. Allah SWT melatih kami untuk suatu saat benar-benar dipisahkan dari apa-apa yang kami cintai.

 Bagi saya keberhasilan mendapatkan beasiswa tak lain adalah karena karunia Allah SWT. Betul saya tidak pernah berputus asa dan berjuang terus tanpa henti untuk mencari beasiswa, tetapi penentu berhasil atau tidak adalah Allah SWT. Bersandarlah pada Allah maka Allah akan menunjukkan jalan.

92 Komentar di Posting “Intansari Nurjannah: “Terus Berusaha Sampai Batas Usia “

  1. asslamualaikum,
    salam kenal sy wirda dr aceh. tulisan mbak jd inspirasi bwt sy. sy S1 teknik sipil unsyiah. tahun ini sy mau coba beasiswa S2 ADS, mohon tips-a. trims.

    • Waallaikumsalam Wirda. Tips nya step awal kuasai dulu form aplikasi dan penuhi semua syarat yang ada. Itu saja dulu ya,…lainnya menyusul insya Allah disesuaikan dengan kebutuhan masing masing. Salam

  2. Sebuah kisah yang sarat dengan pesan kehidupan. Banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah mba Intansari dan mengingatkan kita bahwa belajar tidak hanya ketika berada di kampus tapi juga bisa melalui University of Life. Selamat mba NUr sekeluarga. Semoga bisa menginspirasi bagi yang lain.

  3. Assalamua’laikum Mbak, salam kenal sebelumnya, trima kasih telah berbagi pengalamannya meraih beasiswa ADS, dan apa kira2 sy boleh minta hasil dokumentasi dari wokshop untuk sesi wawancara krn ini pengalam pertama sy apply ADS?

  4. Assalamualikum,
    Tidak bosen2′a mebaca cerita ini mbaa :) saya juga ingin seperti mba S2 beasiswa keperawatan :) mohon info dan tips2 tentang Ads mba??

    • Waallaikumsalam, dimulai dengan membaca form aplikasi dulu, anda akan tahu apa yang diminta untuk dipenuhi disitu. Salam, semoga tetap semangat

  5. Kisah yang sangat menginspirasi mbak, terimakasih telah membuka pikiran saya bahwa kesuksesan berawal dari kesukaran.

  6. trimksh mba intan setelah baca tulisan mba’saya terinspirasi,untuk lanjut S2,skrg sedang menjalani S1 keperawatan,bgmn caranya, saya bisa lanjut S2 keperawatan mba”trimksh banyak mba intan sd mau berbagi dg saya

    • Untuk anda langkah pertama adalah lulus dengan nilai IP minimal 3. Lebih tinggi lebih baik. Karena utk ADS minimal IP adalah 3.00
      Konsentrasi ke situ saja dulu. Sambil dikit dikit belajar TOEFL juga bisa. Selanjutnya tunggu lulus dulu…
      Salam

      Intan

  7. Assalamualaikum, saya nurul saya masih mahasiswa semester 4. mbak hal apa saja yang menjadi syarat untuk mendapatkan beasiswa, apa harus punya wawasan yang luas atau apa? Mohon infonya.

  8. assalamualaikum mba intan yang cute,masih ingat umi angkatan 93 mba , senang bisa membaca kisah mba. untuk dapat beasiswa aku tidak segigih mba intan. Sejak bekerja di rumah sakit selama 10 tahun aku benar – benar terleena mba . sempet pengen kuliah lagi tapi susah bener bagi waktunya. Alhamdulillah tahun ini masuk UI magister kepemiminan dan keperawatan ( beasiswa dari suami mba ).Betul apa yang dikatakan suamii mba intan ” berusaha sampai batas Usia “.Walaupun aku dah tua aku berusaha untuk semangat mencari ilmu sampai batas usia mba. salam buat anak – anak mba intan. anaku 3 orang . masih kecil2.Yang paling gede baru SD kelas I.Semoga mba intan selalu sehat dan semangat untuk memajukan keperawatan di Indonesia ya mba…..

  9. Salam, saya bercita-cita seperti mba, dengan teliti saya membaca cerita yang mba tulis, hal ini membuat saya bertambah semangat untuk meraih impian saya dan menjadi perawat sejati, menurut saya cukup didalam negeri untuk meneruskan S2 keperawatan namun dengan sistem pengajaran yang terbaik dari orang2 yang terbaik seperti mba, dari skrip diatas saya mau melanjutkan S2 di PSIK (Keperawatan) FK Ugm dan ingin sekali dibimbing sama mba, mungkin saya bisa berkesempatan bisa menjadi anak bimbingan dari mbak, seandainya ada kesempatan bagi saya, saya sangat bersedia. Sekarang saya melanjutkan program khusus S1 di stikes bethesda yakkum yogya, mohon bimbingan agar bisa meneruskan S2 di Fk Ugm mba, trimakasih.

    • Tentu dengan senang hati, tapi sementara ini saya masih S3 Dan belum lulus. Silahkan diperjuangkan untuk bisa S2 ke UGM dengan mengikuti proses yang Ada. Semoga impian anda menjadi kenyataan. Amiin

  10. salam kenal dn selamat berlebaran buat bu intan sekeluarga. sy mahasiswa keperawatan respati yogya dn pd september 2013 akan mengikuti program penddikan ners. ceritanya sgt informatif dn inspiratif. hri ini sy dpt pelajaran bru dri ibu. ketika semua orang berhenti berusaha krn usia. ibu malah masih bersemangat dn tak mw menyrah pd stu keggalan. salut buat ibu. itulah yg mendorong keyakinan sy dn sy berharap suatu sat sy akan berada di posisi ibu sat ini. sukses slalu bt ibu dn keluarga.

  11. Salam kenal ibu Intansari..
    Dari tulisan ibu, ada cerita mengenai ibu mengikuti workshop terkait wawancara. Apakah boleh dishare dimana mencari workshop seperti itu?
    Saya bermimpi untuk mendapatkan beasiswa untuk master di bidang applied science di australia dan sedang mencari informasi dari internet. Dan saya membaca tulisan ibu tentang hal ini.
    Terimakasih banyak karena sudah berbagi pengalaman untuk orang lain.

    Salam,
    ester

  12. assalamualaikum,,,
    salam kenal mbak, saya ira mahasisawa smstr 7 d UMY, dari kecil sya sudah bercita2 pengen kuliah di luar negri,
    semenjak baca tulisan mbk yg pantang menyerah untuk mencari beasiswa membuat sya smakin optimis untuk mencari beasiswa k luar negeri.

    sya mau tnya gimana tips n trik supaya bisa lolos seleksi dan tidak gugup ketika interview mbk?
    mkasih…

  13. Halo mbak, nama saya rastiti. Saya adlh mahsiswa keperawatan smt 4, rencana nya saya akan menyelesaikan pendidikan s.kep saya slma 4 th di indonesia, saya ingin sekali kuliah di australia utk mndptkan gelar rn, kira” apa bs kalo saya hnya kuliah di australi hnya utk mndptkan glr RN saja ?

    • Setahu saya untuk mendapatkan RN tidak harus lulusan australia tapi bisa saja lulusan Indonesia, nanti organisasi perawat di Australia yang mengakses berdasarkan hasil pendidikan yang telah dicapai. Hanya saja tentu pihak organisasi di Australia akan mempertimbangkan lulusan dari institusi mana. Syarat yang pasti utk proses ini IELTS minimal 7, utk semua band. Dulu pernah ada program kerjasama satu univeraitas di Indonesia dengan universitas di Australia dimana mahasiswa di univ Indo tsb ada magang di Australia beberapa waktu. Proses ini bisa memudahkan mendapatkan RN. Hanya saja saya kurang tahu lebih jelas,..hanya dengar dengar saja, maaf informasi saya tahu hanya segitu. Semoga cukup membantu. Salam. Intan

  14. asw ibu saya alumni s1 ners unpad baru lulus. sedang mencari informasi s2 keperawatan karen sejak dari dulu saya sangat bermimpi ingin jadi dosen kepeerawatan.. boleh bagi info s2 dimana ya carinya bu? atau di univ ibu sekarang bisa? syaratnya apa saja? terima kasih

  15. bu,,saya punya cita2 ingin menjadi dosen keperawatan..saya saat ini baru lulus d3 keperawatan poltekes depkes dan akan melanjutkan studi program alih jenjang di universitas udayana..
    saya msh bingung untuk persyaratan dosen, informasi jg belum jelas saya terima, harus kemana dan apa yang harus saya lakukan..setelah saya bertanya syarat dosen sekarang minimal s2..
    apakah saya harus lanjut dulu ke s2 baru melamar menjadi dosen diperguruan atau boleh s1 apply keperguruan tinggi bu? kemudian baru lanjut studi ke s2..terimakasih..

  16. Asslamualaikum bu intan, saya ingin sekali melanjutkan study ke australia kemarin saya mencoba beasiswa dikti ke filipina wawancara sudah sukses namun kampus yang saya tuju bukan daftar pt yang dapat beasiswa dikti, saya ingin bertanya untuk mendapatkan LOA di james cook bagaimana persyaratannya? terima kasih.wassalam

    • Waallaikumslam
      Proses mendapatkan LOA sebenarnya gampang krn tinggal memenuhi persyaratan saja. Langkah awal menghubungi calon supervisor Dan sampaikan keinginan anda. Ands bidangnya apa? Apa saya Bantu kontak supervisor ? Silahkan email saya dii. intansarinurjannah@yahoo.com

  17. Assaalamu alaikum wr wb

    Dear,

    Bu Intan

    Membaca blog ibu membuat sya sangat termotivasi untuk kuliah di luar negeri. Meskipun mimpi itu nyaris imposible tpi saya tetap optimis untuk mendapatkan kesempatan emas tersebut. Saat ne saya bru lolos S1 pendidikan bahasa Inggris dan ingin berencana kuliah ke Australia. Mohon arahan hal apa saja yang perlu saya siapin dan bagaimana tips terkait interview dengan calon donator?.

    terima kasih atas penjelasannya.Jazzakallahul kahir.Wassalamu alaikum wr wb

    Mian

    • Langkah awal anda pahami dulu form aplikasi beasiswa, googling juga bisa. Utk wawancara anda bisa lihat di blog saya. Alamatnya Ada di salah satu tautan di atas, silahkan dibaca lagi

  18. salam kenal nama sy dian dr Papua.sy Sgt terinspirasi DG tautn IBU.sy ingin skli melnjutkn s2 di luarnegri,IBU gonna cara KT mendptkn beasiswa luar salh satunya dr ADS itu, ato mgkn ada info lain yg IBU tw ttg beasiswa moon bus di share kan pd kami terutma jurusan keperwtan.makasih

  19. Mbak,, saya baru lulus s1 keperawatan juga, dan insha Allah nanti akan apply ADS juga, oh ya mbak,, kemarin ambil Master of nursing by research apa by coursework? sedangkan setahu saya, adanya 2 program itu, kalo mau ambil by research at least kita sudah jadi dosen, dan kalo mau ambil by coursework kita harus berpengalam diklinik minimal 2 tahun, bener gak? terus by coursework juga kita harus bergelar RN mbak, sertifikat perawat registrasi Indonesia bisa disetarakan dengan RN aussie gak?
    Ngapunten banyak tanya, soalny sekarang lagi semangat2nya ambil s2 Aussie

  20. Saya dulu master by research bukan coursework. Utk by research ato coursework syaratnya cuma S1 -ners aja, nggak perlu jadi dosen. Sementara begitu.

  21. Assalammualaikum Bu Intan

    Saya Alumni S.Kep Ns. Saya berencana untuk melanjutkan s2 keperawatan di UGM tahun ini. Sebenarnya saya ingin melanjutkan juga ke luar negeri tetapi orang tua saya menginginkan untuk melanjutkan di jogja saja. Saya dengar ada tes wawancara juga untuk magister Keperawatan UGM. Saya minta Tips dari ibu supaya bisa diterima di UGM.

    Terima kasih
    Wassalammualaikum

    • Wallaikumsalam

      Terimakasih sudah menghubungi saya. Untuk kiat wawancara penerimaan di UGM mohon maaf saya sendiri kurang tahu apa kriterianya. Pada saat program ini dibuka, saya masih di Australia dan belum tahu bagaimana perkembangan terakhirnya

      Demikian, mohon maaf sebelumnya

      Salam

      Intan

  22. orang tua saya menginginkan saya lanjut s2 (keperawatan). sementara ini saya baru saja lulus dan lgs kerja (ikut perekrutan). saya mau banget lanjutin, tapi saya takut jika tidak mampu dan/ gagal. tulisan ibu bagus, tapi masih kurang bisa mendorong saya untuk berfikiran optimis :c
    tapi, saya akan tetap mencoba. terima kasih untuk info” yg tertuang diatas ^_^ sucess selalu buat ibu

  23. Terimakasih kembali. Semoga semangatnya tetap dijaga. Waktu berlalu dan usia bertambah. Kesempatan baik tidak datang dua kali. Salam

  24. mbak.. saya mau nanya kalo mau nglanjutin s2 keperawatan di jerman ada gak ya? mohon infonya… trimakasih

  25. Salam kenal Mbak Intan, saya ndaru dari Solok Sumbar. Artikel yang mbak tulis inspiratif sekali, terutama dibagian “sampai batas usia”
    Kondisi saya sekarang mang di ujung batas usia AAS, 35 thn tepatnya, namun baru mau apply untuk master. Menurut pengalaman pribadi Mbak Intan, ada ga ya yang mendapatkan beasiswa ADS/AAS dalam usia segini utk master? Soalnya saya lihat table awardee tahun lalu (2013) kebanyakan usia 29thn kebawah… rada minder jadinya…. tapi sekaligus jd bahan siap2 kalo gagal :P
    Thanks Mbak Intan, Sukses selalu

  26. Assalamualaikum, mbak kisahnya sangat memotivasi saya untuk tetap lanjut kuliah lagi.
    mbak saya inna mahasiswi Universitas Jambi jurususan Ilmu Keperawatan. mbak saya sangat ingin mengikuti jejak mbak. nah kalo boleh,jika diperbolehkan saya ingin banyak bertanya kepada mbak mengenai tata cara s2 diluar .
    Salam kenal dari ina :)

  27. maaf bu sebelumnya salam kenal,setelah membaca tulisan ibu kami bersemangat untuk melanjutkan S2 di UGM insya Allah,mudah2an Allah dapat mempertemukan kami dengan ibu dan dapat membagikan ilmux,ibu memang sangat bersemangat untuk melanjutkan pendidikanx di luar negri walaupun berapa kali mengalami kegagalan mendapatkan biaya ADS namun karena doa ibu dan support dari suami allhddllh akhirnya dapat berhasil…..maaf mhn tipsnya untuk mendapatkan biaya siswa krn kami bukan dosen kami hanya di pelayanan.tims.

    • Inshaa Allah kesempatan untuk di pelayanan sama kok, asal untuk S2. Setahu saya untuk S3 memang harus dosen. Salam

  28. Mbak intan, tulisan memginspirasi banget… mbak sya jg ingin apply beasiswa ADS, status skrg PNS perawat di ruang NICU, kira2 jurusan s2 yg cocok apa ya n nama universitas di Australia yg sesuai dimana? Kira2 adakah magister keperawatan khusus neonatologi di universitas di australia? terima kasih.

    • Mbak Widya, sekarang ADS namanya jadi AAS. Untuk jurusannya bisa cek di setiap universitas lewat web site. Langkah awal googling saja, cari AAS, Australia Award Scholarship dan biasanya d situ ada daftar universitas….begitu ya, good luck

  29. bagus juga mbak ceritanya, mau tanya mbak apakah beasiswa ads itu. beasiswanya penuh kalau ipk saya 3, 4 bsa ikut daftar mbak. mohon balasannya melalui email saya
    terima kasih jazakumullah

  30. assalamualaikum wr.wb mb
    jika berkenan dan memungkinkan saya ingin contact melalui email untuk konsultasi terkait study ke luar negeri magister keperawatan.

  31. Saya mahasiswa S1 keperawatan universitas Sumatra utara.
    Saya mau Bert Anya bu.
    Apkah ada syarat harus ikut organisasi untuk bisa dapat beasiswa s2 bu?

  32. assalamu’alaykum war wab
    bu, saya pengen banget lanjut s2, tp masih minder dengan nilai toefl yang masih pas pasan.. boleh minta file proposal research ny ibu ketika mengajukan beasiswa
    trims

  33. Assalam alaikum.. mba sys lulusan S1 Keperawatan dan blm ambil profesi karena keterbatasan biaya, saya bekerja sbg staf di kampus sy bercita-cita ingin jadi dosen dan melanjutkan pendidikan sy ke S2. apakah saya bisa lanjut S2 keperawatan tanpa mengambil profesi nesr.?

  34. Assalam alaikum.. mba saya mau nanya, saya lulusan S1 keperawatan dan belum lanjut profesi ners. saya sedang bekerja di kampus saya sebagai staf, cita-cita saya ingin jadi dosen dan ingin melanjutkan pendidikan saya ke S2, saya bingun, teman2 yang akan lanjut S2 katanya harus ambil ners dulu baru bisa lanjut. mohon sarannya mba. terima kasih..

    • Waallaikumsalam.
      Jadi dosen memang harus Ners dan S2. Teman2 anda betul. Jadi Ners saja dulu. Itu jalurnya, tidak ada short cut. Semoga tetap semangat

  35. selamat pagi mba..saya mau bertanya, sayakan bru lulus S1 keperawatan belum ners dan ingin melanjutkan s2 LN lewat ADS. kira2 orang yg tepat untuk saya hubungi supaya tau lebih detail informasinya siapa ya mba,? trus alamatnya di jakarta di mana? thx

  36. assalamualaikum..

    ibu saya baru saja mendaftar di pascasrjana UGM minat kep. maternitas jalur reguler,, tetapi pengumungan kemarin mengatakan saya belum beruntung ,, saya tidak lulus secara akademik..

    yang saya mau tanyakan penilaian akademiknya apa ya bu..??
    untuk kelengkapan berkas sudah saya lengkapi semuanya,, mulai dari paps sampai toefl,

    terima kasih ibu. wassalam

  37. salam mba, kalo mau kuliah s2 di australia perlu kah ners? karna saya tidak melanjutkan ners
    mohon infonya ya mbaa saya sgt butuh sekali
    terimakasihh

  38. Nice share mba. Boleh tau ga mba latian wawancara di mana. Saya udah 3x coba ads dan selalu shortlisting, cuma selalu gagal di interview jst. Thanks mba

  39. assalamualaikum mba intansari :) saya kagum deh sama mba yg telah berjuang untuk bisa mewujudkan mimpiya. saya juga ingin seperti mba, hmm mba saya mau tanya, wktu mngambil S2 di australia itu, mba ngambil jurusan apa yah ? trus dsna ad KMB ? kemudian titlenya mba dri sana apa ? hehehe maaf klo bnyak tanya, hanya sja saya sngat pnasaran.

  40. bagi temen temen yang lulus s2 keperawatan,kebidanan, farmasi, gizi, kesehatan lingkungan, kesehatan masyarakat…kalau mau jadi dosen silakan kasih kabar di email saya……
    terima kasih
    Wahyu

  41. assalamuaikum bolehkah saya tanya mbak,, ?
    apakah ada syarat harus punya ijazah nurs kalau melanjutkkan s2 ke autrali, karena saya lulusan tahun ini rencananya mau melanjutkan s2 tapi saya tidak memngikuti nurs apakah boleh kalau hanya ijazah s,kep ?

  42. assalamuaikum bolehkah saya tanya mbak,, ?
    apakah ada syarat harus punya ijazah nurs kalau melanjutkkan s2 ke australia, karena saya lulusan tahun ini rencananya mau melanjutkan s2 tapi saya tidak memngikuti nurs apakah boleh kalau hanya ijazah s,kep ?

  43. Mba saya ai
    Mahasiswa s1 kelautan undip
    Saya mau ambil s2 dibidang kesehatan
    Apakah jika saya ambil keperawatan bisa mba ?
    Tapi diluar negri
    Kalau pun di indonesia ada saya mau mengambil mba
    Bisa kasih sarannya mba ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>