Dibaca: 22,705 kali    Komentar: 46  

Mira Shartika: “Prestasi Biasa-Biasa saja Bisa juga Dapat Beasiswa”

Nama saya Mira Shartika. Sebelum berangkat ke Australia untuk menempuh program Master di bidang TESOL, saya mengajar di SMAN 1 Lawang di Malang dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

 Sejak SD sampai Perguruan Tinggi, saya termasuk orang yang jarang meraih prestasi di bidang apa pun.  Nilai akademik saya juga biasa-biasa saja, seringkali malah nanggung. Saya bukan orang istimewa dengan segudang prestasi dan pengalaman organisasi seperti para kandidat dan penerima beasiswa lainnya.  Ketika ujian masuk kuliah di Universitas Negeri Malang (UM) misalnya, saya mengalami sedikit masalah. Saat mendaftar saya berminat mengambil jurusan sastra Inggris. Pada saat itu—tahun 1997—UM mengadakan saringan sendiri semacam PMDK intern. Apa mau dikata, nilai saya tidak mencukupi kualifikasi untuk masuk ke jurusan yang saya inginkan. UM justru mengarahkan saya ke jurusan Sastra Indonesia yang sama sekali tidak terlintas dalam bayangan saya. Namun ibu saya memberi saran supaya saya masuk ke jurusan tersebut,  dan kemudian ikut tes saringan transfer ke jurusan Sastra Inggris. Pada tahun kedua pendidikan saya di UM, saya lolos tes pindah jurusan ke Sastra Inggris.

                Setelah kuliah di jurusan yang saya minati, perjalanan hidup sayapun tidak terlalu lancar. Kuliah S1 saya tempuh selama 6 tahun karena uang saku yang diberikan orang tua agak pas-pasan. Karena saya sambi bekerja mengajar di bimbingan belajar dan SMA, jadilah kuliah saya agak keteteran . Jadi kalau ditotal dengan kuliah di jurusan sebelumnya, saya menamatkan S1 saya selama 7 tahun. Aduh… ini dia faktor yang sempat jadi penghambat motivasi saya saat akan melamar beasiswa.

                 Beruntung, selanjutnya saat saya mengajar di pusat Bahasa UIN Malang, saya bertemu dengan sesama pengajar yang mempunyai motivasi sangat besar untuk melanjutkan pendidikan S2 ke luar negeri dengan jalan beasiswa. Teman inilah yang menumbuhkan kembali motivasi saya yang sempat pudar untuk berburu beasiswa. Saya semakin bersemangat untuk mendaftar beasiswa, terlebih lagi saat teman saya ini lolos saringan ADS.  Walaupun kadang-kadang hati saya masih ragu karena saya minim prestasi akademik, minim pengalaman berorganisasi, dan kuliah S1 pun saya tempuh dalam waktu 6 tahun. Beruntungnya, suami dan ibu saya sangat rajin memberikan dorongan semangat supaya saya bisa meraih cita-cita saya meraih gelar master di negeri orang. Bahkan, ibu membantu saya dengan setiap hari melakukan sholat tahajud.

                 Saya pun kemudian mencoba melamar ADS. Percobaan pertama ini belum berhasil. Saya mendapat surat dari ADS yang menyatakan rasa terima kasih karena sudah berpartisipasi dalam kompetisi beasiswa ini. Saya sempat patah semangat, tapi saya bertekad untuk tidak menyerah dulu. Tahun berikutnya saya mencoba melamar beasiswa ADS lagi, kali ini saya lolos sampai tahap interview dan tes IELTS. Sayangnya, pihak ADS belum bersedia menyekolahkan saya walaupun nilai IELTS saya sudah mencukupi persyaratan masuk ke universitas-universtitas di Australia. Nampaknya faktor kurang percaya diri dalam diri saya terlihat sangat jelas oleh para interviewer saat wawancara. Saat itu saya sangat kecewa hingga semangat saya untuk mendaftar beasiswa lagi menjadi agak kendor. Namun, suami dan ibu saya tetap gigih mendongkrak dan memompa semangat saya. Akhirnya, berbekal ilmu dari beberapa rekan sekantor yang telah lebih dahulu lolos beasiswa AusAID, saya mendaftar lagi untuk yang ketiga kalinya. Saat itu beberapa rekan menyarankan untuk mengeluarkan aura PD saat sesi wawancara. Karena ibaratnya calon mahasiswa yang akan diinterview oleh tim pewawancara sudah kelihatan lolos atau tidaknya dari saat membuka pintu kamar wawancara. Hahaha…. Betul tidaknya hal itu Wallahu Alam. Yang jelas pesan yang tersirat adalah apapun hasil wawancaranya tidak perlu saya pikirkan. Lolos atau tidak itu masalah nanti. Saya harus berhasil meyakinkan para penentu masa depan saya itu bahwa saya pantas menjadi salah satu kandidat penerima beasiswa. Manusia berusaha, tapi Allah yang akan menentukan hasilnya. Akhirnya alhamdulillah, saya berhasil memenangkan sesi interview di tahun ketiga saya mendaftar beasiswa ADS.

                 Beberapa hal yang saya pelajari dari keberhasilan beasiswa saya adalah: kesabaran dan ketekunan, kepercayaan diri yang besar untuk berhasil, ridho suami dan ibu, serta doa dan shodaqoh yang tidak putus-putus.  Saya membuktikan bahwa hal-hal di luar kepintaran dan pengalaman berorganisasi bisa membuat orang minim prestasi seperti saya berhasil mendapatkan beasiswa ke luar negeri. 

46 Komentar di Posting “Mira Shartika: “Prestasi Biasa-Biasa saja Bisa juga Dapat Beasiswa”

  1. Nice inspiration mbak Mira..
    Terus terang saya jd mendapat cipratan motivasi ini, berbeda dengan mbak mira yang punya keberanian mencoba, saya malah sudah 2 kali melewatkan beasiswa ADS, yang pertama saya sudah down load formulir tapi sampai batas waktu pengiriman saya masih ragu mengisinya.
    yang kedua sudah sampai mengisi tinggal kirim, tapi saya gak pede buat ngirimnya, alhasil sya gak pernah sempet ikut seleksinya :D

    saya ragu karena saya merasa english saya juga ndak begitu bagus ditambah pengalaman organisasi yang minim, cukup sudah alasan kekurangpedean saya.

    kira-kira kalau boleh dibagi, hal apa yang akhirnya bisa meyakinkan interviewer bahwa mbak mira pantas jd awardee?

    thanks for you sharing :)

    • Wah sayang sekali kalau nggak jadi dikirim. Coba saja mbak. Iseng-iseng berhadiah sekolah ke luar negeri. Kekurangan saya juga banyak, tapi alhamdulillah saya lolos juga beasiswa ADS.

      Sepemahaman saya, interviewer meloloskan saya karena saya dianggap benar-benar siap dan mampu belajar di negeri orang. Mungkin hal tersebut terlihat dari jawaban-jawaban saya yang optimis. Kira-kira begitu mbak Vina. Mudah-mudahan membantu mendongkrak semangat mbak untuk mengirim aplikasi beasiswa.

  2. Dear Miss Mira,
    Saya ingin sekali kuliah di luar negeri karen itu cita-cita saya sejak kecil. Saya sekarang semester 7 di sebuah Universitas Negeri di Semarang program pendidikan bahasa inggris. Saya memulai dengan mencari beasiswa ADS dan alhamdulillah menemukan halaman ini.

    Saya juga bukanlah tipe mahasiswa dengan segudang prestasi dan bukan mahasiswa dengan kecerdasan di atas rata-rata, jadi saya sangat termotivasi ketika membaca pengalaman Anda.

    Saya mau tanya tentang salah satu syarat yang harus dipenuh untuk mendaftar ADS, yaitu :

     Proposal penelitian bagi pelamar program S2 (50% Riset)

    Bisakah dijelaskan bentuk proposal ini dan bagaimana membuat proposal yang bagus agar diterima?

     Daftar Riwayat Hidup dalam bahasa Inggris

    Saya dengar para pendaftar harus memiliki pengalaman kerja dahulu. Saya belum pernah bekerja namun memiliki pengalaman lolos kerja walau akhirnya tidak saya ambil. Bisakah hal itu dituangkan ke dalam riwayat hidup?

    Terima kasih….

    • Hi mbak Siti,

      Anak saya umur 3 tahun ketika saya pertama kali mendaftar ADS dan tidak lolos. Ketika berangkat ke Australia anak saya tinggal dulu mbak. Setelah satu semester baru dia menyusul saya. Alhamdulillah semua keluarga, terutama suami, sangat mendukung keinginan saya untuk sekolah. Kalau suami nggak memberi ijin saya yakin saya nggak akan lolos beasiswa ini mbak.

  3. I agree with you. Doa orang tua, motivasi yang kuat serta optimisme lah yang akan mengantarkan kita menjadi orang sukses. Tiap manusia pasti pernah mengalami kegagalan. Saya dulu S-1 nya juga molor, tapi Alhamdulillah bisa dapat Monbukagakusho scholarship. btw, Selamat ya!

    • it is s o great…
      I believe that nothing is impossible…
      dream will be force someone to achieve her/his dream

      ADS scholarship.. it heard so awesome. can you share me about the essay(personal statement).
      how to convince the Australia embassy about our essay?
      tips be a winner for this scholarship…

      thank you mbak :)

  4. Asslm.Betul ini Miss Mira guru speaking class ku di SMANELA? Saya salah satu muridnya miss mira dulu :) Wahhh sangat menginspirasi tulisannya. Jadi Semangat buat mengejar mimpi melanjutkan S2 di Luar Negeri. Rencananya saya juga ingin mencoba beasiswa ADS 2015 mohon bimbingannya :)

    • Wa’alaikumsalam wr. wb.

      Betl sekali Esti. Apa kabar? Alhamdulillah. Saya senang pengalaman saya ternyata bermanfaat untuk orang lain juga. Mudah-mudahan sukses dengan aplikasi ADSnya. Semangattttt…..

  5. Halo Mbak Mira, saya Vivian dari Bandung. Saya masih kelas 3 smp sebentar lagi mau SMA. Tapi saya sering kali berandai-andai untuk mendapat beasiswa studi di Australia saat kuliah nanti. Prestasi di sekolah saya tidak terlalu tinggi, kalau soal nilai, saya suka Bahasa Inggris & Indonesia. Selain itu, kecintaan saya thdp Bahasa Inggris membuat saya memahami apa yang dikatakan guru Inggris di sekolah. Kalau di pelajaran IPA dan Matematika, saya kurang suka dan sulit mengerti pelajaran tsb. Kira kira yang harus saya persiapkan ya Mbak dengan prestasi yang pas-pasan, apa saya punya peluang untuk belajar di luar negeri / bahkan bekerja di sana?

    • Hi Vivi,

      Persiapkan mental saja Vivi. Karena tinggal di negeri orang tentunya berbeda dengan tinggal di negeri sendiri. Nilai pelajaran di sekolah tentunya harus bagus juga. Semua orang punya peluang untuk mendapatkan beasiswa asalkan mau berusaha. Vivi harus siap untuk gagal juga. Karena tidak semua orang bisa sukses di usaha melamar beasiswa yang pertama. Bisa jadi setelah beberapa kali mencoba baru bisa mendapatkan beasiswa. Semoga sukses.

  6. dear Bu Mira,.
    saya ingin bertanya,
    apakah untuk melamar beasiswa S2 harus ada pengalaman berorganisasi? bagaimana jika tidak ada? apakah kegiatan amal bisa dijadikan referensi? Terimakasih

    • Hi Ruth,

      Untuk melamar beasiswa tidak harus punya pengalaman berorganisasi. Yang penting kita tunjukkan kepada tim pewawancara beasiswa bahwa kita punya kualitas untuk mendapatkan beasiswa. Kegiatan amal bisa dimasukkan ke curriculum vitae. Semoga sukses dengan aplikasi beasiswa.

  7. Dear Ibu Mira Shartika,

    Selamat untuk kesuksesan Ibu, sangat menginspirasi!

    Kerja keras yang panjang akhirnya berbuah baik.

    Ibu saya mau bertanya: berapakah IPK Ibu ketika melamar beasiswa?

    Terima kasih sebelumnya untuk jawaban, Ibu.

  8. Dear ibu mira. Saya suka membacanya,saya ign brtnya bu bgmna ibu mempersiapkn toefl ato ielts yang sesuai stndr buat beasiswa tab?ap ada tips khusus dlm pengerjaannya,aplg saya bkn dr jurusan bhs.inggris ttp sgt ign kuliah di luar negri ,,,mhon sarannya bu..trimakasih

  9. But how till now I’m still on pessimist. Apakah pengalaman bekerja selain bidang pendidikan bisa dimasukkan ke dalam CV? Bagaimana dengan essay Ma’am Mira? Dan tips2 yang lain ketika menjawab interwiew

  10. Kak Mira, menginspirasi sekali. saya termasuk orang yang ingin sekali mendapatkan beasiswa ke luar negeri… kalo boleh sharing sama Kak Mira saya minta email nya kak.. :)
    Terimakasih

  11. Assalamualaikum wr.wb. Bu…

    Saya sangat salut sekali dengan perjuangan Ibu yang tidak henti-hentinya mencoba dan berusaha. Sehingga membuat saya semakin termotivasi untuk melanjutkan kuliah saya kelak ke jenjang S2 di luar negeri. Saat ini saya sedang berjuang mencapai gelar S1 di FKIP Bahasa dan Sastra Indonesia di salah satu universitas swasta di kota Solok, Sumatera Barat. Saya saat ini baru semester 5. Saya juga tidak terlalu baik prestasinya di bidang akdemik, Bu. Namun tekad saya sangat kuat. Sebagai persiapan saya untuk kedepannya nanti, dari sekarang saya mencoba mencari-cari informasi mengenai beasiswa kuliah di luar maupun dalam negeri.

    Bagaimana ya Bu cara mendaftar beasiswa tersebut? Lalu apa saja persyaratannya, Bu?
    English saya pun belum begitu baik.
    Mohon bantuannya ya, Bu.
    Terima kasih sebelumnya, Bu.

    Wassalam…

  12. Sangat menginspirasi. Menambah keinginan saya untuk mendaftar ADS nanti. Saya msih kuliah smt 1 mbak. Tp saat lulus nnti saya ingin mengikuti ADS. Mbk, apakah ada s2 keperawatan disana?

  13. Asslam,, pengalamannya sangat menginspirasi mba’ :) Sayapun mempunyai harapan agar bisa melanjutkan master saya ke luar negeri :) Prestasi akademik saya baik mba :) tapi sayang bahasa inggris saya masih blepotan.. sayapun berusaha agar bisa meningkatkan TOEFL score sy,, dengan mengikuti TOEFL class tapi al hasil 6 bulan tidak membawa perubahan yang signifikan,,, mba saran dong,, hal yang tepat saya lakukan apa y??

  14. Salam..i’m inspired from ur story. i have drem to continue my master degree in abroad but i don’t know the website.please tell me more and i wanna ask ur email for sharing about schloarship that you got it..thanks b4 ma’am

  15. Asalamualakum mba mira,,Waaaah sy beruntung bisa membaca artikel ini..sy sangat terinspirasi dengan artikelnya mba,,sy banyak kesamaan sma mbak (hahaha) yaitu tdk memiliki prestasi yg membanggakan di bidang akademik jg bhs inggris sy masih amburadul..

    tapi sy punya Cita-cita untuk bersekolah di Australia karena sejauh yg sy tau cara mengajar dosen di luar negeri itu sangat bagus dan membuat mahasiswanya menjadi terpacu untuk maju karena penghargaan yg di berikan kepada para mahasiswa bkn hanya untuk mahasiswa yang cerdas melainkan untuk mahasiswa yg kurang cerdas!!

    sangat berbeda jauh dengan sistem belajar mengajar di tempat sy mengenyam kuliah saat ini meskipun ada beberapa pengajar yg very good teacher jg,,sy mau bertanya mba apakah dengan bahasa inggris yang masih belum fasih kita bisa mengikutu tes beasiswanya atau kita harus memperlancar speaking kita dulu sebelum mengikuti tes beasiswa mba? terimakasih Wasallam :D

  16. Dear Bu Mira,
    Ibuuu… terima kasih banyak sudah memberikan motivasi ^^
    Saya sedang dilanda krisis percaya diri untuk mewujudkan cita-cita saya, tapi setelah membaca tulisan ibu saya semakin yakin bahwa rejeki tidak kemana dan sudah ada yang mengatur :)
    Best regards,
    Agni

  17. thax mba buat motivasinya ….
    saya juga ingin skali skolah lagi s2 tp ipk saya hanya 2,63 aja mba apa bisa saya kuliah s2. saya skrg ngajar di smk dan sd sebagai guru bahasa inggris mba …. ipk saya yg buat sya ga brani ikutan beasiswa mba padhl saya pengen banget.
    mba punya solusi ga utk ipk sya yg rendah ini supaya bsa dapetin beasiswa luar negri thax mba …. salam super

  18. saya juga alumni sastra inggris yg ingin sekali melanjutkan studi di luar… tpi btuh tips dari teman2 smw.. soalnya saya tidak memiliki prestasi n organisasi yg banyak..

  19. Pingback: Lulus Telat? Bisa Dapat Beasiswa Kok! - IDBeasiswa

  20. assalamualaikum mba.
    saya ingin konsultasi mengenai beberapa hal terkait beasiswa.
    bolehkah saya meminta email atau media lainnya sehingga saya bisa berbicara banyak.

    terima kasih
    ditunggu balasannya.
    wassalam

  21. assalamualaikum mba.
    saya ingin konsultasi mengenai beberapa hal terkait beasiswa.
    bolehkah saya meminta email atau media lainnya sehingga saya bisa berbicara banyak.

    terima kasih
    ditunggu balasannya.
    wassalamualaikum

  22. Mba saya dave, sy mau apply beasiswa untuk TESOL tp GPA aq under 3.0 apakah ada beasiswa untuk beasiswa bagi GPA d bawh 3.0

Leave a Reply to Habibah Asmaul Husna Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>