Dibaca: 2,490 kali    Komentar: Belum Ada  

I Nyoman Tenaya Santika : “LIFE IS A JOURNEY – kejarlah ilmu hingga ke negeri cina”

I Nyoman Tenaya SantikaTahun lalu tepatnya Agustus 2011, setelah 4 tahun lamanya bertualang di Hindustan baru saja kembali ke tanah air, Indonesia, untuk Master Computer Application dari University of Mysore. Beasiswa GCSS dari ICCR, salah satu beasiswa dari Pemerintah India – lihat (http://iccrindia.net/). Pertengahan dalam kuliah, menjelang akhir tawaran pekerjaan dari India, dan Cina harus ‘diikhlaskan’ untuk sebuah nama MCA. Memang tidak mudah untuk bisa hidup dan bersaing di India, terlebih lagi perlindungan tenaga kerja lokal sangat inspiratif. Semoga bangsa kita bisa contoh! (Arsip Motivasi Beasiswa: India, GCSS)

LIFE IS A JOURNEY, kenalkan saya Santika, lengkapnya I Nyoman Tenaya Santika. Tentunya dari nama, sudah ketahuan ya darimana hehe, benar saya berasal dari Bali, dan saya WNI, Indonesia. Tidak semua apa yang kita harapkan akan terwujud ibarat impian demi impian untuk Bali yang harus tertunda. Keinginan besar untuk mengabdi di Bali, ternyata harus berkata lain. Untuk sekian waktu yang cukup lama, akhirnya saya harus membuka mata. Akhirnya setelah 6 bulan tanpa kepastian menganggur sepulang dari India, kulangkahkan kaki ini kembali di Jabotabek. Sejarah 6 tahun yang lalu kembali terkenang, kehidupan keras disini. Jujur, ada sebuah cerita pahit dimana harus kutinggalkan pulau, dan kampung halaman. Sebuah cinta yang menyakitkan. Akhirnya, setelah melihat kilas balik sejarah hidup, kutancapkan bendera harapan pada negeri tirai bambu, Cina! Untuk sebuah impian menjadi, “Healer” nggak aneh khan?

Tepatnya sekitar bulan Januari, titik titik menjelang usia 30; ada beberapa aplikasi yang saya berikan prioritas utama, lamaran dosen (di luar Bali, 2 universitas), hingga aplikasi penulis UWRF, serta aplikasi Doctoral Program dari Chinese Government Scholarships – lihat (http://en.csc.edu.cn/).

Intinya waktu itu baru sementara sembuh dari sebuah luka bathin, maksudnya depresi. Tidak ada banyak biaya untuk sebuah tiket pesawat, jadi naik bis dari Bali ke Jakarta semalam dua hari untuk sebuah wawancara, kirim aplikasi UWRF(pos), hingga aplikasi CSC yang saya kirim langsung, mengingat sudah berada di Jakarta. Intinya, hemat biaya. Akhirnya, tepat di hari raya Galungan, saya lulus dan diterima menjadi Dosen di salah satu Universitas di Jabotabek, ibarat merayakan kemenangan. Akhirnya saya sempatkan kembali ke Jogjakarta, untuk bertemu masa lalu, dan masa kini. Tempat dimana 4 tahun berjuang untuk S.Kom, di STMIK AKAKOM Yogyakarta. Banyak cerita diantara, dan akhirnya pengumuman UWRF, di beberapa bulan lalu status = “belum lulus”. Apapun itu, saya memiliki semangat sebagai seorang penulis, dan ini yang akan saya pegang terus! Bulan ini, Juli – pengumuman dari CSC China Scholarships Council, ya Beasiswa Penuh dari CSC, untuk Doctoral Program di BIT-Beijing Institute of Technology, Beijing.  Syukurlah, bahasa yang akan digunakan bahasa Inggris, satu tahun masa percobaan. Dahulu mungkin saya tidak paham, apa yang membuat saya harus tertarik belajar bahasa Mandarin, hingga saat itu tiba segala persiapan bertemu dengan kesempatan, apakah ini namanya “sukses” ? Belum! Tantangan masih panjang, sebagaimana dikatakan di Kedutaan Besar Cina, di Jakarta, “tidak mudah untuk bisa masuk ke Cina, dari sekian ratus aplikasi, kalian adalah orang-orang yang beruntung” Mungkin kita bisa sedikit lega, namun perjalanan masih panjang! Cerita dalam satu hari, bisa berubah. Esoknya ketika mengurus VISA, tekad “hemat biaya” selalu dalam pikiran, ya supaya tidak bolak-balik urus ini itu lagi. Ternyata, saya harus mengulang ambil “Medical Check Up”, hanya beda sehari karena “validitas 6 bulan”, jadi telitilah dalam membaca setiap syarat setiap universitas dan negara yang dituju!!. Syukurlah selamat disini, daripada kalau harus kembali pulang ketika sudah disana ya?? Hehe.. , Tiada pilihan lain, ini mendesak – “sabar keluarkan biaya lagi, yang tidak sedikit”, apakah harus “ku ilkhlaskan beasiswa ini begitu saja?” terkadang inilah sebuah waktu yang membuat kita semakin dewasa untuk berpikir, memilah!

Saya orang yang analis, dan karena itulah saya mendapatkan pelajaran yang sangat berharga ketika harus meninggalkan kenangan di Bali, terkadang analis itupun harus pada tempatnya!. Beasiswa dari India, dan Cina sejauh pengalaman saya masih mengacu pada hal-hal terkait kesehatan. Segala sesuatunya mesti tertunda dalam waktu sementara, semakin memberikan saya sebuah pengalaman “pentingnya waktu dalam kehidupan”. Jikalau segala sesuatu sudah terselesaikan, mungkin sudah saatnya mempersiapkan keberangkatan, ternyata tidak! Memang banyak hal yang harus terselesaikan, dan inilah proses yang harus saya, dan kita hargai. Bukan perihal tujuan akhir atau hasilnya kelak, paling tidak saya telah berusaha sejauh ini. Saya yakin dan percara, Tuhan maha pencipta dan menentukan segalanya. Rencananya akan memulai program pada 2 September 2012, sama dengan tanggal lahir saya di bulan Januari, 29. Saya terlahir bukan sebagai seorang pemimpin, meski kelak impian saya PostDoc dan kerja di USA (cari modal), memimpin Bali, hingga mendirikan Universitas Sansekerta (Gratis ) di Indonesia. Banyak impian yang masih harus dipendam dalam timbunan sampah di TPA (Tempat Pengolahan Aspirasi)
LIFE IS A JOURNEY, kupercaya Tuhan punya rencana untuk saya, anda, dan kita semua!

Dear my friends, let’s “Keep HOPE Dreaming Keep ActionIt! Merdeka!!”

FB       : santika bali dwipa jaya
BLOG : www.snowinbali.com
“will bring your dreams coming true”

Chinese Government Scholarships(http://en.csc.edu.cn/)

Beasiswa Pemerintah India (http://iccrindia.net/)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>