Dibaca: 2,698 kali    Komentar: 1  

Ahmad Rizqi Meydiarso: “Cari Hobby yang Bisa Membangun Masa Depanmu!”

Ahmad Rizqi Meydiarso - CropedMungkin cerita saya agak berbeda dari teman-teman yg lain, karena saya sudah berada di jerman sejak kelas 2 smp. Lahir di Jogja dan besar di Bandung, saya pindah ke Hamburg mengikuti orang tua saya yang alhamdulillah dapat kesempatan untuk bekerja di sebuah perusahaan subcontractor di bidang penerbangan untuk Airbus. Di Hamburg saya masuk ke “Gymnasium”, sekolah umum typical Jerman yg bisa dilanjutkan ke jenjang perguruan tinggi.

Tidak mudah untuk saya untuk bersosialisasi dengan teman-teman jerman. Selain kendala bahasa (yg kadang-kadang membuat frustasi) perbedaan kultur dan agama juga menjadikan barier untuk bergaul dengan teman-teman disini. Sebagai muslim saya juga harus agak menjaga jarak dengan kultur yang menganggap minuman keras hal lumrah sehari-hari dan keperjakaan/keperawanan adalah hal yangg memalukan untuk anak remaja. (Dan alhamdulillah saya sampai detik ini terjauhkan dari hal-hal seperti itu).

Tapi mungkin kurangnya pergaulan saya sewaktu smp/sma adalah sebuah hal yg positif untuk diri saya, karena waktu luang saya bisa di manfaatkan untuk hal-hal yg lebih berguna. Diperkenalkan oleh ayah saya sejak umur saya 1 tahun dengan komputer, dalam diri saya ada “affection” khusus dengan alat itu dan saya pun belajar programming sejak smp, secara autodidak dibantu dengan infrastruktur internet yg bagus di kota ini dan juga buku-buku tentang programming yg tersedia di perpustakaan kota. Saya pun banyak membuat “libraries” kumpulan kode untuk membantu memudahkan pembuatan web aplikasi yg saya publikasikan di website yg didedikasikan untuk web programmer. Dari kumpulan libraries yg saya buat, saya jadi dapat banyak kenalan teman-teman sesama programmer di mancanegara seperti Inggris dan USA. Saya pun dapat kesempatan untuk kerja freelancing sebagai web developer dengan upah awal 10$ per jam sampai suatu saat saya pernah mendapatkan sekitar 80$ per jam. Dari situ saya pun bisa membeli alat2 elektronika untuk hobby saya yg lain: robotik. Di bidang robotik alhamdulillah saya pun berhasil memenangkan kompetisi robotik di Hamburg. Waktu itu saya kelas 1 SMA.

Dari keberhasilan-keberhasilan itu saya pun jadi lebih percaya diri dan dibantu dengan doa ibu yg saya sangat cintai, saya pun bertekad untuk menjadi orang sukses. Di sekolah saya pun jadi mendapat respect dari guru maupun teman-teman. Target saya setelah lulus adalah untuk bisa mendapatkan “Duales Studium” di Airbus, karena saya dulu ingin menyaingi ayah saya, dan juga karena tokoh pantunan saya pak B.J. Habibie. Duales Studium adalah sebuah tipe beasiswa yg diberikan oleh perusahaan yg dikombinasikan dengan internship/training. Selain nilai yg bagus, kegiatan dan achievements diluar sekolah adalah kriteria yg sangat penting untuk perusahaan. Dan sayapun berusaha mencari achievements tersebut. salah satunya dengan ikut program kuliah dini.

Kelas 3 SMA. Waktunya untuk mendaftar beasiswa. Nilai-nilai alhamdulillah cukup memuaskan. Kuliah dini pun berjalan lancar dengan nilai ujian yg juga sangat baik. CV dan surat lamaran beres. Ternyata deadlinenya terlewat, damn! Sempat kesal, tetapi saya nekat saja mengirimkan surat lamarannya, toh ga ada salahnya. Ibu pun giat membantu dengan solat tahajud dan doa2nya. Dan ternyata yg namanya rejeki ga kemana2. Waktu di kelas saya pun mendapat telpon, saya diminta dateng ke Assessment Center, karena ada satu orang yg mengundurkan diri. alhamdulillah! Lolos assessment center dan personal interview, saya pun 1 dari 3 orang yg diterima di Airbus Buxtehude, di bidang cabin electronic system, dari ratusan pendaftar. Dari situ saya sadar, keberhasilan itu bukan untuk orang2 yg pintar dan hebat, tetapi orang2 yg berusaha dan beruntung. Dan keberuntungan itu bersama dengan orang2 yg tawakal dan berdoa.

Dan saya pun masuk kuliah. Mengenai Duales Studium, itu adalah program yg unik. Perusahaan besar di jerman rata2 memberikan program ini, untuk mendapatkan professional2 yg ahli di bidang specific perusahaannya. Lulusan program ini diwajibkan untuk kerja diperusahaan minimal 1-2 tahun setelah lulus. Perusahaan akan membayar biaya kuliah, dan selain itu para penerima beasiswa ini juga mendapatkan gaji bulanan selama 3 tahun penuh layaknya karyawan yg cukup untuk membiayai hidup sehari2. Khusus program specific di Airbus Buxtehude, kami diwajibkan untuk melanjutkan program S2 di bidang kami, karena kebutuhan perusahaan yg specific. Tantangannya dari program ini adalah tidak adanya libur semester, karena kita harus kerja di perusahaan selama libur tersebut. Dan karena Ujian2nya di Kampus saya jatuh pada libur semester. Jadi cuti saya yg 30 hari per tahun pun habis untuk persiapan ujian.

Saya sekarang berada di tingkat akhir dan mudah2an februari nanti mulai nulis thesis. Pesan saya untuk teman2 yg masih di jenjang SMA dan mempunyai impian yg tinggi. Jangan putus asa, ga ada yg ga mungkin. Usaha adalah segala2nya. Gunakan waktu sebaik2nya. Jangan habiskan waktu untuk hal yg ga berguna, seperti main game, nongkrong di cafe/mal tiap hari. Cari hoby yg bisa membangun diri kamu! Gunakan fasilitas2 yg kamu punya! Dan jangan lupa berdoa! Dan doa orangtua untuk kita juga ternyata lebih relevant dari apa yg kita bayangkan!

Ahmad Rizqi Meydiarso, 22, Computational Engineering – Technische Universität Hamburg-Harburg

EMAIL : rizqi@namaku.de

Komentar di Posting “Ahmad Rizqi Meydiarso: “Cari Hobby yang Bisa Membangun Masa Depanmu!”

  1. Kuliah dapat menambah wawasan anda berbeda dari sebelum anda kuliah. Bagi yang pada pagi siang harinya sibuk bekerja, Ada beberapa sekolah tinggi ataupun universitas yang kuliah malam. Silahkan pilih sob…. semoga admin diberikan kesehatan dan kesuksesan selalu..aamiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>