Dibaca: 3,819 kali    Komentar: 1  

Yaniz Arsalan: “Usaha + Doa = Sukses!”

Yaniz ArsalanUsaha dan Doa itu Paket Komplit .

Usaha + Doa = Sukses

Ya, ini adalah kata-kata andalan yang telah saya tanamkan di dalam pikiran saya selama ini. Saya sendiri tidak ingat dimana saya pernah mendengar kata-kata ini, namun dampak yang dihasilkan oleh kata-kata ini sangatlah luar biasa. Berkat kata-kata inilah saya bisa menjejakkan kaki ke Korea Selatan pada akhir 2012 untuk mengikuti program Indonesia Korea Youth Exchange Program (IKYEP).

Ketika pertama kali mengetahui mengenai program ini, saya sudah bersemangat untuk ikut serta, terlintas di pikiran saya indahnya Negeri Ginseng yang selama ini hanya bisa disaksikan lewat televisi dan majalah traveling, terlebih lagi saya sudah pernah mengikuti les bahasa korea tahun sebelumnya, jadi dengan mengikuti program ini dapat dikatakan sebagai tempat untuk mempraktikan hasil les saya selama ini.

Namun, ketika mengikuti seleksi, saya sempat patah semangat menyaksikan banyaknya saingan yang harus saya hadapi. Sebagian besar diantara mereka telah mencoba untuk mengikuti program ini beberapa kali, sebagian lainnya sudah pernah mengikuti program exchange ke negara lain, sedangkan saya sendiri baru tahun ini mengetahui mengenai informasi ini dan belum pernah mengikuti program exchange lainnya. Namun, saya kembali berpikir, “Ya sudahlah, usaha dulu, terus berdoa, akhirnya gimana semuanya sudah diatur sama Yang diatas.”

Hari pertama seleksi berlangsung dari pagi hingga sore hari, saya berusaha memberikan yang terbaik dan terus berharap akan kemungkinan untuk bisa masuk sepuluh besar dan meneruskan seleksi keesokan harinya untuk menentukan juara pertama yang akan mengikuti program ke Korea Selatan. Ada satu hal yang tidak bisa saya lupakan ketika hari pertama seleksi, ketika itu saya terus berpikir, “Apa yang akan saya lakukan untuk seleksi esok hari? Bagaimana persiapan saya agar dapat tampil maksimal?” padahal saat itu saya masih di tengah-tengah proses seleksi dengan ratusan orang lainnya, dan pengumuman 10 besar belum diumumkan oleh panitia, namun saya justru sudah memikirkan mengenai seleksi untuk esok hari.

Ketika diumumkan bahwa saya termasuk ke dalam sepuluh besar finalis dan berhak untuk mengikuti seleksi keesokan harinya, saya pun langsung mengucap syukur kepada Allah SWT dan tersenyum, simpul, “Ya Allah, ternyata apa yang saya pikirkan tadi tidaklah sia-sia.” Saya sendiri menamakan ini dengan istilah berfikir positif, dan saya akui hal ini justru sangat membantu saya dalam seleksi sepuluh besar keesokan harinya. Ketika seleksi hari kedua dimulai, saya sudah menanamkan baik-baik dalam pikiran saya untuk menjadi juara. Ya, saya tahu peserta lain memiliki kemampuan yang luar biasa, memiliki lebih banyak pengalaman dari saya, tapi saya percaya kalau Allah itu selalu bersama prasangka hambanya. Saya pun mengikuti proses seleksi hari kedua dengan sebaik mungkin, mulai dari cultural performance, Interview, serta Focus Discussion Group dengan sesama peserta.

Tibalah saat pengumuman pemenang, dan ketika nama saya disebutkan panitia, saya pun tak henti mengucapkan Alhamdulillah. Ya, akhirnya semua usaha dan doa saya terbayar sudah. Pada akhir 2012 lalu, saya mengikuti program ini bersama peserta dari provinsi lain dari seluruh Indonesia. Tak terbayangkan banyaknya berkah yang saya terima ketika mengikuti program, bisa memiliki keluarga baru dari seluruh Indonesia. Dapat merasakan betapa hangat dan ramahnya masyarakat Korea. Walaupun saya tidak begitu memahami bahasa Korea dan mereka juga tidak begitu memahami bahasa Inggris, namun kami sama sekali tidak kesulitan dalam berkomunikasi. Sungguh pengalaman yang tak terlupakan buat saya sampai saat ini, saya masih percaya mengenai usaha + doa = sukses, dan saya juga percaya bahwa usaha dan doa itu merupakan satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan. Bisakah anda sukses jika anda hanya berusaha pagi siang malam tanpa sekalipun berdoa mengharapkan rahmat Nya? Atau bisakah anda sukses jika anda hanya berdoa sepanjang waktu meminta uang yang berlimpah tanpa melakukan usaha apapun? Saya percaya dengan menyeimbangkan antara usaha dan doa, maka sukses merupakan konsekuensi yang akan kita terima dengan sendirinya, dan ditengah-tengah usaha dan doa itu pula terdapat pengalaman yang dapat menjadi bekal untuk kita ketika bertemu dengan kesempatan lainnya. Ada yang mengatakan bahwa kesuksesan adalah kesiapan bertemu dengan kesempatan, namun ketika anda telah memiliki kesiapan dan dihadapkan dengan kesempatan, serta anda tak lupa akan kekuatan doa, maka percayalah bahwa kesuksesan akan datang dengan sendirinya. Tetaplah bermimpi, tetaplah berusaha, dan tetaplah berdoa. Rencana Allah itu akan selalu indah pada waktunya.

EMAIL: yaniz_arsalan@yahoo.co.id

Komentar di Posting “Yaniz Arsalan: “Usaha + Doa = Sukses!”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>