Dibaca: 4,028 kali    Komentar: 1  

Devi Dwi Kurniawati

Devi Dwi KurniawatiTuts-Tuts keyboard mulai berbunyi tuk-tuk-tuk bersamaan dengan jari yang bergerak menekan satu-persatu hurufnya untuk merangkai kata-kata. Seringkali sang pemilik jari itupun berhenti, tidak ada suara, sunyi, wajahnya seperti patung sedangkan matanya dan bibirnya sedikit bergerak-gerak. Ke atas, ke bawah, ke samping. Sepertinya sedang memikirkan sesuatu atau berusaha keras mengingat-ingat peristiwa yang terjadi di masa lalunya kemudian dituangkannya menjadi cerita, sedikit-demi sedikit tersusun sampai dapat dibaca saat ini.

Hai Sobat Motivasi Beasiswa..masih ingat dengan saya? Hehe. Melanjutkan cerita beasiswa bidik misi yang lalu, bahwa saya akan menceritakan beasiswa Perbanas dengan nama program beasiswa penuh (BP) Stie Perbanas Surabaya. Sebelum saya lolos mendapatkan beasiswa bidik misi, beasiswa penuh dari Perbanas inilah yang pertama kali saya berhasil mendapatkannya. Ibaratnya Pintu beasiswa pertama yang dengan izin Tuhan saya berhasil melewatinya. Sebuah harapan dan kesempatan yang diberikan oleh perbanas, sebelum saya tahu ada beasiswa bidik misi, Perbanaslah yang membuka mata saya atas izin Tuhan, bahwa saya bisa kuliah. Semoga teman-teman yang ingin mendaftar beasiswa ini juga akan berhasil mendapatkannya juga. Amiin.

Apa itu Perbanas?

STIE Perbanas Surabaya merupakan lembaga pendidikan dalam bidang bisnis dan perbankan dibawah naungan Perhimpunan Bank-Bank Umum Nasional (Perbanas) Jawa Timur. Saya menjelaskan info ini kok jadi seperti duta beasiswa ya…hehehe.

Info Selengkapnya klik di bawah ini ya..sekilas tentang Perbanas. : http://www.perbanas.ac.id/fakta-perbanas/sekilas-perbanas.html

Kenapa saya memilih Perbanas?

Awalnya saya mengetahui beasiswa ini dari kakak kelas saya sewaktu masih kelas 2 di SMA. Kakak kelas saya ini yang bernama Nayla mendapatkan beasiswa penuh jurusan S1 Manajemen.  Nah  Kak  Nayla  ini  lolos  mendapatkan  beasiswa  perbanas ini  dengan  mendapatkan  beasiswa  penuh  pendidikan  S1  Manajemen.

Dengan  mimpi  mendapatkan  beasiswa  seperti  cerita  sebelumnya , saya berusaha  cari  info,  tanya-tanya ke kakak kelas saya,  tentang  informasi  bagaimana  mendaftar,  tipsnya  dan lain-lain. Pada  saat  pameran  perguruan  tinggi swasta  di sekolah pun  jika  ada stand  perbanas,  tak malu saya bertanya kepada  pihak  yang  berkecimpung di dunia perbanas  terkait  dengan  programnya beasiswa penuh  tersebut. Pendidikan di Perbanas juga bagus. Selain alasan tersebut saya juga tertarik dengan dunia perbankan.

Saya cari info, saya tanya-tanya ke pihak promosi perbanasnya, hingga saya paham betul bagaimana mendaftar, tips-tipsnya, dll. Ada satu persyaratan yang membuat saya bimbang, berpenampilan menarik dengan tinggi 160 cm untuk putri. Hmm…saya biasa-biasa saja. Daftar tidak ya? Ah saya tidak peduli. Dicoba dulu deh..

Pendaftaran perbanas yang masih saya ingat dimulai awal tahun sebelum ujian nasional. Dibuka lebih awal dari universitas lain. Jadi kalau temen-temen mau mendaftar beasiswa ini, harus mempersiapkannya sejak awal masuk SMA, khususnya untuk seleksi administrasi.

Tentang bagaimana mendaftar, persyaratannya, jadwal seleksinya, dan lain-lain silahkan klik link di bawah ini ya..

Selengkapnya : http://spmb.perbanas.ac.id/showfile_Informasi_Jalur_BP.pdf/left

Bagaimana proses seleksinya?

Ada tiga tahap seleksi yang harus saya lewati

Seleksi Administrasi :

Yang pertama adalah seleksi administrasi. Nilai yang dilihat adalah nilai kelas 1 dan 2 SMA. Berprestasi dengan baik di awal SMA merupakan poin penting untuk mendapatkan beasiswa-beasiswa lainnya. Guru Bimbingan dan Konseling saya pernah berkata tidak masalah jika nilai awal semester jatuh yang penting grafik nilainya meningkat. Progresif. Pada saat itu saya tidak paham kenapa progresif. Oh..mungkin maksud guru saya itu prosesnya yang dinilai. Mungkin..Yang terpenting prestasi belajar harus tetap dipertahankan ya..

Kata Bapak Menteri Pendidikan yaitu Bapak Muhammad Nuh pada acara sosialisasi bidik misi dalam cerita saya yang bidik misi lalu

”Kalau anak orang tidak mampu, apa yang akan diperjuangkannya untuk menjadi orang sukses selain harus pintar dalam sekolah??”

Berlanjut ke  kata Pak Mario Teguh (Motivator Terkenal di Indonesia sekaligus pembicara dalam  acara TB Mario Teguh Golden Ways).

“Kalau orang kaya punya dua pilihan jalan, Tambah naik atau turun. Lha kalau orang miskin, mau kemana lagi selain harus naik?”

Maka dari itu, bagi adik-adik yang masih sekolah, yang masih unyu-unyu, yang senasib seperti saya dulu, hehe belajar yang pinter ya. Karena hasil dari proses pembelajaran kalian nanti yang berupa nilai-nilai itu akan berguna dalam perjuangan memperoleh beasiswa. Bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Ok?

Seleksi Wawancara :

Pada tahap ini, awalnya saya kira tahap ini lebih menegangkan. Namanya saja sudah jelas wawancara. Saya bayangkan saya bertemu dengan orang-orang yang pandai yang akan menanyakan pertanyaan yang akan sulit saya jawab. Apalagi setelah mendengar ada peserta lain yang mendapatkan pertanyaan bahasa inggris. Waduh..tambah deg-degan hati ini.

Sejenak untuk meredakan ketegangan, saya berkeliling-liling untuk melihat atau mengobrol dengan peserta lain. Saya pikir saya semakin tenang. Eh ternyata tidak sama sekali. Saya melihat peserta lain memakai pakaian seperti pegawai kantoran : kemeja yang rapi, rok-rok seperti yang dipakai pegawai bank, lengkap dengan tas, perhiasan, terlihat cantik dan tampan-tampan. Sedangkan saya ..alamak..saya pakai busana muslim seperti orang yang mau berangkat pengajian. Waktu saya mau berangkat keluar rumah, saya pikir inilah pakaian yang terbaik yang saya punya. Dengan percaya diri saya pakai untuk wawancara. Setelah sekarang apa yang saya lihat dan membandingkan dengan peserta lain. Saya pikir saya paling jelek sendiri. Virus minder mulai deh menggerogoti tubuh saya.

Kalau sekarang saya ingat teori dari buku terapi berpikir positif karangan Dr.Ibrahim Elfiky hal. 184

“Tiga Pembunuh yang mengandung racun seperti ular yang masuk ke dalam aliran darah kemudian mematikan yaitu Mencela, Mengkritik, dan Membanding-bandingkan. Ketika seseorang menggunakan tiga hal di atas maka yang akan kembali kepadanya lebih buruk dari yang menimpa orang lain”

Akhirnya saya semakin terpuruk dengan pikiran-pikiran negatif saya sendiri. Dalam hati segala jurus doa dan shalawat saya panjatkan. Nama saya kemudian dipanggil, memasuki aula besar, mata saya beredar melihat situasi yang ada di dalamnya ada banyak peserta. Dalam satu bangku satu penanya dan satu peserta. Sekarang saya sudah duduk di salah satu kursi. Di depan saya ada seorang ibu paruh baya yang tersenyum melihat saya. Saya pun dengan cepat mengucapkan salam “assalamu’alaikum” dan tersenyum. TIPS: Jangan lupa tersenyum ya kalau wawancara. Tapi jangan berlebihan juga. Nanti disangka orang gila.hehe

Setelah ditanyai macam-macam. Semua pertanyaan saya jawab dengan penuh keyakinan, serius, dan tidak bertele-tele bahwa saya menginginkan beasiswa ini. Tulus apa adanya. Jika tidak diterima, saya berpikir yang pasti saya sudah berusaha. Hasilnya, sesi wawancara tidak seperti yang saya bayangkan ternyata mulus dengan sempurna.

Di luar, saya mendengar ada peserta lain ditanyai macam-macam. Dalam hati saya membatin, kok saya tadi malah seperti curhat-curhatan ya?.hmm…kemudahan lagi yang diberikan oleh Tuhan. Satu pertanyaan yang saya ingat, ketika ditanyai “jika anda diterima perbanas dan perguruan tinggi negeri. Mana yang anda pilih?” saya jawab “saya akan memilih kuliah di perguruan tinggi yang biayanya tidak memberatkan orang tua saya”. Dalam wawancara tersebut, saya menunjukkan entah saya diterima dimana saja, asalkan ada beasiswa, yang penting saya bisa kuliah, tidak memberatkan orang tua saya. Dan yang paling menyentuh hati, jangan sampai nasib kakak saya terulang lagi ke saya

Tahap Seleksi Psikotes 

Setelah wawancara, mucullah pengumuman siapa saja yang masuk psikotes. Saya tidak tahu, ternyata dari satu sekolah, hanya saya yang dinyatakan lolos masuk ke tahap psikotes.

Sebelum tes psikotes, ternyata harus melalui tes pengukuran tinggi badan lho. Awalnya dirumah saya ukur tinggi badan saya 159 cm. waduh…semoga saja memenuhi persyaratan. Sambil mata merem melek, dalam hati berdoa, karena deg-degan tinggi badan saya berapa ya?..tiba-tiba petugasnya mengumumkan 160 cm. Pas..tinggi badan saya cukup memenuhi persyaratan. Alhamdulillah.

Setelah itu foto close up. Hmm..seperti model saja pikir saya tes ini. Ya sudahlah dijalani saja. Foto jepret-jepret selesai. Jadi ingat salah satu persyaratan berpenampilan menarik. Virus minder mulai lagi deh menyurutkan semangat ketika melihat peserta lain yang cantik-cantik dan tampan-tampan.

Tes psikotes pun dimulai. Dalam tahap ini, saya dan peserta lain mengerjakan soal yang cukup menyita energi karena banyaknya soal yang harus dikerjakan. Peserta lain sudah ada yang selesai. Wah saya belum. Soalnya juga masih banyak. Bagaimana ini?.

Sebuah kutipan dari novel negeri 5 menara:

Ilmu itu cahaya. Dan cahaya tidak dapat masuk ke tempat yang gelap. Maka dari itu bersihkan hati agar cahaya itu dapat masuk”

Supaya ilmu membuka pintu hikmah dan menambahkan pemahaman atas ilmu-Nya. Maka ikhlaskanlah hati untuk melakukan sesuatu yang baik. Masih saya ingat pesan kakak kelas saya: luruskan niat ketika menginginkan sesuatu.

“Sesungguhnya amalan itu tergantung niatnya, dan sesungguhnya setiap orang mendapatkan sesuai apa yang diniatkan,” (HR. Bukhari Muslim).

Saya mengerjakan mengalir saja apa adanya kemampuan saya. Karena ini namanya tes psikotes. Tidak terasa tahap terakhir sudah selesai. Saya tidak peduli bagaimana hasilnya nanti. Yang penting sudah berusaha dan berdoa. Setelah itu tawakal. Karena orang stress itu karena  orang yang belum berusaha dan tawakal.

Eng-ing-eng..pengumuman …..

Apapun itu, saya ucapkan terima kasih kepada Perbanas, terutama ibu yang mewawancarai saya namun saya tidak tahu nama beliau, dan ibu yang  saya juga tidak tahu nama beliau, yang justru mengucapkan selamat atas diterimanya beasiswa bidik misi kepada saya, disaat saya mengajukan pengunduran diri beasiswa perbanas kepada beliau.

Hmm…berapa banyak kemudahan yang diberikan olehNya ..Alhamdulillah. Dan tetap ingat Man Jadda Wajada : siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil. Jangan takut, biarkan perjuanganmu dinilai oleh Tuhan. Takutlah hanya kepada Sang Pemilik Kehidupan.  Sebuah penggalan “surat dari sahabat” dalam buku terapi berikir positif karangan Dr. Ibrahim Elfiky:

“Anda adalah makhluk paling baik yang diciptakan Allah.

Jika ada orang mampu mewujudkan sesuatu di dunia, Anda pasti bisa mewujudkannya, bahkan bisa lebih baik.

Ingatlah bahwa malam adalah awal bagi siang.

Musim dingin adalah awal bagi musim panas.

Penderitaan adalah awal bagi ketenangan.

Kesulitan adalah awal bagi kebaikan.

Sikap optimis pada kebaikan adalah awal kekuatan diri.

Karena itu, nikmati setiap waktu Anda.

Anggaplah sebagai babak akhir kehidupan Anda.

Hiduplah dengan cinta kepada Allah,

Hiduplah dengan meneladani akhlak Rasulullah Saw.

Hiduplah dengan cita-cita.

Hiduplah dengan Perjuangan,

Hiduplah dengan kesabaran,

Hiduplah dengan cinta,

Hargailah Kehidupan..”

Go..Go Semangat..!

Semoga cerita ini bermanfaat. Semoga menjadi kontribusi untuk Indonesia tercinta dan tetap semangat meraih impian. Mohon maaf kalau ada kata-kata yang salah dan tidak baik di cerita sebelumnya yang edisi bidik misi dan perbanas ini. Terima kasih…

Salam,

Devi Dwi Kurniawati.

Mahasiswi semester V universitas negeri Surabaya.

Email: kurniawatidevidwi@yahoo.com

Fb: Devi Dwi Kurniawati (https://www.facebook.com/devi.d.kurniawati.5)

Twitter: @deviwika

Komentar di Posting “Devi Dwi Kurniawati

  1. One factor to remember is always to hold the glitter and glitz to a minimum for daily put on. Go for a casual and straightforward appear for each day put on, and leave the glitter and glitz for unique occasions or evening wear.

Leave a Reply to gamis terbaru Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>