Dibaca: 4,180 kali    Komentar: Belum Ada  

Ilham Nugroho

Ilham NugrohoBeasiswa, salah satu program dimana untuk membantu mencapai tujuan seseorang  yang biasanya dalam beberapa bentuk seperti uang, pelatihan, pendidikan dsb. Dimana beasiswa ini tentunya sangat membantu kehidupan seseorang yang merasakannya.

Beberapa jenis program beasiswa pendidikan, pelatihan pernah saya rasakan dari mulai mendaftar, seleksi hingga keputusan mendapatkannya atau tidak. Perjalanan beasiswa yang saya alami dimulai dari tingkat Sekolah Dasar, dimana prestasi yang saya dapatkan adalah beasiswa yang berbentuk uang. Syarat mendapatkan beasiswa ini adalah 3 besar ranking di kelas dengan jumlah murid pada kelas V dan VI hanya sekitar 14-15 orang. Uang yang telah diterima tidak semuanya diserahkan kepada saya, melainkan sebagai pengganti uang SPP Sekolah. Setidaknya itu dapat membantu biaya pendidikan selain dengan berjualan Kue Basah hingga lulus SD.

Seperjalanan di Sekolah Menengah Pertama, berhubung dengan Kelas Tingkat 1-3 dengan paralel kelas yang lumayan banyak dan kebetulan pula saya berada pada kelas yang berisi orang-orang yang sangat pintar sehingga persaingan pemikiran otak sangat tinggi. Saat itu pula, beasiswa yang ditawarkan Pemerintah Setempat tidak terlalu banyak, jika pun ada itu diperuntukkan bagi yang kurang mampu dan untuk beasiswa prestasi sangatlah terbatas.Sehingga perjuangan beasiswa pada tingkat SMP tidak pernah saya dapatkan.

Memasuki tingkat lanjut pada Sekolah Pertanian Pembangunan Negeri Samarinda setingkat dengan Sekolah Menengah Kejuruan, ada beberapa subsidi pendidikan hingga hidup yang ditawarkan oleh sekolah ini. Biaya pendidikan pada Sekolah ini terbilang murah dibandingkan dengan Sekolah Mengah Kejuruan yang lain dengan fasilitas yang disediakan. Sekolah ini di bawah pengawasan langsung oleh Dinas Pertanian Pemprov, sehingga banyak subsidi yang diberikan pada sekolah ini antara lain seperti biaya makan bebas selama masa pendidikan, biaya asrama. Sehingga Iuran wajib Sekolah pun terbilang murah sekitar Rp 25.000/bulannya. Berawal dari tingkat I yang sering mendengar kakak tingkat mendapatkan Beasiswa Yayasan Supersemar berupa dalam bentuk uang, membuat saya bersemangat dalam mengejar prestasi sebaik mungkin hingga kelulusan. Syarat mendapatkan beasiswa supersemar ini adalah 5 besar peringkat terbaik dikelasnya dan Alhamdullilah saya bisa mendapatkan beasiswa ini selam 2 tahun berturut-turut. Rasa bangga pasti ada pada diri saya, karena tidak mudah mendapatkannya dan bangga kembali karena dapat membantu meminimkan pengeluaran keuangan pendidikan dari orang tua.

Memasuki jenjang selanjutnya setelah lulus Sekolah Pertanian Pembangunan, pastinya ada pemikiran untuk melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi. Adapun penawaran salah satu beasiswa yang bergengsi yaitu beasiswa Sinarmas di IPB namun tidak saya ambil karena pertimbangan dari orang tua yang pernah saya ceritakan di My Life Journey Part I, padahal beasiswa ini sangat luar biasa.. Jangan Menyesal Ya,,(T.T)

Berhubung tidak masuk di IPB, namun masuk di UB Ya harus dijalani sebaik mungkin dan Insyaallah beberapa beasiswa lainnya telah menanti di kampus yang saat ini berada. Program beasiswa pertama yang saya ikuti adalah PPA dan BBM. Melihat persyaratannya, saya berminat mengikuti program PPA Akademik karena pada saat itu IP yang sudah 3, walaupun hanya 3,16. Salah satu hal kesalahan saya dalam program beasiswa ini, saya tidak bertanya pada mahasiswa angkatan di atas 2009 mengenai penerima beasiswa PPA. Alhasil jika ingin lolos pada beasisiswa PPA akademik minimal kita harus masuk pada 5 besar peraih IPK terbesar dari program studi per angkatan. Hasilnya saya tidak lolos pada beasiswa PPA Akademik tahun 2010.

Bagi saya ini kegagalan awal dalam beasiswa tahap awal, Ilham bersabarlah,,masih ada beasiswa lain. Tahun 2011, saya mencoba kembali mengajukan permohonan beasiswa PPA dan BBM dengan optimis pada tahun tersebut dapat lolos dengan percaya diri dengan IPK yang memuaskan serta nilai keaktifan organisasi. Kesalahan kembali terjadi dari diri saya, yaitu nilai mata kuliah yang sudah saya perbaiki tidak masuk dalam sistem online,sehingga IPK saya masuk dalam urutan ke 6, sehingga pupus mendapatkan beasiswa PPA Akademik. Aha,namun saya masih ada harapan pada beasiswa PPA Non Akademik, karena saya masuk dalam 5 besar point terbesar keaktifan kemahasiswaan tingkat Fakultas. Namun, sayang dan sangat sayang, saya tidak juga masuk pada beasiswa PPA Non Akademik karena Penerima PPA Non Akademik d ranking untuk satu Universitas, bukan Fakultas.. Sedih,,, T.T

Ingat, jangan bersedih, masih ada kesempatan lain Ilham.. Beberapa saya mencoba mendaftar beasiswa lainnya seperti Beasiswa Polygon untuk mengobati hati yang luka karena tidak lolos-lolos di Beasiswa PPA. Alhasil juga kurang beruntung, karena IPK yang mendapatkan beasiswa polygon diatas 3,7 – 4,00. Pupus kembali harapan pada beasiswa ini.

Ya, itulah semangat saya untuk tetap bersemangat berjuang mendapatkan beasiswa. Pada tahun kedua pada saat kuliah dan aktif berorganisasi, adanya info pembukaan pendaftaran Beasiswa Djarum Plus periode 2011/2012 dari pihak Subbag.Kemahasiswaan yang langsung menelepon dari kantornya agar saya segera mendaftar.

Pada program perekrutan beasiswa Djarum ini yang sangat berkesan dalam hidup saya untuk saat ini, karena hanya program ini yang harus menjalani proses seleksi yang tidak mudah. Seleksi dimulai dengan seleksi administrasi. Seleksi administrasi meliputi syarat IPK, Surat Aktif Organisasi, CV, Motivation Letter, Essay “Andai Aku Menjadi Beswan Djarum 2011“. Menunggu sekian lama seleksi administrasi berlangsung, hasil yang sangat ditunggu-tunggu. Pada saat kuliah, ada sms masuk dari Panitia Beswan jika ada berkas yang harus dikumpulkan, ternyata itu adalah sms konfirmasi bahwa saya masuk pada selekasi selanjutnya serta Alhamdullillah saya juga mewakili Fakultas saya untuk tahap selanjutnya. Sehingga wakil dari Fakultas saat itu adalah dua orang.

Ternyata jumlah keseluruhan pendaftar secara administrasi adalah hampir mencapai 800an orang lebih dari regional Malang dan yang masuk dalam tahap selanjutnya yaitu tahap kedua adalah sekitar 80an orang. Waw, sesuatu yang luar biasa bisa masuk dalam tahap kedua ini, pikir saya begitu juga kawan-kawan saya yang masuk pada tahap kedua ini. Pada tahap kedua ini, peserta menjalani beberapa tes seperti psikotes, FGD hingga wawancara. Pengalaman baru sangat luar biasa sangat terasa pada saat seleksi berlangsung, berkenalan dengan kawan-kawan yang hebat. Hasil akhir dari seleksi terakhir ini, peserta harus menunggu beberapa hari dan para peserta dibuat galau dengan menunggu hasil yang menegangkan.

Oh,ya. Pada saat mendaftar beasiswa Djarum,saya juga mencoba mendaftar pada beasiswa Pemerintah Provinsi melalui pendaftaran Online. Pada beasiswa ini ada beberapa jenis yang ditawarkan seperti beasiswa mahasiswa prestasi luar dan dalam daerah, beasiswa jurusan khusus dsb.

Menunggu itu memang sesuatu yang tidak mengenakkan, apa yang kita lakukan sangatlah membuat kita kepikiran. Puncak ketegangan pada saat pengumuman beasiswa Djarum,kawan yang lolos menghubungi saya bahwa dia diterima dan saya berpikir, “Ya Allah,mudah-mudahan lolos” Ya,Alhasil saya tidak lolos. Rasa sedih, kecewa dsb bercampur aduk pada saat itu karena melihat perjuangan yang tidaklan mudah. Selang satu hari pengumuman beasiswa djarum, pengumuman beasiswa Pemprov tampil di website, dan Alhamdullillah nama saya tercantum pada penerima beasiswa prestasi luar daerah dengan nominal rupiah yang besar. Syukur dan syukur sangatlah bahagia mendapatkan beasiswa ini hingga dapat membayar SPP hingga wisuda nanti.

Satu pelajaran hidup saya pada perjalanan saya dalam mengejar untuk mendapatkan beasiswa adalah sesutu tidak dapat kita raih dengan mudah, dan harus bekerja keras, pantang menyerah. Allah akan memberikan apa yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan pada saat yang tepat. Keinginan adalah cita-cita, jangan lelah untuk terus berdoa dan bekerja keras dalam bentuk apapun. Barengi semua kegiatan atau apa yang telah kita lakukan dengan keikhlasan. So, bagi yang saat ini sedang berjuang untuk mengejar impiannya dengan salah satu cara mendapatkan beasiswa.. TERUS BERJUANG TANPA HENTI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>