Dibaca: 7,745 kali    Komentar: 14  

Khusnul Ari Mustaqim: “Pengalaman Beasiswa Etos”

Khusnul Ari MustaqimSalam inspiratif kawan, pada kesempatan ini saya ingin berbagi pengalaman saya masuk di Beastudi Etos. Di awal SMA saya bisa di bilang minder karena keadaan ekonomi saya. Kebanyakan dari temenku itu dari golongan orang kaya & elit. Saya malu saat pembayaran SPP dan pembayaran lainya selalu pasti aku paling belakang. Malu sih malu, tapi aku tetep bersemangat karena walaupun saya tidak mampu dari segi ekonomi tapi saya bisa keterima di SMA terbaik di Blora. Saat kelas 1, saya menempuh jarak 17 kilometer dengan bersepeda ontel ke sekolahan karena jika ngangkot butuh waktu lama karena naik angkotan umum 2 kali dan membayar 4500 saat itu. Mending tak buat makan kan,hehe.. Karena orang tuaku memberiku uangsaku cuma 5000 rupiah.

Prestasi kelas 1 tidak ada yang membanggakan karena masih takut dan minder dengan keadaan orang kaya atau bisa di bilang “pengertian diri” dan saya hanya mendapat peringkat 12 dari 42 siswa di kelas. Kelas 2 aku mulai berani aku mengikuti banyak organisasi di luar sekolah dan aktif di pramuka. Tetapi lama lama keberanianku berubah menjadi tidak baik kelas 2. Aku terjerumus ke dunia anak muda sebut saja pacaran, banyak yang bilang kalu aku itu pintar merayu dan selalu care sama cewek. Padahal prinsip aku sendiri, ”aku akan selalu menjaga kaum hawa siapapun itu dimanapun itu jika dia masih berkelakuan wajar sebagai cewek”.

Gara gara sibuk organisasi dan banyak pacaran prestasi aku memburuk dan turun drastis. Semester 1 aku rangking 25 dari 42 siswa. Dan di semester 2 tidak lebih baik dari semester 1, aku hanya naik 1 peringkat dari sebelumnya. Its very bad for me, karena saat itu aku terbelenggu dunia genk motor dan berpacaran..parah banget bukan?? . Dunia yang sangat merusak anak muda itu membelenggu diriku sampai aku kelas 3 semester 1. Dan itu mengimbas ke catatan record burukku saat itu. Saya peringkat 36 dari 42 siswa . Jadi buat temen-temen yang membaca janganlah pacaran dulu di saat masih mengejar prestasi. Manfaat waktu belajarmu kawan. Pacaran dan kumpul kongko itu hanya membuat malas dan membuang waktu .Tidak ada hal positif yang dapat kita petik dari kedua aktivitas itu.

Mulai situ saya baru sadar, kesadaran itu terjadi saat kita mengingat flashback bad record saya teringat kata kata dari wali kelasku di saat saya bilang cita-cita saya pengen ke STAN (Sekolah Tinggi Akuntasi Negara) : “jangan lah kau bermimpi terlalu jauh jika kamu tidak ada tindakan nak ,itu semua bagai mimpi di siang bolong.” dengan tegasnya. Perkataan itu teringiang-ngiang terus,dan akhirnya saya memutuskan keluar dari genk motor dan pacar pacarku langsung secara sepihak saya putus dengan harapan aku tidak menyakiti hatinya. Karena ibuku pernah bilang :”Boleh kamu pacaran tapi jangan sakiti hati pacarmu” . Tapi apa boleh buat demi nilai ujianku aku rela melakukannya. Saya mulai teratur dan memiliki jadwal khusus fokus belajar dari jam 1 sampai jam 3 pagi dan sebelumnya pasti sholat dulu lah. Aku hanya bisa berharap nilai ujian yang maksimal sesuai kemampuanku saat itu. Aku memasang target , saya harus bisa mendapatkan nilai rata-rata 9.00 dan dan saat itu juga saya bersumpah kalau saya mendapatkan nilai yang saya inginkan, tanpa basa-basi saya akan potong gundul di depan gerbang SMA-ku.

Deg-degan pasti lah dirasakan saat kelas 3 SMA dan singkat cerita nilai ujianku keluar, dan nilainya hampir mendekati sempurna targetku, hanya kurang 0,1 hehehe yaitu 8,9. So, aku cancel rencana potong di depan gerbang deh. Saat itu aku bangga banget dengan usahaku itu,orang tua pun senang. Tetapi ibuku terdiam saat aku bertanya kepada ibu, ”aku mau kuliah di mana bu? Tapi saat itu aku izin bapak untuk kuliah dan bapakku mengizinkan tapi harus biasiswa jika tidak, saya harus ikut kerja jadi tukang bangunan di Jakarta seperti bapak saya. Karena saat itu saya pengen kuliah, saya langsung take action mendaftar 4 beasiswa yang ada sekaligus. Saat itu saya mendaftar di POLMAN ASTRA, Beastudi Etos, D3 PLN dan SAMPOERNA FOUNDATION.

Pertama aku berharap agar aku masuk di beasiswa POLMAN karena ada ikatan pekerjaan langsung dan nominal gajinya besar. Tapi saat tes di Pati, saya gagal saat Tes Potensi Akademiknya karena mungkin saya kurang belajar keras lagi. Dan aku pun menaruh harapan lagi Beasiswa D3 PLN. Saya rela bolak balik ke Semarang untuk tes akademik, terus Tes Potensi Akademik yang cukup menghabiskan uang yang banyak juga akhirnya lolos.Tetapi perjuangan sendiri itu sirna di saat tes kesehatan karena tinggiku yang kurang 2 cm saja. Kegagalan saat itu membuatku malas lagi dan menurunkan minatku menjadi ngdrop saat sampoerna gg bisa ikut test karena bertabrakan jadwal dengan tes PLN. Setelah itu saya focus untuk bisa masuk di Beastudi Etos atau PTK. Ada beberapa tahapan test di Beastudi Etos:

  1. Pengiriman berkas
  2. Tes akademik
  3. Tes Interview
  4. Pengumuman SNMPTN
  5. Pengumuman Akhir Berkas berkas yang di kumpulkan seperti di bawah ini:
    • Surat keterangan tidak mampu (download Link di bawah).
    • slip gaji/surat keterangan penghasilan orang tua dari ketua RT/DKM (Dewan Kemakmuran Masjid) setempat (download Link di bawah).
    • Mengisi Biodata Pendaftar yang bisa didapat di asrama Beastudi Etos maupun di-download (download Link di bawah).
    • Mengisi dan menandatangani akad Beastudi Etos (bisa di-download didapat di asrama Beastudi Etos maupun di-download (download Link di bawah).
    • Fotokopi raport SMA semester 1-5, Kartu Keluarga, KTP atau kartu pelajar dan STTB bagi yang telah lulus SMA/sederajat.
    • Foto terbaru 4 x 6, 2 lembar.
    • Foto rumah (tampak keseluruhan, ruang tamu, kamar tidur, kamar mandi, dapur).
    • Membuat tulisan tentang kisah perjalanan hidup sepanjang minimal 2 halaman folio (tulis tangan).

Setelah saya mengikuti semua alur dan akhirnya LOLOS dan saatnya penantian menunggu pengumuman SNMPTN . dan akhirnya saya keterima Teknik Mesin Undip dan saat itu saya menjadi semangat baru untuk belajar. Lalu saya menghubungi panitia seleksi Etos. Alhamdulillah saya bergabung dengan Beastudi Etos wilayah Semarang. Alhamdulillah Beastudi Etos, adalah Program investasi SDM, yang fokus pada pembinaan, pendampingan dan pemberdayaan mahasiswa untuk Indonesia unggul dan berdaya. Beastudi Etos saat ini tersebar di 13 wilayah dan 15 PTN dengan penerima manfaat sebanyak 399 orang dan 612 alumni.

Adapun 13 wilayah persebaran program Beastudi Etos adalah Aceh, Medan, Padang, Jakarta, Bogor, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Samarinda, Makassar dan Ambon.

Dengan PTN sebagai berikut : Universitas Syahkuala, Universitas Sumatera Utara, Universitas Andalas, Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjajaran, Universitas Diponegoro, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Brawijaya, Universitas Mulawarman, Universitas Hasanudin dan Universitas Pattimura.

Jargon Beastudi Etos adalah More than excellent. Di Etos juga ada pelatihan, pembinaan dan pendampingan selama 4 tahun. Secara umum ada tiga bagian pembinaan, yaitu pembinaan asrama (harian), pembinaan rutin (pekanan) dan pembinaan nasioal (tahunan). Pelatihan, pembinaan dan pendampingan ini dilakukan berdasarkan kurikulum berbasis karakter dan potensi individu guna pengembangan prestasi.wow banget bukan dan akhirnya saya memetik hasil pembinaannya seperti Juara Temu Etos Nasional bersaing dengan 13 universitas negeri di Indonesia. Juara 2 MC nasional TENS. Menjadi delegasi pertukaran pelajar Undip ke Korea Selatan, lolos Proposal Kegiatan Mahasiswa yang dibiayai DIKTI dan masih banyak lainya. Itu baru saya lho, belom etoser lainmya. Semenjak di Etos Kehidupanku berbeda jauh dari yang dulu.

14 Komentar di Posting “Khusnul Ari Mustaqim: “Pengalaman Beasiswa Etos”

  1. Keren, sangat menginspiratif.
    selamat berkarya diBeastudi Etos, selamat menginspirasi untuk ummat dan selamat menggapai Ridho ILLAHI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>