Dibaca: 10,015 kali    Komentar: 20  

Fitrianingsih: “Langkahku Menuju Bidik Misi”

Fitrianingsih - CroppedHai sobat motivasi beasiswa semua….!!

Salam kenal dariku…. Namaku Fitrianingsih , aku terlahir dari pasangan suami-istri Bapak Sukiyat dan Ibu Sujiati. Aku berasal dari salah satu daerah di Jawa Timur , daerah yang dikenal dengan daerah pegunungan yaitu Trenggalek. Sobat, aku mau cerita nichh…tentang langkahku mendapatkan beasiswa bidik misi.

Aku berasal dari keluarga yang sederhana, bapakku seorang petani dan ibu seorang ibu rumah tangga. Melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi adalah salah satu mimpiku sejak di bangku MAN, tapi mimpiku untuk kuliah tidak didukung dengan keadaan ekonomi keluargaku yang pas-pasan. Meskipun begitu, mimpiku tersebut terus kupelihara. Dulu aku berniat akan bekerja untuk mengumpulkan dana, setelah dana terkumpul, aku ingin daftar kuliah juga terbesit niat untuk kuliah nyambi bekerja.

Saat aku duduk dibangku kelas XII ada pengumuman tentang beasiswa bidikmisi. Untuk bisa daftar beasiswa ini harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Setelah kulihat semua persyaratannya dan aku memenuhi persyaratan, akupun segera konsultasi ke guru BK (Bimbingan Konseling). Oleh guru BK diberi tahu tentang perguruan tinggi yang menyelenggarakan beasiswa bidik misi. Aku minta izin ke orang tuaku untuk daftar bidik misi, tapi orang tuaku sempat tidak mengizinkan dengan alasan beliau tidak percaya jika ada beasiswa yang menggratiskan kuliah serta biaya hidup selama kuliah. Beliau khawatir jika ditengah-tengah pendidikan tetap mengeluarkan banyak uang.

Aku mengerti dengan kekhawatiran orang tuaku, dulu saja orang tuaku hanya mampu menyekolahkan kedua kakakku sampai di bangku MTs, aku termasuk beruntung bisa melanjutkan ke bangku MAN. Dengan telaten kujelaskan pada beliau, akhirnya beliau mengizinkan dan mendukungku. Masih banyak warna-warni dalam mencari beasiswa ini, ada orang yang bilang “ halah.. apa mungkin kamu mendapatkan beasiswa itu”, mendengar perkataan yang seperti itu, sempat menciutkan semangatku, tapi setelah kupikir-pikir jika aku berhenti berarti perkataan orang itu benar. Segera ku bangkitkan semangat untuk membuktikan bahwa aku bisa mendapatkannya. Kuanggap diremehkan adalah bagian dari tantangan untuk mendapatkannya.

Banyak teman-temanku yang juga daftar beasiswa bidikmisi ini, tapi mereka memilih daftar ke perguruan tinggi yang besar dan terkenal seperti UM, UIN Malang, Unesa, UNEJ dan perguruan tinggi negeri lain. Di hati juga terbesit keinginan untuk daftar di perguruan tinggi tersebut, tapi Ibu hanya mengijinkanku daftar Ke STAIN Tulungagung. Akupun menuruti keinginan ibu. Aku kumpulkan semua persyaratan yang diminta sekolah tinggi tersebut. Dari Madrasah Aliyahku yang daftar ke STAIN Tulungagung hanya empat orang. Diantara keempat orang ini aku termasuk yang nilai raportnya di urutan ke empat. Dan nilai raportku lumayan jauh dibawah ketiga temanku. Ada sedikit rasa minder, tapi segera kubuang jauh-jauh pikiran negatif ini. Kupelihara rasa yakin untuk mendapatkan beasiswa bidikmisi ini.

Untuk mendapatkan beasiswa ini selain harus memenuhi persyaratan administrasi juga ada tes SPMB-PTAIN. Aku bersiapkan diri untuk menghadapi ujian SPMB-PTAIN. Aku mengikuti tes ini dengan harap-harap cemas. Di awal tes ada rasa percaya diri dalam mengerjakan, semakin kebelakang semakin tak yakin dengan jawaban yang kuisikan, jadi banyak yang ku kosongi dari lembar jawaban yang ada. Aku mulai agak pesimis untuk mendapatkan beasiswa ini. Ibu yang menyemangatiku. Ibu mendo’akanku siang malam agar aku mendapatkan beasiswa ini. Pengumuman penerima bidikmisi masih lama. Untuk menunggu pengumuman, aku bekerja di salah satu pabrik plastik yang ada Di Trenggalek. Sekitar sebulan kerja di pabrik, hari yang ku tunggu-tunggu tiba. Pada jam istirahat kerja, aku segera ke warnet. Segera kulihat daftar nama penerima beasiswa bidikmisi STAIN Tulungagung. Subhanallah Alhamdulillah, namaku dan nama dua orang temanku yang satu sekolah denganku ada di urutan penerima beasiswa bidikmisi STAIN Tulungagung.

Air mata tak kuasa kutahan karena terharu, aku segera pulang untuk memberi tahu ibu dan bapak. Ibu, bapak senang dan sangat bersyukur pada Allah. Sungguh Allah Maha Adil dan Maha Pemurah. Aku percaya bahwa selain ikhtiarku, do’a orangtuakulah yang berperan besar dalam mendapatkan bidikmisi ini.

Sebuah hadits mengatakan:  “ Ridlollahu fi ridlol waalidaini, wasuhthullahu fi suhthil waalidaini”(HR. Muslim).

Artinya; “ Ridho Allah ada pada ridho kedua orang tua, dan murka Allah ada pada murka kedua orang tua”.

Jika orang tua telah meridhoi langkah kita InsyaAllah jalan dan keinginan kita akan mudah terwujud. Dan kuingat satu kata mutiara yang berbunyi “ Man Shara ‘ala Dharbi Wasala” barang siapa yang berjalan di jalannya akan sampai pada tujuannya. Bidik misi inilah yang memberi kesempatan padaku untuk menimba ilmu di bangku kuliah. Aku sangat bersyukur dan merasa beruntung mendapat beasiswa ini, karena banyak dari teman-temanku yang kemampuannya di atasku belum berkesempatan mendapatkan beasiswa ini, sedangkan aku yang menurutku biasa-biasa saja oleh Allah diberi kesempatan untuk mendapatkan beasiswa ini. Sungguh ini adalah rahasia Allah yang tak kuduga-duga sebelumnya.. Berbekal rasa yakin, ikhtiar, tawakal kepada Allah serta do’a dari Ibu dan bapak keinginanku untuk mendapatkan beasiswa ini terwujud. Terima kasih Ya Allah. Semoga aku dapat bertanggung jawab atas besarnya apa yang telah kudapatkan dengan menuntut ilmu sungguh-sungguh, dan dapat mengamalkannya di masyarakat..AMIN.

Semoga coretan yang singkat dan jauh dari kesempurnaan ini dapat memberikan manfaat pada para pembaca, SEKIAN

20 Komentar di Posting “Fitrianingsih: “Langkahku Menuju Bidik Misi”

  1. salut membaca ceritanya kak fitri , ini akan bermanfaat bagiku . salam kenal :)

    kak , boleh minta emailnya ? buat share :) terima kasih .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>