Dibaca: 3,024 kali    Komentar: Belum Ada  

Arifin Budi Purnomo: “Tentang Sebuah Mimpi”

arifinb92@yahoo.co.idAssalamu’alaikum Wr. Wb.

Aku adalah mahasiswa penerima beasiswa Bidik Misi tahun angkatan 2012 dan kini sedang menempuh pendidikan di universitas negeri di kota Purwokerto. Sedikit flashback tentang masa lalu, aku teringat dengan sebuah motivasi ibuku. Tentang sebuah mimpi dan cinta yang selalu mendukungku. Tak banyak yang menyangka begitu juga diriku, bisa duduk di perguruan tinggi seperti saat ini. Karena mengapa? Karena aku bukanlah dari kalangan orang yang berada, hidup penuh kesederhanaan, bahkan terkadang kekurangan. Namun sekarang anda bisa lihat sendiri, aku duduk sejajar dengan mereka, sebagai MAHASISWA.

Semua berawal sekitar belasan tahun yang lalu ketika aku masih balita. Dengan kasih sayang dan cinta yang tulus, ibuku menggendongku dengan penuh harapan dan mimpi. Mimpi yang besar bagi sejarah hidup keluarga besar kami. Yakni mimpi bahwa aku bisa mengecap bangku pendidikan di perguruan tinggi. Maklum keluarga besar kami memang belum pernah ada satu pun yang menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi. Banyak memang orang sekitar yang meremehkan keluargaku. Terlebih keluargaku lagi-lagi bukanlah orang terpandang di desa bahkan RT.

Ketika aku masuk SMA saja, banyak komentar komentar miring yang muncul. “Mbak Arifin masuk ke sekolah SMA ya?, kenapa gak dimasukin ke SMK saja, biar lulus cepet kerja. Kalo masuk ke SMA itu harus kuliah kalo cari kerja. Lagi pula sekarang biaya kuliah mahal lho mbak” (kata seseorang kepada ibu saya). Namun aku dan ibuku tidak lantas minder dengan komentar itu. Justru semangat ibuku untuk menguliahkanku semakin muncul. Terlebih aku sering mendapat beasiswa di SMA, Padahal SMA negeri di daerahku SPP sudah gratis. Tinggal menyisihkan uang untuk persiapan kuliahku kelak.

Perjuangan masa-masa SMA aku lewati dengan penuh semangat. Berusaha minimal menjadi sepuluh besar di kelas dan bahkan Allah memberi lebih. Saya pernah menjadi juara 2 atau 3. Hingga suatu ketika saya mendengar berita tentang beasiswa Bidik Misi dari Dikti. Yakni program bantuan biaya pendidikan yang diberikan pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kepada calon mahasiswa yang memiliki potensi akademik memadai dan berasal dari keluarga kurang mampu secara ekonomi.

Mendapat berita itu, aku begitu gembira akan perjuangan sepercik harapan yang selama ini senantiasa aku pupuk. Berbagai persyaratan dan berkas mulai aku cari hingga tiba saatnya pendaftaran SNMPTN Undangan jalur Bidik Misi dibuka. Namun komentar miring nampaknya lagi-lagi muncul ketika musim pendaftaran SNMPTN dimulai. “Mbak, Arifin jadi ndaftarin ke perguruan tinggi? Lewat jalur apa? Kalo pinter sih bisa jalur undangan. Tapi kalau jalur undangan juga masih bayar cukup mahal sih mbak”

Tanggapan mereka tak sedikit pun meruntuhkan mimpi-mimpiku untuk mencicipi bangku perguruan tinggi. Hal yang sama sekaligus menjadi cambuk mental bagiku kembali muncul, tatkala aku gagal di SNMPTN Undangan jalur Bidik Misi. “Arifin nggak lolos SNMPTN Undangan ya mbak? Itu si Fitri dan Nur lolos Mbak. Mungkin Arifin nilainya kurang bagus dan kurang belajarnya”

Aku menyadari bahwa aku tidak seperti mereka. Walaupun dengan IQ yang biasa-biasa saja, aku yakin sebuah usaha yang keras akan mampu mengalahkannya. Selanjutnya, walaupun aku gagal SNMPTN Undangan, aku tetap mencoba keberuntungan di SNMPTN Tulis jalur Bidik Misi. Perjuangan belajar tiap malam dini hari, berdo’a kepada Allah, dan restu orang tua membuat aku kembali berani untuk bertempur melawan SNMPTN Tulis. Lalu kira-kira apa komentar mereka semua? “Arifin mau ikut Bidik Misi SNMPTN Tulis mbak? Apa bisa mbak?, denger-denger berita di TV, siswa yang nilainya terbaik Nasional saja nggak lolos Bidik Misi lho mbak”.

Akhirnya setelah sekian lama bersusah payah berjuang. Sore itu 7 Juli 2012 selepas pukul 19:00 aku melihat situs resmi SNMPTN. Aku dinyatakan lulus di universitas pilihan ke 2. Perasaan bahagia dan haru menyelimuti malam itu. Mimpi yang dipupuk sekian lama kini telah terwujud. Semua anggapan remeh tentang keluarga kami seolah terbungkam dengan sendiri. Kini saatnya pembuktian bahwa aku pantas duduk diantara ribuan mahasiswa lain. Duduk mengecap pendidikan di perguruan tinggi negeri, duduk di UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN tercinta. Di kota Purwokerto aku akan terus berjuang, berjuang merangkai mimpi-mimpiku. Mimpi-mimpi yang dulu terkesan mustahil bagi sebagian orang, namun tidak bagiku. Dengan penuh semangat dan ikhtiar kucoba taklukkan mimpi-mimpi itu.

Pesan untuk para adik-adik angkatan:

“Beranilah bermimpi hingga kau bersusah-payah mengejarnya. Karena dibalik itu, Allah senantiasa melihat seberapa besar perjuanganmu dan Allah telah menyiapkan hadiah spesial untukmu. Tetap semangat merangkai mimpi, buang anggapan-anggapan yang hanya mengikis mimpi itu, dan semangat untuk sukses.” Semoga bermanfaat.

Wassalamu’alaikum Wr Wb

Arifin Budi Purnomo, Mahasiswa Bidik Misi Angkatan 2012 Prodi Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Negeri Jenderal Soedirman Purwokerto

HP : 089 750 400 33

FB : Arifin Budi Purnomo

Blog :http://arifinbudi.blogspot.com/

Email: arifinb92@yahoo.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>