Dibaca: 15,751 kali    Komentar: 45  

Trias Wahyuni: “Alhamdulillah mimpi itu terwujud juga”

Beasiswa VLIR-UOS, apaan tuch?. Itu adalah pertanyaanku pertama kali mendengar nama beasiswa VLIR dari seseorang kakak kelas STK IPB teman sekerja di salah satu perusahaan media dikawasan Tebet, Jakarta Selatan pada akhir tahun 2007. Sebut saja mba D namanya. Kebetulan mba D tahu banget kalo aku ingin kuliah S2 dengan biaya bukan dari diri sendiri maupun dari ortu, alias nyari gratesaaaan :D .

Dia sering ngeliat aku browsing  beasiswa-beasiswa  kalau kerja *upps…korupsi waktu :p*.  Mba D menceritakan bahwa ada temen sekelas dia, sebut saja mba I, yg kebetulan satu almamater juga di STK IPB, yang baru lulus S2 dari Belgia dengan beasiswa VLIR. Dari situ aku nyari tahu segala sesuatu yg terkait dengan beasiswa VLIR dari kontak mengkontak mba I serta student  lain yang tengah menempuh S2 di Belgia kala itu.

Jujur saja,  sebelumnya aku bener-bener nggak tahu tentang beasiswa ini. Tahuku waktu itu hanya sekitar beasiswa Stuned Belanda, Monbusho Jepang, Fullbright USA, DAAD Jerman. Tetapi dari beasiswa-beasiswa tersebut jujur saja aku sempat kesulitan dengan jurusan yg aku inginkan kala itu , Statistics, dan pekerjaanku kala itu, pegawai swasta. Dan beasiswa VLIR-UOS menjawab itu semua, mereka menawarkan beasiswa Bio-Statistics dan pegawai swasta pun bisa untuk melamar..Yeyyyyyy…

Memang sejak lulus S1 Statistics dari IPB tahun 2005, memang hasrat terbesarku adalah melanjutkan S2 tanpa biaya dari orangtua. Aku berpikir kayaknya udah cukup banget orangtuaku membiayai pendidikan anaknya sampai ke Perguruan Tinggi, ini saatnya aku mencari solusi sendiri untuk mimpiku itu, tanpa memberatkan orang tua.

Dari keinginan itu, aku mulai mencari dan mencari bagaimana dapat melanjutkan S2 dengan gratis, salah satunya dengan cari beasiswa, either di dalam atau di Luar Negeri. Funding beasiswa S2 dalam negeri sangat terbatas kala itu, dan sekali lagi aku kepentok pekerjaan sebagai pegawai swasta. Saat itu sangat sulit kalau pekerjaan kita sebagai pegawai swasta untuk mendapatkan beasiswa dari funding dalam negeri  *tapi tidak untuk saat ini loh.

Bergabung dengan milis beasiswa membuka mata dan memperluas impianku. Bisa melanjutkan S2 Jurusan Statistik ke Luar Negeri. Waaaaoooo sungguh mimpi yg di luar batas kemampuan seorang anak pedagang dari  Kota Batu. Bisa nggak yah? bisa nggak yah? Kala itu aku selalu bertanya pada diri sendiri. But somehow, keinginan dan keyakinan itu tetap ada dalam diriku. Sejak mba D cerita itulah aku fokuskan energi dan pikiran di weekend untuk browsing segala seluk-beluk tentang beasiswa VLIR, meng-upgrade bahasa Inggris dan mencari tahu kehidupan mahasiswa di sana. Aku namakan step ini fokus mewujudkan mimpi sekolah ke Belgia, karena aku bener-bener fokus sama beasiswa VLIR ajah, beasiswa yg lain dipending dulu,,hahaha.

Untuk meng-upgrade bahasa inggris-ku, aku belajar sendiri kala itu. Aku beli buku-buku TOEFL dan Grammar. Weekend adalah waktu khususku untuk belajar inggris, karena workday tidak memungkinkan untuk kami seorang pekerja di Jakarta yang tinggal di Bogor. :D .  Berangkat pagiiii, pulang larut malam.

Tahun 2008 bahkan aku sempat ikut les bahasa Belanda di Erasmus Taalcentrum satu term (3 bln)di Kedutaan Belanda Jakarta. Lumayan lah bisa ngecap satu dua kata dalam Bahasa Belanda kalau keterima beasiswa.. :D . Teman sekerja juga sempat ada yg mencibir ngapain aku ikutan les Bahasa Belanda padahal daftar beasiswa ajah blon ..*bukan tempat kerja yg sama lg dengan mba D, aku pindah kerja awal thn 2008 ke media company di Jln Gatot Subroto Jakarta*.

Yup bener, aku blom mendaftar beasiswa VLIR kala itu, karena masih kepentok TOEFL yang kurang dari standard mereka. Karena TOEFL ku masih kurang, aku sengaja ikutan les inggris di LIA Bogor, kala itu alhamdulillah levelku lumayan nggak bawah-bawah banget dan nggak tinggi-tinggi banget sich :p.  Yah cukup ikutan satu term sebelum masuk expert level. Mostly temen-temenku anak-anak SMA loh.. minder? Sempet, tapi aku balik lagi ke niat awalku menaikkan nilai TOEFL untuk menjemput impianku. hehehe.. Jadi aku nikmatin ajah kala itu.

Memang saat itu aku tidak masuk kelas pekerja karena keterbatasan waktu di workday, jadinya aku masuk kelas reguler di weekend ajah, jadinya aku sekelas dengan anak2 SMA tadi. Tapi seru bgt kataku, mereka sering tanya-tanya tetang Statistics, tentangg dunia kerja, dsb.

Mereka kebanyakan kelas 3 SMA yg lagi bingung nyari jurusan di PT :) . Wondering gimana mereka sekarang yahhh???. Lulus dari LIA, yang seharusnya aku lanjut ke expert level, aku nggak nglanjutin lagi karena pekerjaan di media company yang baru bener-bener menyita perhatianku *yup, dulu emang aku kutu loncat, dari satu company ke company lain..hehehe.

Company yang ini menuntut tanggunh jawab lebih dari sebelumnya, ditambah bos-ku yang orang dari negara I, tetangga negara B :p*. Aku mikirnya kala itu, coba ikutan tes TOEFL lagi dech,dan sertifikat dari LIA lumayan buat tambahan dokumen kelengkapan melamar beasiswa :p. Test TOEFL yg aku ikutin juga cuman TOELF Instutional yg murah meriah tapi diakui, bukan International TOEFL yg kala itu cukup mahal, 150 dolar. Akhirnya hasil TOEFL yang sekarang passsssss bgt masih di bawah standard VLIR :( *beberapa point dibawah standard*. Tapi masih lebih banget dari test sebelumnya.

Hal ini bikin keyakinanku bertambah untuk melamar VLIR thn itu juga *red. 2008*. Bukaan beasiswa VLIR setiap tahunnya jatuh pada bulan Oktober – 1 Februari. Jadi sebelum bulan Februari 2009, aku beranikan diriku untuk melamar beasiswa tahun itu juga dengan mempersiapkan berkas yang dibutuhkan, seperti Motivation Letter dan CV. Untuk Motivation Letter aku banyak dibantu oleh kakak-kakak kelas yg aku sebut tadi yang tengah kuliah di Belgia, sebut saja mas T, mas A dan mas B yang bersedia mengkoreksi motivation letter yg aku buat. Juga mbaku, mba M yg bersedia mengkoreksi dan ngasih saran.

Dengan susah payah dan peluh dimana-mana akhirnya Motivation Letter-ku jadi jua ..heheRecommendation Letter, aku minta mantan pembimbing skripsi di S1 IPB, Prof. KAN, dan bosku tea si orang dari negara I, tetangga negara B, Miss DM. Meski aku dan bosku sering berdebat, tapi dia ngedukungku buat lanjut S2 loh.., dan ngasih rekomendasi yg baik..hehe. Thanks yah DM :) .

Akhirnya dengan Bismillah n restu serta doa orang tua, aku kirimkan dokumen-dokumen untuk mendaftar beasiwa VLIR tahun 2009. Bulan Maret-Mei adalah bulan-bulan deg-degan. Kenapa begitu, karena di bulan Mei pengumunan awardee untuk beasiswa VLIR. Jujur ajah, di bulan-bulan itu aku sering membayangkan bagaimana kalau keterima dan sekolah di Belgia sana *pede banget yak*.Tapi tetep degdeganya itu lohhhh…ckckckc..

Akhirnya email itu dateng jua, ketika itu aku masih di kantor…deng deng deng …dengan penuh harap aku buka dan ternyata “sodara-sorada” aku BELUM diterima, saat itu aku hanya sebagai reserved candidate a.k.a kandidate cadangan. Tanpa tedeng aling-aling,aku langsung sujud syukur di depan meja kerjaku. Mba T, teman kerjaku ampe bertanya-tanya kenapa aku sampe sujud syukur.

Aku berpikir, ini yang terbaik yang Allah kasih ke aku kala itu, meski hanya sebagai kandidat cadangan penerima beasiswa aku bersyukur banget, karena dengan hasil ini berarti pihak VLIR masih mempertimbangkan aku untuk dikategorikan layak menerima beasiwa VLIR. That was enough for me at that time.

Alhamdulillah. Yup, reserved candidate. Itu adalah hasil yg kuterima dari seleksi beasiswa VLIR. Tetapi, dengan hasil itu semakin menambah motivasiku untuk meng-uprade diriku agar bisa diterima beasiswa VLIR.  Aku makin rajin belajar bahasa inggris, dengerin musik belanda *nah lohhh*, belajar statistics lagi ditengah kesibukan pekerjaan yang kian hari kian hectic. Masih dengan rutinitas yang sama, berangkat pagi-pagi banget,  pulang malem banget, tak jarang pulang pagi :D . Bagi teman-teman yang bekerja di media pasti tahu bagaimana hectic-nya jika deadline mengejar…hehehehe..

Melihat ritme kerja yang sebegitu hectic, ibuku memerintahkan aku untuk berhenti bekerja di media dan pindah sebagai seorang PNS saja. Akhirnya, aku sebagai anak yang ingin berbakti pada orang tua manut *red. menurut* meski dengan hati yg berat, karena tahu dunia ke-PeeNeSan bagaimana :( (.

Melamar satu, dua, tiga kali kebeberapa instansi pemerintah waktu pembukaan PNS, akhirnya aku diterima sebagai CPNS di salah satu departemen pemerintah di kawasan Ragunan. Jujur saja waktu itu, niatku hanya untuk birrul walidain dan berpikir kali ajah dengan posisiku sebagai PNS nantinya akan mudah bagiku untuk mendapatkan beasiswa VLIR *tetteppp fokus ke VLIR :p*. Itu terjadi saat Agustus tahun 2009 kalau tidak salah. Pekerjaan sebagai PNS dengan fungsi sebagai statistician tidak lebih sama dengan fungsi-fungsi yang lain, as administration staf :( .

Jujur ini sangat tidak menarik bagiku. Tapi aku masih bersyukur karena sebagai statistician, aku masih bisa mengaplikasikan ilmuku, meski nggak seberapa.  Aku di sana juga dipercaya untuk mengolah database dan sesekali menganalisis data-data.

Karena kurang sreg dengan tugas-tugas yang dibebankan, dan cenderung masuk ke comfortable zone *ngga ada tantangan, cuman melakukan itu-itu saja*, aku mengajukan diri untuk mendapatkan jabatan functional statistics, sehingga aku punya target-target kedepan, bukan menerima apa adanya kalau kita sebagai jabatan struktural.

Bosku kala itu medukung sekali. Bekerja sebagai PNS sangat merubah ritme kehidupanku dari seorang pekerja swasta. Dari yang berangkat pagi pulang malem bahkan ampe pagi, sebagai PNS aku cukup punya banyak waktu karena berangkat pagi pulang sore :D . Ini merupakan berkah tersendiri, karena aku bisa menggenjot lagi kemampuan bahasa inggrisku kala itu di waktu-waktu  setelah pulang kantor, yang tak bisa aku lakukan ketika aku bekerja di perusahaan swasta.

Bulan-bulan dibukanya pendaftaran beasiswa VLIR telah dibuka, tetapi melihat aturan-aturan sebagai seorang PNS sangat mengecilkan niatku untuk dapat melanjutkan usaha menggapai mimpi. Aku sempat down kala itu. Aku sering bertanya pada Allah, kapan aku diberi kesempatan untuk menimba ilmu statistics di LN.  Karena aku ngerasaa ini doaku ko dikabulkan lamaaaaaaaaaa bgt :( . hehe ..*teteup saya juga manusia biasa*.

Sempat masuk ke comfortable zone sejenak, yang males meng-upgrade diri sendiri, merasa kecewa dengan nasib, dsb, tapi alhamdulillah itu nggak berlangsung lama. Ketika ayah dan ibuku memberi motivasi dan restu aku untuk melamar lagi beasiswa VLIR yang tahun sebelumnya hanya menetapkanku sebagai kandidat cadangan, aku mempunyai semangat lagi untuk melamar beasiswa VLIR. Mendekati bulan Januari 2010, aku mengikuti test TOEFL lagi *tetep institutional TOEFL yg murah meriah ;p*. Alhamdulilah aku mendapatkan skor memenuhi standard VLIR … yah meski cuma beberapa point diatas standard, tapi cukuplah …hehehe.

Kali ini, aku nothing to loose saja ketika melamar, tapi doa agar diterima beasiswa tetap aku panjatkan. Aku perbaiki Motivation Letter-ku sesuai kondisi aku saat itu, juga menambah satu rekomendasi dari atasan. Memang rasa exciting kala itu sangat berbeda dengan waktu pertama kali aku melamar pada tahun sebelumnya, tapi aku cukupkan dengan Bismillah ketika mengirimkan dokumen-dokumen untuk kedua kalinya dengan harapan mendapatan satu kursi sebagai awardee VLIR.

Bulan Feb-Mei aku lalui dengan tetap memanjatkan doa semoga diterima beasiswa, meski gregetan dan deg-degannya jauh berkurang dibandingkan tahun sebelumnya. Pertengahan bulan Mei, blom ada informasi apapun tetang diterima/tidaknya aku sebagai awardee VLIR. Sempat menanyakan informasi pada Mas T yg kala itu tengah mengambil Phd Biostatistics di Universitas yang sama aku melamar beasiswa, tapi beliau kala itu juga belum mengetahui informasinya. OK, mungkin belom waktunya lagi aku bisa meneruskan sekolah, pikirku waktu itu. Aku berusaha untuk ikhlas menerima apapun nanti hasilnya sewaktu pengumuman resmi keluar dari VLIR.

Sampai ketika awal Juni 2010, aku mendapatkan SMS dari seorang sahabatku kala S1, N namanya. Di SMS itu dia mengatakan : ” Selamat yah No, akhirnya mimpimu untuk sekolah di LN akan menjadi kenyataan!, aku liat postingan mas B di milis Statistik IPB”. Whattt? Bingung? pasti koq N bisa yakin aku lolos beasiswa VLIR, padahal aku saja blom dapet email hasil pengumuman dari VLIR.

Aku inget banget waktu terima SMS itu aku lagi di bus menuju Bogor sepulang dari kantor. Wah ada apa nech pikirku, bener aku keterima? tapi koq sampe ada di milis? segala pikiran berkecamuk, dari segala kemungkinan. Tapi aku mencoba menenangkan hati dan pikiranku, mencoba untuk ikhlas akan semua hasil yg ada nantinya. Sampai di kosan aku sengaja tidak langsung check milis sesuai yang dikatakan N atau website VLIR. Aku membersihkan diri terus sholat magrib. Setelah magrib dengan membaca bismilah aku membuka milis Statistik IPB, benar juga di situ ada postingan dari mas B yg memberi ucapan selamat kepadaku disusul reply-an beberapa teman-teman alumni Statistik IPB. Waaaoooo campur aduk rasanya. benr dech. tapi aku masih tidak percaya dengan apa yg aku baca. Segera aku check website VLIR, sujud syukur aku lakukan beserta takbir aku kumandangkan setelah melihat namaku masuk di list perima beasiswa VLIR thn 2010. Segera kutelpon kedua orang tuaku untuk mengabarkan berita bahagia ini.

Masya Allah, mereka benar-benar seneng banget mendengar kabar itu. Ayahku terus berpesan sujud syukur No, sujud syukur, berterima kasih sama Allah karena InsyaaAllah mimpimu akan segera menjadi nyata. Alhamdulillah alaa kuli haal. Diterima sebagai awardee VLIR, yes awardee bukan sebagai reserved candidate lagi. Tetes air mataku tidak bisa kubendung kala itu, benar-benar merasa terharu karena mimpiku benar  akan menjadi nyata. Akhirnya jalan itu terbuka, jalan menuju mimpiku untuk melanjutkan pendidikan lagi. Ya Allah, Engkau benar-benar Maha Kuasa. Segala sesuatu yg kita minta sama Allah, InsyaaAllah akan dikabulkan, tetapi mungkin waktunya yang berbeda-beda. Tetapi yang pasti  Allah knows the best time for us.

Untuk kasus aku, memang laaaamaaaa. Paling tidak untuk kasusku, setelah 5 tahun lulus S1 atau setelah 3 thn sejak tahu beasiwa VLIR, akhirnya aku mendapatkannya. Karena satu dan banyak hal terkait dengan birokrasi dan birokrat Indonesia yg super duper ribet :p, akhirnya aku memutuskan untuk resign dr PNS sebelum berangkat ke Belgia. Yup resign!. Yang pasti kala itu aku harus memberi penjelasan yg extra untuk ibunda tercinta, karena keinginan beliaulah aku masuk PNS. Dan karena keinginan akulah, aku keluar dari PNS. Alhamdulillah dengan bantuan penjelasan ayah dan mbakku P, akhirnya ibuku ikhlas dan ridho aku keluar PNS dan pergi ke Belgia.

Prinsipku, ridho orang tua terutama ibu adalah yang paling utama. Karena ridho Alloh tergantung dari ridho orang tua. Akhirnya 29 September 2010 aku berangkat ke Belgia untuk menempuh pendidikan yg aku impi-impikan. Alhamdulillah 2 tahun sekolah di sini *nulisnya ketika sudah di Belgia :) *, bisa dibilang ngga gampang, tetapi dengan kerja keras dan tidak lupa selalu meminta restu orang tuada n doa pada Allah, akhirnya 26 September 2012 kemaren aku diwisuda S2 dari jurusan Biostatistics, Hasselt University, Belgium.

Alhamdulillah, mimpiku untuk sekolah S2 di LN telah menjadi nyata. Sekarang aku tengah menjalani mimpiku yg lain, sekolah S3 di universitas yang sama dan jurusan yang sama dengan S2-ku. Masih laaamaaaa waktu yg harus aku tempuh untuk menyelesaikan S3-ku, aral melintang pasti akan selalu ada bahkan di 6 bln pertama ini. Tetapi dengan keyakinan, kerja keras, ridho orang tua, dan doa kepada Allah. Insyaa Allah aku mampu mengatasinya. Insyaa Allah. Semangadddd!!! (Belgium, 040213)

45 Komentar di Posting “Trias Wahyuni: “Alhamdulillah mimpi itu terwujud juga”

  1. Alhamdulillah dapet pencerahan dan semangat lagi untuk mencapai keinginan saya mba. Trims udh mau share pengalamannya, keinginnan saya utk bisa pergi ke jepang semoga bisa tercapai spt kisah mba ya, amin :) di tunggu kabar S3 nya mba )

  2. Saya pengen bgt juga daftar beasiswa VLIROUS ini, tapi masih kurang pede. Saya mau tanya mb, reference letter tu harus dari dosen ya? saya kerja di kalsel, kebetulan PNS juga, dan agak kesulitan jika harus mendapatkan reference letter dari kampus yg di jakarta.

    • sebaiknya reference letter nya emang dari dosen pembimbing n juga dr bos tmp kita bekerja. Kan minta dosennya bisa pake email toh, jadi jarak tidak akan berpengaruh. Semangad yah

  3. Mbak, aku mau nanya gmna sih bsa dpet beasiswa ke luar negeri itu?
    itu beasiswanyadr rekomendasiipbnya atau hrs nyri beasiswa sndri?
    Trs klo teknik sipil di ipb ada prgrm beasiswa ke luar negerinya tdk?

  4. Assalamualaikum tehh..semoga kabar baik. bersyukur sekali bisa menemukan postingan yang menginspirasi ini ,.hehhe telat2 dikit gak papa yah ..baru ketemu sekarang. Ulasan teteh sangat menginspirasi saya. Duh jadi makin semangat untuk mengejar beasiswa. Apalagi pengen sekali ke Belgia. Namun teh boleh tanya-tanya dikit nich,.jika bukan pegawai atau karyawn masih bisa ndak yah untuk melamar beasiswa ini ,..galaw menggebu juga nich..makasih balasannya,..bisa balas di alamat email aku ya teh,.pengen silaturahim ^_^ sukron

    • waalaikumsalam wr wb, bisa banget ko bukan pns juga. Skr sudah banyak pemberi beasiswa yg tidak menyaratkan pns. semangat yah!

  5. Subhanallah :)
    salut sama usaha,do’a,dan tawakalnya mba. pengen kayak mba jadi statistician hebat :) AAMIIN

  6. mba minta emailnya dong sya ingin sekali seperti mba, ingin sekali membanggakan kedua orangtua dengan study s2 dan s3 di luar negeri. sya ingin konsultasi mba. trims mba trias

  7. Mbakk… tulisannya menginspirasisekali.. kebetulan saya jg pengen banget studi ke luar.. kira2 ada g mbak beasiswa vlir buat s3?? Soalnya saya sudah menempuh s2 d dlm negri.. dan klo diijinkan saya minta alamat emailnya mbak,, karena ingin tanya2 lebih banyak soal beasiswa sama mbak,, butuh banyak info mbak T.T

  8. Assalaamu’alaikum.
    Bisa gak sy yang udah tua 42thn cari beasiswa ini?
    saya pernah krja swasta (dulu thn 2000 – 2005), sekarang nganggur. sy S1 ekonomi.

  9. mba, saya tertarik sekali untuk kuliah applied statistics di Universitasl Hasselt dengan beasiswa pastinya, apakah applied statistics yang dimaksud mengarah kepada biostatistics, apa gak ada yang lain? soalnya saya tidak menyukai biologi, sekian, harap di reply.

  10. Congratulation yah mbak smoga jalannya dilancarkan, aku satu jurusan sama mbak sekarang aku ambil jurusan statistik industri di UUM alhamdlillah dgn bantuan scholarship dr uum sendiri, sekarang aku lagi cari beasiswa buat short course kalau ada info share yah mbak, moga aku juga bisa kayak mbak dapet scholarship buat master aamin :)

  11. Assalamualaikm wr wb..
    Mbak Trias, saya seorang PNS d badan pusat statistik..
    saya berijazah D-IV Statistika..
    ingin sekali rasanya bisa mengikuti jejak mbak trias..
    apakah VLIR scholarship ini menerima lulusan D-IV ya mbak..
    (dr kampus saya insyaallah bisa menyediakan surat pernyataan bahwa D-IV setara dg S1 mengacu edaran Dikti)
    mohon informasinya ya mbak trias…^_^.

  12. Assalamualaikum,,,
    salam kenal ya mb, dr postingan ny aq jd tertarik, coz as juga lagi bingung mau cari beasiswa k LN, dan terimakasih melihat postingan mb pikiran ku hd terbuka ternyata beasiswa di LN di negara2 lain selain jepang dan jerman banyak ya,,,,setelah membaca postingan mb as langsung cari info tentang negara belgia, dan beasiswa vlir setelah tau aq sepertinya tertarik, tp yang jd pertanyaan aq, bisa gak ikutan beasiswa ini klo dr universitas swasta dr jurusan pendidikan matematika ?karna saya ingin s2 mengambil ilmu statistik?? trus klo mau ikut beasiswa itu harus ada teman yg sudah sekolah di sana ya?? dan apakah harus pake garantor atau penjamin??
    maaf terlalu banyak pertanyaannya, terimakasih sebelumnya,,,,
    “jika mb tdk keberatan bolehkah kita bersilahturahmi dengan e-mail”

  13. Mba Trias Wahyuni..

    perkenalkan saya Jian, Lulusan IPB 2013, Food Tech. setelah baca postingan mba ini, rasanya jadi sangat termotivasi buat S2 ke LN..

    oiya mba, gmn dgn mimpinya buat lanjut S3?

    sharing2 motivation letter mba hehe

  14. mba trias, makasih udah menginspirasi banyak orang dari postingannya. semoga apapun mimpi mba selanjutnya dapat tercapai. aamiin.

  15. Halo kak. KEREN!!!! MAU NANYA NIH. Sebelum berangkat ada tes kesehatan kaya narkoba hiv dll kan kak? Nah pas disana bakal ada tes itu lagi gak? Maksudnya kaya tes ulang di negeri tujuan gitu.
    Thanks ya kak.

  16. Waah selamat mbak. Aku sampe ikutan nangis bacanya, ikutan seneng, tambah termotivasi. Selamat mbak, doakan saya menyusul. Hehe ^^

  17. Asslm kak trias…
    Selamat ya kak atas pencapaiannya yg luar biasa. Saya turut belajar banyak dari pengalaman kakak. Smg bs menyusul seperti kakka jg.
    Kak, saya alumni STIS dengan lulusan D4. Berencana melanjutkan ke biostatistic jg, apakah di univ kakak skrg menerima mahasiswa lulusan D4 jg?
    atau harus ada penyesuaian S1? Mhn infonya ya kak…Trmksh

  18. Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Selamat ya mbak atas pencapaiannya selama ini, semoga saya juga bisa mewujudkan mimpi kuliah di LN seperti mbak..aamiin..
    Mbak saya mau tanya, untuk apply kuliah di LN terutama di UH, seleksi dari kampusnya seperti apa ya? apakah ketika diterima beasiswa VLIR maka secara otomatis juga diterima kuliah? atau masih ada tes atau bagaimana? mohon penjelasannya. terima kasih…

Leave a Reply to Rona Pitasari Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>