Dibaca: 12,540 kali    Komentar: 51  

Jerico Franciscus Pardosi: “Dari D3 menuju S3,, APA BISA?”

Jerico_MacquarieHalo teman-teman diseluruh tanah air, aku akan memulai dengan kalimat “Harapkanlah hal-hal yang besar dari Tuhan, tetapi lakukanlah hal-hal kecil dengan tekun disertai semangat tanpa menyerah”…

Malam ini di Sydney sedang hujan deras, dan aku rindu membagikan perjuangan dalam meraih beasiswa PhD di Australia melalui beasiswa universitas.

Teman-teman biasa memanggilku “Jerry”, nama lengkapku Jerico Franciscus Pardosi. Aku bekerja di Pusat Teknologi Intervensi Kesehatan Masyarakat (PTIKM), Kementerian Kesehatan di Jakarta. Aku bergabung sejak tahun 2003 dengan latar belakang pendidikan Diploma 3 Kesehatan Lingkungan. Dan sekarang thank you Lord, aku menapak terowongan PhD.

Secara singkat aku pernah mendapat beasiswa Australia Development Scholarship(ADS) tahun 2009 untuk program studi Master of International Public Health di University of Queensland. Aku juga pernah mengikuti training dan conference di India, Thailand, Malaysia,Vietnam dan terakhir di Korea Selatan. Saat ini aku sedang menempuh pendidikan doktor bidang Health Demography di Macquarie University, Sydney, Australia berbekal beasiswa International Macquarie University Research Scholarship 2012-2016.

Aku pernah menulis sebelumnya dimilis beasiswa beberapa tahun silam mengenai perjuanganku meraih beasiswa ADS. Namun, aku ingin kembali membangun semangat teman-teman diseluruh tanah air, bahwa aku bisa, mereka bisa dan kalian pun bisa. Aku dilahirkan di keluarga yang sederhana, aku sendiri baru merasakan memiliki komputer PC pada saat aku akan menyelesaikan karya tulis ilmiah Diplomaku dan aku tak pernah merasakan kursus komputer. Semua aku pelajari sendiri dan belajar dari teman-teman. Telepon selular pun aku baru memiliki setelah 2 bulan bekerja di swasta. Tetapi aku tidak pernah minder, karena hidup adalah perjuangan yang harus dihadapi dengan iman dan kerja keras. Jangan PERNAH MENYERAH…selalu berusaha kreatif dalam mempelajari sesuatu meskipun kita tidak memiliki fasilitasnya…1000 jalan menuju Roma.

Aku masih ingat bahwa perkataan Ompungku (panggilan kakek atau nenek dalam suku Batak) ketika mengantarkan ibuku merantau ke Jakarta. Beliau berkata “aku antarkan kau ke Jakarta, suatu saat engkau akan mengantarkan anakmu ke luar negeri”. Hal tersebut baru diceritakan mamaku sebelum aku berangkat menuju Brisbane tahun 2009. Kita perlu belajar memiliki visi dalam kehidupan kita khususnya dalam perjuangan memperoleh beasiswa. Milikilah visi sehingga kita punya arah dan tujuan yang pasti.

Teman-teman yang dengan pendidikan dari diploma tidak perlu kuatir. Semua pasti BISA. Aku memulai perjalanan akademik pada jenjang S1 di tahun 2005 dengan uang sendiri di FKM UI jurusan Epidemiologi. Kemudian di tahun 2007, aku memulai persiapanku setelah lulus S1 untuk mengejar beasiswa S2 di luar negeri. Aku bergabung dengan milis beasiswa dan luar biasa bantuan serta bimbingan dari rekan-rekan dalam mempersiapkan aplikasi beasiswa di Norwegia dan Australia. dari D3 menuju S1 terlewati…

GAGAL? aku pernah merasakannya. Pada pertengahan tahun 2008, aku mendapat email bahwa aku lolos seleksi dan diterima TETAPI untuk beasiswa masuk cadangan nomor 1. Marah… Kecewa…Malu…itu yang aku rasakan pertama kali mengetahuinya TETAPI mimpiku pasti akan ku raih yakni dari D3 menuju PhD.

Sebulan kemudian, aku mengirimkan aplikasi ADS dan puji Tuhan aku lolos seleksi pertama. Aku belum pernah belajar apa itu IELTS? TETAPI itu bukan alasan sahabat. berbekal buku yang aku beli dari tabunganku, aku mempelajarinya dan BERHASIL lalu akhirnya kuliah di Brisbane dari tahun 2009-2010.

Dalam masa perkuliahan aku mendapat kesempatan melakukan penelitian untuk minor thesisku yang didukung oleh salah satu UN agency di Indonesia. Di tahun 2010, aku berhasil menyelesaikan minor thesis dan mendapat nilai thesis High Distinction atau biasa teman-teman menyebutnya HD. Kami pun diberikan kepercayaan dalam keluarga yakni seorang putra yang dibuat (hehehe) dan lahir di Brisbane bernama Ezekiel Fransisco Samuel Pardosi. Yes…aku dapat double degree aku cerita ke teman-teman seperjuangan yaitu degree master dan Father. dari D3 menuju S2 terlewati.

Pulang kembali ke tanah air di tahun pertengahan tahun 2010, aku memang berencana melanjutkan studi PhD. Beberapa bulan kemudian aku melamar untuk UQ Indonesia Alumni Award yang bertujuan membangun jaringan para alumni dari University of Queensland dengan para pengajar dan peneliti. Aku kembali lagi ke Brisbane dan membangun jaringan penelitian sebagai bekal untuk PhD.

Sahabat-sahabatku, aku mengirim email kepada seorang pengajar yaitu Dr. Salut Muhidin (semoga aku bisa bujuk beliau menulis pengalamannya memperoleh beasiswa di Belanda dan akhirnya menjadi Dosen di Australia). Beliau menyarankan aku mengirim aplikasi PhD. Perlu diketahui, untuk teman-teman yang sudah lulus dengan beasiswa ADS harus menunggu 2 tahun baru bisa melamar kembali. Lalu beliau menyarankan melamar melalui beasiswa universitas seperti IPRS atau di Macquarie University ada beasiswa International Macquarie University Research Scholarship (iMQRES).

Aku hanya mempersiapkan research proposal dan personal statement yang aku banyak peroleh dari blog I Made Andi Arsana (thank you bli…) dan pada pak Salut. Dengan bahan-bahan yang aku peroleh sewaktu penelitian S2, aku mengerjakannya dan meminta masukan serta kritik (jangan takut dikritik malah bersyukur kalau masih ada yang kritik) dan mengirimkan aplikasi tersebut. Akhirnya saat yang dinanti tiba, aku mendapat email di pagi hari tanggal 13 Oktober 2011 . Rasa kuatir bercampur percaya diri saat membuka email tersebut dan demikian penggalannya:

“Dear Jerry

Congratulations!

Your application for a higher degree research scholarship tenable at Macquarie University was recently considered in the 2011 IPRS/iMQRES Round. Competition for this round of awards is always very strong, with a highly qualified field of candidates, and the number of available IPRS is limited. It is my pleasure to let you know that you have been recommended to receive an International Macquarie University Research Scholarship (iMQRES) for commencement in first semester 2012, awarded by the University for highly rated scholarship applicants.” Praise God

Aku menangis membacanya dari kota Ende tempat dimana aku melakukan penelitianku dan akan kembali melanjutkan penelitianku disana mengenai kematian balita. Aku teringat masa-masa sulit saat studi diploma 3 dimana aku sering telat bayar uang kuliah…TETAPI mimpiku menjadi kenyataan. Dari D3 menuju S3 tergapai…Meskipun terowongan atau PhD tunnel ku baru dimulai, tetapi keretaku akan terus mencapai tujuan akhir yaitu gelar doktor.

Sobat, jangan pernah percaya bahwa orang-orang berkata lupakan mimpimu…TIDAK! kamu bisa dan kita semua biasa.

Hidupilah mimpi-mimpimu dengan kerja kerja, terus mengasah kemampuan bahasa inggris (especially writing), bertanyalah kepada sahabat-sahabatmu di www.motivasibeasiswa.org atau milis beasiswa atau bahkan pada diriku sendiri, belajar dari kegagalan sebelumnya, mintalah doa dan restu dari orang tua dan keluarga serta akhirnya berdoalah pada Tuhan yang mengetahui segala rancangan dalam hidup kita dan memberkati hidup kita.

manusia bisa berkata tidak mungkin, but in GOD All things are
possible, Amin.

Dari D3 menuju S3…TENTU BISA.

Live from Sydney,
Jerico F Pardosi, AMKL (D3), SKM (S1), MIPH (S2)…and the story to be
continue…
Yahoo Messenger       : coucow2003
Skype                          : jerico.pardosi
Facebook                     : Jerico Franciscus Pardosi
Twitter                                    : Pardosi_Sinurat

51 Komentar di Posting “Jerico Franciscus Pardosi: “Dari D3 menuju S3,, APA BISA?”

  1. perjuangan tanpa henti pasti membuahkan hasil. so, tinggal tunggu timing nya aja. tp, dgn membaca posting ini sy jadi tambah semangat buat kejar beasiswa. :)

  2. Halo Hairiah, Salam kenal yah. Tetap semangat meraih mimpi. Dimana ada usaha, pasti ada jalan. Tetap berusaha dan berdoa.

  3. tidak ada kata selain “Saluttt….appara” Semakin termotivasi dengan artikel appara buat. Mohon kiranya appara membantu saya meraih S3 di Macquarie University. Thanks pra

  4. Salam kenal kak Hairiah, Saya sangat tertarik dengan pengalaman anda. Anda luar biasa.
    Dan 1 semester lagi saya selesai D3 dan sangat berminat untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri. kalau Kk berkenan mohon bantuannya untuk memberikan informasi mengenai beasiswa D3 ke s1

    • Halo Riki. Semangat untuk menyelesaikan D3 yah. Untuk informasi beasiswa dari D3 ke S1, kakak belum banyak tahu, tapi bisa ikuti perkembangan beasiswa yang ada di grup facebook motivasi beasiswa yah. Happy Hunting yah Riki.

  5. hai kk, aku anisa tahun ini tahun ini lulus D3 kesehatan lingkungan di poltekkes medan, mohon informasin nya kk untuk melanjut ke D3 ke s1 atau pekerjaan juga bisa kk

  6. Halo kak Jerico Franciscus Pardosi, aku Angga Dwi Putra. Pertama aku bangga dengan anda kak bisa kuliah dengan tiada henti berjuang. kak Jerico Franciscus Pardosi aku masih semester 2 tapi keinginanku untuk melanjutkan jenjang S2 sangat besar. bolehkah kak Jerico Franciscus Pardosi memberikan saran-saran dan motivasi supaya saya dapat mempersiapkan diri kelak kesana? Terima kasih. GBU.

  7. Halo Anisa,

    Wah D3 nya dari jurusan yang sama yah. Semangat untuk menyelesaikannya dengan maksimal. Untuk lanjut ke S1 bisa ke Fakultas Kesehatan Masyarakat misalnya di USU atau di kota lain. Untuk pekerjaan bisa dicari lowongan yang sesuai dengan kesehatan lingkungan misalnya di rumah sakit, laboratorium, atau bahkan di perusahaan tambang. Selamat berjuang dan dilarang menyerah yah dek.

  8. Halo Angga,
    Salam kenal juga. Tips yang utama adalah belajar dengan tekun dan juga meningkatkan kemampuan bahasa inggris. Jangan lupa tuk bersyukur yah. GBU too mate.

  9. Hallo bang Jerico,
    Saya Dewi Simamora berasal dari Medan. wahh bangga punya saudara yang berkarya di Ausi.
    saat ini saya sedang menjalani semester 3 dari 4 semester di Binus University, program S1,Information System.
    Besar harapan saya dapat mengikuti jejak abang jerico. Mohon bimbingan atau informasi dari bang jerico terkait dengan beasiswa luar negeri. YM nya saya add boleh ya bang, ada banyak hal yang mau saya tanyakan. hehehe
    Terimakasih

    • Hallo Dewi,

      Horas. Amin. Kamu juga bisa dek. YM abang coucow2003. Siap membantu dek. Selamat belajar dan bekerja keras yah.

  10. Salam kenal, saya dina. Tahun ini saya berencana ingin melamar beasiswa ads(aas) S2 public health, yg ingin saya tanyakan adalah, bagaimana sistem s2 public health di australia, krn pada form pendaftaran, utk program s2 terbagi menjadi coursework, reseacrh dan kombinasi. Apakah s2 public health ada yg coursework saja? Jika kita hanya mengambil coursework apakah itu jg diakui setara s2 di Indonesia? Jika berkenan, saya ingin sharing lbh lanjut mengenai program aas yg penulis ketahui, khusus nya untuk jurusan public health. Terimakasih sblmnya, dtinggu ya balasan nya… :)
    Email : dinabasyarial@yahoo.com

  11. Halo Dina.

    Salam kenal juga dari Sydney. :)

    Untuk S2 Public Health di Australia tersedia juga bila ingin coursework saja, biasanya dari 1-2 tahun masa studi tergantung jurusannya. Untuk penyetaraan ijazah dapat dilakukan di Direktorat Pendidikan Tinggi dan daftar via online. Dengan senang hati siap membantu Dina. Saya juga akan balas via email juga yah. Semangat dan dilarang menyerah.

  12. Sangat termotivasi bang..
    apalagi untuk saat ini, yang sering pesimis.
    saya mahasiswa Teknik Telekomunikasi d3, bisa minta email abang.?

  13. halo kak jerico, aku mau kuliah tahun ini dan aku ternyata lolos di D3 teknik sipil. tapi keluargaku banyak yang ga setuju dengan pilihanku ini. aku harus bagaimana kak? apakah susah masuk ke program kelanjutan studi di indonesia?

    • Halo Tami. Jangan kuatir. Tami bisa jelaskan kepada orang tua alasan pemilihan jurusan tersebut. Untuk masuk ke program kelanjutan studi di Indonesia untuk jurusan tersebut kk tidak banyak tahu. Kalau ada informasi lebih lanjut kk akan info yah. Semangat tuk kuliahnya!

  14. Dear mas Jerry,
    saya sangat termotivasi baca kisahnya. Kebetulan saya juga lulusan D3 Ilmu Komunikasi IPB tahun 2009. Saat ini saya Bekerja di Bank Bukopin, Unit Customer Care sejak 2011. Sebelumnya saya bekerja di Trans TV tahun 2010. Mohon infonya mas terkait beasiswa dari D3 ke S1. Terima kasih atas respon dan informasinya :)

  15. aku kuliah D3 okupasi terapi di UI bang,, kira-kira ada untuk ekstensi S1 ke ausi ga sih? atau harus ambil ekstensi s1 diIndonesia dulu? minta sarannya bang Okupasi terapi bisa ambil ekstensi kesehatan lingkungan ga?
    jurusanku masih langka gitu.. kata senior aku ekstensi bisa ambil kesmas atau ga psikologi..
    email yah bang mila.heben@hotmail.com

  16. Wah, pak jerico kereeen pak. Pak perkenalkan saya diana. Saya mahasiswa kesehatan masyarakat di salah satu instansi kesehatan di Yogyakarta. Saya mau nanya beberapa hal pak mengenai beasiswa yg di Queensland. Boleh minta emailnya pak?

    Diana-Yogyakarta
    dyana.setya@yahoo.co.id

  17. Syahlom bg ak baca story beasiswa abg salut liatnya bg . Kebtulan bg ak pingin kali beasiswa ke luarnegri . Aku baru tamat dri d3 kimia analis usu bang 2september 2014 bg . Gimana ya bg biar bisa kyk abg ?
    Makasih bg

    • Halo Ana,

      Terima kasih dek. Jangan putus asa! Lanjutkan studi ke S1 dan persiapkan kemampuan bahasa inggris serta minat studimu. Semangat yah!

  18. Kak, sebagai yang udah pengalaman dalam perburuan beasiswa nih.. Kakak punya referensi gak beasiswa buat tamatan d3 yang ingin lanjut S1 di LN? Sebelumnya salam kenal dan terima kasih atas share pengalamannya yg bermanfaat kak…

    • Halo Dela,

      Untuk beasiswa yang tersedia di LN mayoritas dengan syarat sudah S1. Jangan menyerah yah! lanjutkan studi S1 sambil kerja dan terus persiapan kemampuan bahasa inggrisnya. Semangat!

  19. Kak, saya mau tanya karna sy pesimis. Sy d3 statistika dari ITS. Sedangkan sy mau melanjutkan untuk s1 nya, di institut sy tersedia program LJ atau lintas jalur ke s1. Tapi tahun depan untuk statistika diganti lintas jalur ke d4. Sedangkan sy ingin s1. Apakah diluar negeri utk statistika ada? Kalo ada sy bs cari dimana ya kak? Mohon bantuannya.. Krn saya cr dinternet jarang ada yg menawarkan beasiswa ataupun sekolah ekstensi dari d3 ke s1 untuk jurusan yg saya ambil.

  20. Kak, saya mau tanya karna sy pesimis. Sy d3 statistika dari ITS. Sedangkan sy mau melanjutkan untuk s1 nya, di institut sy tersedia program LJ atau lintas jalur ke s1. Tapi tahun depan untuk statistika diganti lintas jalur ke d4. Sedangkan sy ingin s1. Apakah diluar negeri utk statistika ada? Kalo ada sy bs cari dimana ya kak? Mohon bantuannya.. Krn saya cr dinternet jarang ada yg menawarkan beasiswa ataupun sekolah ekstensi dari d3 ke s1 untuk jurusan yg saya ambil. Terimakasih kak

    • Halo Eka,

      Terima kasih untuk pesannya. Maaf terlambat sekali membalasnya. Untuk beasiswa dari D3 ke S1 memang sudah sangat jarang kalaupun ada biasanya hanya partial dan dengan dukungan tertentu misalnya hanya uang semester atau hanya living allowance saja. Saran saya lanjutkan ke S1. Untuk jurusan statistik banyak sekali tinggal pilih di Eropa, US atau Australia. Salam kenal yah dek.

      Semangat!

    • Horas Eben,

      Paling tidak aku musti panggil lae neh. Wah selamat yah sudah lulus. Untuk beasiswa S1 yang saya tahu dalam bentuk uang kuliah atau uang buku. Mau lanjut kemanakah lae? Salam semangat yah! God bless

  21. Salam kenal pak Jery, perkenalkan saya arif, dari ternate maluku utara, saya membaca tulis anda “dari d3 menuju s3″ it was inspiring me a lot. Terimakasih tulisannya, begini pak ,Saya mencari2 informasi di milis beasiswa terutama beasiswa AAS, nah stelah membaca tulisan anda, saya ingin bertanya ,saya yakin anda bs membantu saya menjawap pertanyaan krusial saya ini, hopefully, saya ingin mengambil master di flinders unv dgn program mastef of education konsentrasi Asia studies , namun saya bru lulus s2 saya juga dsbuah universtas swasta di jogja, sy blm brani ambil ke jenjang doktoral krna merasa pnglaman riset sy blm meumpuni,lagian penhlaman kerja sy juga terasa blm pantas untuk mengmbil doktor dluar negeri, sy ingin ambil lagi program master seklian enhance my english proficiency, pertnyaan sy apa pihak AAS masih memberkan ksmpatan kepda sy kalo sya sudah s2,? Atau sy tdk perlu mengungkapkan klo sy sudah s2? Sedngkan bbrp program s2 sy bisa menmba nilai ples di cv saya, apa yg hrus sy lakukan pak Jeri, mohon respondnya pak jeri. Terimakasih,

    • Salam kenal juga mas Arif. Terima kasih sudah membaca pengalaman saya dan semoga memotivasi pemburuan beasiswa yang sedang dilakukan.

      Honesty is the best policy. Saran saya lanjutkan saya mas pengajuan beasiswa AAS nya. Dalam pertanyaan terkait mengapa melanjutkan studi di Australia, mas Arif juga bisa menjelaskan alasannya lebih detil tetapi jangan hanya menyebutkan untuk memperlancar bahasa inggris.

      Saran lain adalah menghubungi langsung pihak AAS dan berdiskusi dengan mereka. They are so helpful kok. Semoga ini menjawab pertanyaan mas Arif. All the best untuk aplikasi beasiswanya dan jangan lupa share ke website ini.

  22. Wah mas hebat ya
    Saya Romy, baru dapat kuliah di pts sidoarjo, saya juga ingin melanjutkan S2 di luar negeri, mengingat saya sudah gagal dan kecewa berat tidak diterima di ptn jalur SNMPTN & SBMPTN, persiapan apa saja untuk 4 tahun bisa melanjutkan ke sana ?
    Sebelumnya terima kasih

    • Halo mas Romy. Terima kasih telah membaca pengalaman beasiswa yang saya alami. Semoga memotivasi mas Romy dalam menggapai impiannya.

      Jangan terlalu lama kecewanya mas Romy! bisa sakit gigi lagi..hehehe. Move on dan paling tidak masih bisa lanjut kuliah kan. Masih banyak loh teman-teman kita yang ingin sekali melanjutkan kuliah seperti mas Romy.

      Persiapan apa saja untuk 4 tahun mendatang?
      1. Persiapan bahasa Inggris (IELTS, TOEFL)
      2. Hasil studi yang baik (memenuhi persyaratan IPK yang diinginkan beberapa pemberi beasiswa misalnya diatas 3.0)
      3. Sering bertanya pada penerima beasiswa
      4. Pastinya tekuni bidang studi tersebut karena bidang studi tersebut yang akan dilanjutkan ke tahap berikutnya.
      5. Teruslah menulis
      6. Bergabung di grup beasiswa

      Dan ini yang paling penting neh. Terus berdoa dan belajar dengan taat. Selamat berkuliah yah mas Romy.

  23. Saya sangat salut dan sangat termotivasi dengan bg jerry , saya mau cerita sedikit bg saya dr d3 komunikasi di IPB tapi keluarga saya banyak yang menyuruh untuk mengulang sbm tahun depan tapi saya masih ragu karna memikirkan biaya,umur dan sebagainya menurut bg gimana ?
    Dan satu lagi ekstensi di IPB sudah di tutup dan digantikan dengan d4 lebih baik saya mengambil s1 baru lanjut s2 atau ambil d4 lanjut s2 . Mohon reply nya ya bg

    • Halo Clara,

      Terima kasih telah mampir di lapak abang. :)

      Dalam menyikapi permohonan orang tua jangan lantas bilang tidak dulu. Coba tanya lebih lanjut maksud dan tujuan mereka minta Clara tuk mencoba lagi. Jangan patah semangat dulu!

      Abang mengerti maksudmu. Nah untuk dari D3 lebih baik ke S1 karena sudah jarang yang mau menerima D4 (bukan berarti tidak diterima). Kalau boleh lanjut S1 dan tekuni bidang studi yang kau jalani dengan kerja keras.

      Setelah S1 baru lanjut S2 dan bila sudah tahu mau kemana, ada baiknya sering membaca pengalaman para penerima beasiswa tersebut. Info yah dek perkembangan mu berikutnya. Orang tua hanya sayang dan ingin yang terbaik tuk dirimu. Salam untuk orang tua dari kami yah.

  24. Saya sangat termotivasi sekali dengan anda. Saya dari d3 analisis kimia bang , mau lanjut s1 tapi banyak ptn yg gak buka alih jenis. Mau lanjut s1 luar negeri basic b.inggris kurang. Sarannya bang

  25. Salam kak, saya rinda. Lulusan d3 analis kesehatan. Btw, skg saya pns juga ada di bawah naungan badan litbang pusat dua. Kak, Apakah ada beasiswa dari d3 ke s1 di luar negeri untuk jurusan saya?

Leave a Reply to Jerico Pardosi Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>