Dibaca: 5,660 kali    Komentar: 11  

Akhmad Hadi Yudha Amrulloh: “Semua berawal dari mimpi”

“Mimpi…semua berawal dari mimpi”, pasti kalian akan mendengar kata-kata itu kawan ketika melihat film Sang Pemimpi karya Andrea Hirata. Iya, karena aku mulai menulis ini pun setelah aku melihat film itu. Seperti ketika aku mulai menulis mimpiku setelah membaca bukunya.

Semua berawal di tahun 2007, ketika aku lulus SMA Negeri 1 Bojonegoro kawan, karena tidak diterima mendaftar SNMPTN, AKMIL, dan beberapa yang lain maka aku terpuruk melanjutkan kuliah di Bojonegoro, kota kecil tanpa mimpi. Hari-hariku penuh dengan pagi bekerja di salah satu SMA swasta sebagai bendahara sekolah dan siang harinya pergi ke kampus, walau lebih sering pergi berorganisasi dari pada kuliah. Hingga tibalah saatnya seorang teman kecilku datang dengan lusinan semangat untuk memprovokasi hatiku yang gundah dengan sejuta janji manisnya. “kita kuliah di Malang, di sana kita bekerja untuk hidup kita dan mendapatkan beasiswa untuk biaya kuliah. Lalu setelah lulus kita dapat melanjutkan kuliah di luar negeri, seperti Andrea Hirata di University of Sorbone, Paris, Perancis.”

Kuliah diluar negeri?Perancis??University of Sorbone??? Bahkan mendengar nama itupun aku tidak pernah kawan. Apalagi memikirkanya?aku tidak tahu dari mana seorang kurus keriting mendapatkan nama keren, megah, Scientific, dan terkesan intelek sehingga dapat mengguncang hatiku. Akupun tidak habis pikir seorang yang 4 tahun menghabiskan hidup di pesantren bisa meyakinkan dan merubah total jalan hidupku. Dengan hasil kerja dan uang seadanya, akhirnya kami berangkat ke Malang untuk mencari universitas. Walau dengan ratusan kegagalan dan jutaan halangan kami tetap merantas. Bahkan dengan cucuran keringat dan aliran air mata. Akhirnya sekarang kami dapat kuliah di Malang. Aku di jurusan Matematika Universitas Negeri Malang dan dia di jurusan Sastra Inggris Universitas Brawijaya.

Dua tahun pertama semua janji manis itu tidak pernah aku reguk kawan, hanya kerja keras dan usaha yang menyiksa, yang semakin menipiskan asaku untuk kuliah di luar negeri. Bahkan aku sudah lancang menurunkan derajat mimpiku yaitu “hanya ingin menginjakkan kaki di luar negeri”.

Hingga tiba saatnya pada tahun 2011, aku mendapatkan kesempatan untuk pergi ke beberapa negara bagian United Kingdom, yaitu di Pembrokeshire,Wales dan London, England sebagai delegasi Indonesia bersama 3 pemuda lain untuk belajar tentang toleransi antar umat beragama, understanding betwen culture, dan promosi budaya Indonesia.

Saya menangis kawan!!karena seorang anak desa yang sekolah SD tanpa sepatu, dan dengan sekolah yang beralaskan tanah dapat ke luar negeri. Karena ini pertama kali saya naik pesawat terbang yang biasanya hanya saya lihat melintas diatas saya sambil teriak “baloon,,,njaluk duwike!!!”. Karena ini pertama kalinya menapak jejak di benua lain, dengan culture yang sangat berbeda. Karena ini sesuatu yang membanggakan orang tua. Dan karena ini serpihan kecil yang sangat manis dari mimpi itu. Kawanku!! Aku pergi sendiri dengan atas nama mimpi kita kawan!!

Dan aku belum puas kawan! Pada tahun 2012 saya mendapatkan lagi kesempatan mewakili bangsa Indonesia bersama 32 pemuda pilihan dari setiap provinsi di Indonesia menjelajah negeri jiran, Malaysia. Dengan bersaing bersama hampir 700 pemuda Jawa Timur saya inggin menbuktikan kepadamu kawan, bahwa kita seorang pemuda kampung Njojan dapat bersaing dengan pemuda kota yang perlente. Tahukah kau kawan ketika juri bertanya kepadaku, “apa tujuan kamu ikut program ini???” secara refleks saya menjawab “karena saya ingin membuktikan kepada sahabat saya yang telah menanamkan mimpi kepada saya, bahwa kita bisa!!”

5 tahun lagi kutunggu kau sambil meminum teh hangat khas Inggris di dekat sungai Themes London. 10 tahun lagi ku tunggu kau makan Escargot di dekat menara Eifel Paris, Perancis. 15 tahun lagi ku tunggu kau bersama menikmati dingginnya salju eropa sambil berbincang tentang anak-anak kita yang tumbuh dewasa, berteori tentang science dan berdebat tentang kemajuan bangsa kita.

Kemarin aku antar teman-teman kuliahku wisuda kawan, tanpa aku! Tetapi aku tetap masih bisa tersenyum lebar. Sekarang saya masih berkutat degan skripsi di semester 9, tetapi aku tidak kecewa dan merasa rugi kawan. Karena esok akan kulanjutkan mimpi ini bersamamu. Karena aku yakin suatu saat nanti tuhan akan memeluk mimpi-mimpi ini..

Email : akhmad.hya@gmail.com
Twitter : @akhmadhadiyudha
Blog : ceritayudha.wordpress.com

11 Komentar di Posting “Akhmad Hadi Yudha Amrulloh: “Semua berawal dari mimpi”

  1. yudha…..
    i like your writing, so inspiring,
    lets chase our dreams by hard effort and prayers,
    just be sure that God will help for sure…
    good luck for us..

  2. kakaaaaak,,,
    kakaaak emang luar biasaaaaa,,, gag salah kenal kakak,, trima kasih atas smua pengalaman yang dberikan pada saat Phase Indonesia di Jawa Timuur,, bangga bisa kenal kakak :)

    “SEMUA BERAWAL DARI MIIMPI” I’m creazy about this quote,, :)
    salam PEMUDA
    DELEGASI GORONTALO untuk IMYEP 2013
    Ali Ismawan Daud

  3. Sang Pemimpi, Andrea Hirata. Hampir semua orang yang berhasil meraih mimpi, mereka terinspirasi oleh Andrea Hirata. Ahh! Beliau juga penulis favorit saya! Sy harap sy bisa mengikuti jejak beliau, dan jejak Anda. Ke Inggris!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>