Dibaca: 6,851 kali    Komentar: 15  

Ardityo Hendi Prastowo : “Mewujudkan Mimpi Ibunda Tercinta”

Hari itu, seakan terngiang kembali di ingatanku.  Hari disaat ibunda tercinta bercerita tentang hal yang pernah beliau begitu impi-impikan semasa beliau masih muda.  Air mata beliau menetes, saat terucap betapa beliau begitu ingin bersekolah setinggi mungkin, namun kendala biaya menghalangi.  Hingga saat itu, keinginan besar tetap beliau pendam hingga berkeluarga, dan melahirkan seorang putra dan putri ke dunia.  Dua puluh tujuh tahun berselang, putra sang ibunda berjuang dan menikmati hasil setiap perjuangan untuk mewujudkan mimpi mimpi beliau : bersekolah setinggi mungkin dengan beasiswa.  Ya, akulah putra beliau, seorang putra dari ibu dengan mimpi dan cita cita yang sederhana namun setinggi langit itu.  Namaku Ardityo Hendi Prastowo.

Aku terlahir di kota nan sejuk di propinsi Jawa Tengah, kota Magelang,  9 Maret 1986 silam.  Setelah lulus sekolah dasar dan sekolah menengah di Magelang pada tahun 2004, kuputuskan mengikuti tes Ujian Masuk (UM) Universitas Gadjah Mada di kota Yogyakarta.  Alhamdulillah, aku diterima di Fakultas Kehutanan UGM.  Masa masa perjuangan meraih mimpi ibunda pun dimulai.  Pertama kali di jenjang S1, kuterima beasiswa Supersemar pada tahun 2008, kemudian lulus sebagai sarjana Kehutanan pada tahun 2009 dengan predikat sangat memuaskan.  Enam bulan berikutnya merupakan masa masa penuh perjuangan.  Pada kondisi serba terbatas dan tak bergantung lagi pada orangtua, aku berjuang untuk mencari kesempatan melanjutkan sekolah di jenjang S2, sampai akhirnya aku diterima di Pascasarjana Fakultas Kehutanan UGM pada tahun 2010, puji syukur kehadirat Allah SWT.  Aku memperoleh beasiswa BPPS on-going dari DIKTI dengan prasayarat nilai TPA serta TOEFL yang cukup, dan bisa bersekolah S2 dengan beasiswa tersebut.  Kuputuskan untuk terus mendalami ilmu bioteknologi dan pemuliaan tanaman hutan yang sudah menjadi konsentrasi minatku semenjak duduk di bangku sarjana.  Namun demikian, usahaku untuk membuat mimpi ibu tercapai semakin indah tak berhenti hingga titik itu.

Pada tahun 2011, aku dinyatakan lolos bersama 4 orang mahasiswa Program Pascasarjana Fakultas Kehutanan UGM lainnya (Singgih Utomo, Eko Prasetyo, Indira Riastiwi dan Bapak Soedjarwo) untuk mengikuti Student Exchange Program ke Jepang dengan tema “Field Seminar in Temperate Forest Around Mount Fuji”.  Syarat untuk dapat mengikuti program pertukaran pelajar tersebut yakni nilai skor tes TOEFL tinggi, dan alhamdulillah aku meraih nilai ITP TOEFL 550 serta skor Tes Potensi Akademik (TPA) 638, sehingga lolos dan menjadi konektor antara UGM dan Shizuoka University untuk segala urusan diskusi dan kontak dengan kemampuan bahasa Inggris yang dinilai cukup baik.  Program pertukaran pelajar tersebut merupakan hasil kerjasama Universitas Gadjah Mada dan Shizuoka University, yang bertujuan untuk membuka peluang bagiku dan rekan-rekan untuk menjadi kandidat kuat peraih beasiswa S3 dengan konsentrasi bidang Silvikultur di Shizuoka University dan Gifu University, Jepang.  Kuingat detik-detik keberangkatanku dan kepulanganku dari Jepang, kebanggaan terpancar dari mata ibu disertai dengan senyum bahagia beliau.  Akan kulanjutkan lagi perjuangan ini, demikian tekadku untuk menjawab mimpi mimpi beliau.  Sayang, karena konsentrasi minat program Doktoral yang ditawarkan tidak sesuai dengan konsentrasi minatku, akhirnya aku belum diajukan menjadi kandidat terpilih tersebut.  Kecewa, pasti.  Tapi aku tidak mau patah semangat, bagiku seribu jalan menuju Roma, seribu jalan menuju mimpi kita !  Akhirnya setelah lulus kuliah S2 pada tahun 2012 dengan predikat sangat memuaskan, aku putuskan untuk bekerja mengumpulkan modal demi persiapan meraih mimpi selanjutnya : meraih beasiswa S3.

Setelah sempat bekerja sebagai karyawan Bank BUMN di Jakarta dan perusahaan HTI Korea Selatan di Kalimantan Tengah, aku kembali ke Yogyakarta pada akhir Mei 2013 untuk mempersiapkan diri mengajukan aplikasi beasiswa S3 BPPDN dan LPDP.  Tak lupa sosok ibunda selalu mendampingi dengan dukungan moril dan spiritual as always she does,  terkirim doa beliau selalu merestui perjuanganku dari kota kelahiranku tercinta.  Setelah menanti selama dua bulan dengan kondisi serba terbatas selama tinggal di kontrakan kecil di Yogyakarta, akhirnya perjuanganku mulai membuahkan hasil.  Ya, setelah mengikuti Tes Potensi Akademik di UGM untuk syarat akademik (mengingat sertifikat TPA yang lama masa berlakunya telah kadaluarsa) pada awal bulan Juni 2013, alhamdulillah aku meraih skor 600 dari skor 550 yang dipersyaratkan.  Sementara untuk syarat nilai TOEFL ITP, sertifikat yang kupunya masih berlaku dengan skor 550, dari yang dipersyaratkan 500 untuk beasiswa S3 BPPDN.  Akhirnya hari pengumuman penetapan status akademik  dari Perguruan Tinggi Penyelenggara (PPs), dalam hal ini UGM, pun tiba.

Pertengahan bulan Juli 2013, alhamdulillah aku ditetapkan sebagai pelamar beasiswa yang lolos seleksi administrasi dan akademis beasiswa S3 BPPDN di UGM.  Meskipun pengumuman ini belum merupakan SK penetapan penerima beasiswa, setidaknya aku telah masuk nominasi dan menjadi kandidat kuat peraih beasiswa S3 BPPDN 2013.  Sembari tetap menunggu pengumuman lamaran beasiswa LPDP-ku ke Goettingen University (Jerman), aku akhirnya sampai di titik mimpi yang hebat ini, di usiaku yang ke 27, dan akan terus melanjutkan mimpi-mimpi ibundaku tercinta J

Mari kawan, bersama kita meraih mimpi !! J

Salam sukses selalu, Wassalamu’alaikumJ

15 Komentar di Posting “Ardityo Hendi Prastowo : “Mewujudkan Mimpi Ibunda Tercinta”

  1. Saya salut perjuangan anda begitu gigih mungkin karena doa restu dari seorang ibu yang tidak mengenal capai demi anak tercinta dan salam sukses untuk anda

    • Asslm. Salam kenal Ibu Tri Lestari,:-) Terimakasih atas komentar ibu yang luar biasa dan positif, Alhamdulillah ya Allah. Mari kita bangun Indonesia yang lebih baik dengan menggapai mimpi, meraih cita dengan restu ibu, bismillah,:-)

    • Terima kasih kawan, insya allah selalu ada jalan bagi kita untuk menempuh dan meraih mimpi-mimpi kita,:-) Kamu juga pasti bisa,:-) Hehe,kowe lanang juga kok Yoggy,:-)

  2. Super sekali. Saya juga sangat menginginkan hal tersebut. Dengan adanya post anda ini menjadi motivasi kuat buat saya untuk melanjutkan kuliah

    • Tetap semangat saudara Jenrison Nainggolan,:-) Percayalah, bahwa semakin kita termotivasi untuk melanjutkan kuliah, semakin terbuka peluang dan mimpi mimpi kita untuk membangun Indonesia yang lebih baik, insya allah.

      • Namun dengan lulusnya saya dari SMK Kehutanan ini kami ditawarin beberapa tempat kerja yaitu instansi pemerintah, bumn, dsn perusahaan. Saya hanya mengkhwatirkan diri saya sekiranya lulus kuliah tidak mendapatkan kerja. Disini juga ada beasiswa kuliah dari perusahaan yang menawarkan kerja untuk melanjutkan kuliah. Menurut kakak apakah sebaiknya saya ambil atau tidak?

    • Alhamdulillah baik mbak Baroroh,:-) Aamiin, makasi doamu mbak. Insya allah saya melanjutkan S3 di luar negeri, doakan saja lancar dan sukses,:-) Mbak gimana kabarnya? Sehat sehat kan? Sukses selalu ya mbak!

  3. Pingback: Jenjang Pendidikan Belum Tentu Cerminan Keterdidikan | Mohamad Sani

    • @Jenrison Nainggolan : Anda bisa memilih jalur yang terbaik saudara Jenrison. Baik itu di jalur pegawai negeri,swasta maupun BUMN,anda akan tetap punya peluang untuk mengajukan beasiswa seperti LPDP misalnya. Tentukan di ranah pekerjaan mana anda sesuai,lalu ambillah beasiswa ke pendidikan yang lebih lanjut.
      @Ricardo : Saudara Ricardo,anda tidak perlu cemas,karena peluang di bidang kehutanan sangat besar. Intinya,berusaha semaksimal mungkin dulu dengan fokus,insya allah selalu ada jalan dari Allah SWT.

  4. assalamu’alaikum.. :)
    mau tanya kak, dengan prestasi kakak yang begitu gemilang ini, apakah selama menjadi mahasiswa banyak mengikuti organisasi-organisasi yang ada di kampus? terima kasih..
    wassalamu’alaikum.

Leave a Reply to jenrison nainggolan Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>