Dibaca: 2,801 kali    Komentar: 4  

Nur Muhammad Malikul Adil:”Tips Sukses Beasiswa IELSP”

Nur Muhammad Malikul AdilUnited States of America (USA), sebuah negara yang namanya selalu terngiang-ngiang di telingaku. Sebuah negara yang auranya terpancar menusuk jiwaku. Negara dengan kemajuan teknologinya tak terjangkau oleh imajinasiku serta negara yang kemasyhuran engineer dan scientist nya selalu memberiku semangat yang menyala-nyala. USA adalah negara dengan kebebasan “norma”nya selalu menggoda imanku, yang pada akhirnya berhasil kujelajahi dengan kedua kakiku.

Pagi itu, udara kota Bandung cukup sejuk. Aku mendatangi kampus Ganesha untuk melakukan rutinitasku; duduk manis di depan kelas dan mendengar Pak Dosen menjelaskan kuliahnya. Seusai kelas, aku pergi menuju kampus UNPAD untuk bertemu dengan temanku. Tanpa sengaja aku melewati sebuah ruangan yang memajang sebuah majalah dinding di kampus itu. Entah apa gerangan yang terjadi padaku hingga tanpa sadar mataku terfokus pada  sebuah pengumuman di salah satu majalah dinding tersebut. Tanpa kuduga rupanya ada sebuah pengumuman beasiswa untuk belajar bahasa di Negri Paman Sam.

Selepas dari kampus UNPAD, kubulatkan tekadku untuk apply beasiswa tersebut. Berkas-berkas yang dibutuhkan juga sangat standar; mengisi formulir, TOEFL, sertifikat kejuaraan atau kepanitian (kalau ada), dan surat rekomendasi dari dosen/pihak kampus setempat.

Awalnya aku ragu, apakah aku bisa menembus beasiswa tersebut. Mengingat kuota beasiswa itu hanya untuk 72 orang se-Indonesia. Dan yang lebih membuatku sedikit ragu adalah jatah untuk ITB hanyalah 1 orang. Di lain sisi, aku mendapat informasi bahwa tahun lalu ada sekitar 40 orang dari ITB yang melamar beasiswa ini. Mentalku pun semakin down, sebuah pertanyaan besar memenuhi pikiranku: “Apakah aku mampu bersaing dengan orang-orang hebat dengan skala 1:40?”

Bagaimanapun juga, aku tidak boleh patah arang! Langkah pertama yang aku ambil adalah perkuat niat dan  juga meminta doa kepada orang tua agar Allah memperkuat tekadku dan memudahkan langkahku. Selain niat, aku juga harus bisa fokus pada diriku sendiri, bukan pada orang lain. Jangan melihat seberapa banyak orang yang bersaing denganmu, lihat dan perbaiki saja kualitas dirimu!

Setelah membulatkan niat dan juga fokus, langkah kedua yang kuambil adalah membagi informasi ini kepada seluruh komunitas yang aku terlibat di dalamnya. Aku memberikan informasi ini kepada teman-teman di himpunan, Forum Indonesia Muda, PPSDMS, dan lingkungan lainnya. Mungkin terlihat aneh memang, aku ingin menang tapi aku malah berbagi informasi yang mengakibatkan jumlah sainganku bertambah. Tapi itulah yang kulakukan, karena dengan berbagi informasi aku bisa lebih semangat dan juga hal ini bisa menjadi cambuk untuk diriku sendiri agar benar-benar merealisasikan rencana yang telah kubuat. Karena seringkali manusia lupa rencana jika tidak ada tekanan yang memaksa untuk melakukannya.

Kupaksa jari ini untuk menekan keyboard agar formulir dan dokumen-dokumen lain dapat terisi sesegera mungkin. Ingat, menunda mengisi formulir sama saja menunda keberhasilan karena semakin cepat formulir terisi, semakin luang waktu kita untuk memeriksa kembali isi formulir tersebut.

Mungkin akan membutuhkan waktu cukup banyak mengisi formulir tersebut, karena pengisian formulir mensyaratkan penggunaan Bahasa Inggris. Dan sebisa mungkin kesalahan grammar dan kosa kata dapat diminimalisir. Jangan bertele-tele dalam menyampaikan isi gagasan; singkat, padat, dan jelas. Pengirim berkas berkisar antara 1000 orang. Dari sekian banyak orang yang mendaftar, tidak semuanya diundang ke tahap seleksi wawancara. Yang mendapatkan undangan hanyalah yang berkasnya beruntung mendapat perhatian penyeleksi, oleh karena itu jangan lupakan aspek penampilan dan isi berkas yang singkat, padat, dan jelas tadi.

Sembari menunggu selesainya pengisian berkas, sebaiknya kita meminta surat rekomendasi terlebih dahulu. Seperti yang sudah kita ketahui jika surat rekomendasi tidak bisa langsung jadi dalam 1 hari. Kita bisa meminta kepada dosen yang kita kenal, dosen pembimbing Tugas Akhir, atau juga dosen wali. Jika tidak ada dosen yang kita kenal dan dosen wali sedang bepergian ke luar kota, kita bisa meminta kepada Kepala Jurusan atau Dekan Fakultas dengan menghubungi pihak Tata Usaha setempat. Walaupun surat rekomendasi yang diminta hanya 1, namun alangkah baiknya jika menyiapkannya lebih dari 1 surat, karena surat rekomendasi ini menjadi aspek penting dalam faktor kelulusan beasiswa.

Siapkan juga sertifikat-sertifikat yang kita miliki; jangan terlalu banyak, maksimal 3 lembar fotokopi sertifikat terbaik yang kita miliki.  Jika kita memiliki publikasi; baik itu publikasi artikel, conference paper, journal paper, ataupun publikasi lainnya, lampirkan saja karena bisa menjadi nilai tambah bagi kita untuk melaju ke jenjang berikutnya. Ingat, Pengiriman berkas jangan sampai telat, karena tidak telat saja sudah ada 1000 berkas yang terkirim. Kalau sampai telat, tentu akan lebih ‘membahayakan’ berkas kita!

Setelah semua berkas terkirim, doa pun aku panjatkan agar diberikan jalan terbaik oleh-Nya. Tentunya doa di waktu-waktu mustajab sangat dianjurkan. Seusai mengirimkan dokumen ke Jakarta, aku kembali ke kota Semarang untuk melanjutkan Kerja Praktekku di PT. Indonesia Power UBP Semarang. Sepanjang perjalanan dalam Kereta Api Senja Utama, kupanjatkan doa kepada Illahi Robbi agar mengabulkan semua hajat yang terbaik untukku, termasuk kelulusanku di seleksi beasiswa ini.

Di tengah desingan turbin yang sangat kencang, telpon pun berdering dan tanpa menunggu lama langsung kuangkat telponku. Betapa girangnya ketika mengetahui bahwa yang menelpon adalah pihak pemberi beasiswa, aku lolos seleksi tahap pertama! Mereka memintaku untuk datang ke Bandung, tepatnya di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) agar bisa mengikuti wawancara sebagai seleksi akhir beasiswa IELSP.

Yang harus dimiliki oleh seseorang ketika sedang menghadapi wawancara adalah PEDE (Percaya Diri). Bagaimana agar memiliki sikap percaya diri tersebut? Kita harus tenang terlebih dahulu sebelum mengikuti wawancara. Tarik nafas dalam-dalam dan hilangkan semua masalah dalam pikiran. Fokus kepada pertanyaan dan jangan menjawab melenceng dari pertanyaan.

Selain menilai dari isi jawaban, yang menjadi patokan lain dalam penilaian adalah Intgritas dan kepemimpinan. JANGAN sekali-kali berbohong dalam wawancara! Mengapa? Karena kebohongan yang kita lakukan akan menghasilkan kebohongan berikutnya dan pada suatu waktu Anda terlihat gugup karena berbohong. Secara otomatis Anda akan langsung dicoret. Selain itu, kepemimpinan pun akan diujikan dalam tes wawancara. Misalnya Anda pernah menjadi ketua organisasi “A”, dan ketika diminta cerita kegiatan apa saja yang dilakukan, Anda menjawab dengan jawaban “saya” atau “aku”, yang menceritakan seolah-olah Anda adalah orang yang paling hebat. Hal ini buruk dalam wawancara karena Anda dinilai kurang bisa bekerja sama dan kurang bisa mengapresiasi kerja kelompok, gunakanlah kata “kami” yang menunjukkan bahwa Anda mampu bekerja sama dengan baik.

Tunjukkan pula dalam wawancara bahwa Anda adalah orang yang memiliki kepedulian sosial, baik terhadap masyarakat sekitar atau terhadap daerah asal Anda. Ketika aku ditanyakan tentang kegiatan apa saja yang pernah dilakukan, aku menjawab bahwa aku pernah mengajar anak-anak jalanan di Kota Bandung, selain itu aku pernah terlibat aktif dalam penggiatan acara pameran pendidikan tinggi di sma-ku dan di kota asalku, Cirebon.

Selain integritas, kepemimpinan, kepedulian sosial, nilai tambah lain dalam wawancara adalah ketika Anda menguasai bidang yang sedang Anda geluti. Misalnya saja Anda memiliki background jurusan Teknik Mesin. Anda menemukan bahan bakar alternatif yang terbuat dari kulit kacang, dan Anda pernah menjuarai kompetisi Alternatif Energi atau Anda pernah menelitinya dan membuat paper dari hasil penelitian Anda serta mengikutsertakan paper tersebut dalam conference energy, dan lain sebagainya.

Ketika aspek ketenangan, integritas, kepemimpinan, kepedulian sosial, dan keilmuan telah Anda miliki dengan baik dan pewawancara sudah mengetahui semuanya, maka yang Anda lakukan adalah berdoa. Berdoa kepada Allah agar mendapat hasil yang terbaik. Karena bagaimanapun juga, Allah lah yang membolak-balikkan hati manusia.

Badanku terkulai lemas, wajahku pusat pasi, bibirku bergetar, dan tanpa kusadari butiran-butiran air luruh dari mataku ketika mengetahui bahwa aku lolos beasiswa ini. Aku terpilih menjadi salah satu penerima beasiswa dan akan diberangkatkan ke University of Kansas (KU) untuk mengikuti program pelatihan Bahasa selama 8 minggu disana. Dari 72 penerima beasiswa, 18 diantaranya ditempatkan di University of Kansas. Kelak, perjalanan di USA ini adalah salah satu pengalaman terbaik yang pernah Allah karuniakan kepadaku. Gema tahmid tak henti-hentinya terucap dari lisan ini sebagai tanda syukur atas karunia-Nya yang tiada terkira.

Akhirnya pada hari Senin tanggal 30 Mei 2011, bersama 17 orang delegasi penerima beasiswa IELSP, kami berkumpul di Bandara Soekarno-Hatta. Kami bersiap meninggalkan Indonesia untuk mengejar mimpi ke negeri Paman Sam. Lebih kurang selama dua bulan aku menghabiskan hari-hariku di University of Kansas, Kota Lawrence, Negara Bagian Kansas. Aku tidak hanya memiliki teman, tetapi aku juga memiliki sebuah keluarga baru:  Keluarga besar IELSP Cohort 9 The University of Kansas.

Nur Muhammad Malikul Adil (Teknik Mesin ITB 2007/ IELSP Cohort 9 The University of Kansas).

4 Komentar di Posting “Nur Muhammad Malikul Adil:”Tips Sukses Beasiswa IELSP”

  1. Alhamdulillah saya sangat terinspirasi membaca tulisan ini, sungguh luarbiasa semangat dan juga perjuangan yang telah dilakukan hingga menghasilkan sesuatu yang manis. Insyallah intergritas, kepemimpinan dan kejujuran adalah hal yang harus dijaga dan ditanamkan dalam diri kita. Terima kasih atas insprasi dan semangat yang telah dilakukan :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>