Dibaca: 10,051 kali    Komentar: 57  

Emaridial Ulza: “Kertas Lusuh kakekku Membawaku ke Russia”

Emaridial UlzaBismillah..Perkenalkan nama saya Emaridial Ulza, anak kampung yang berada di perbatasan Provinsi jambi dengan Sumatera Barat (Kabupaten Kerinci). Saya adalah seorang pemimpi yang luar biasa kawan, setelah didiagnosis orang GAGAL.heh. Entahlah kawan. Saya tidak tahu kenapa gagal selalu datang dalam hidup saya seakan tidak ingin pergi di dalam hidup saya, sedih memang, tapi itulah kenyataanya kawan….

Biarkan saya sedikit menceritakan kisah hidup kegagalan saya kawan sebelum saya menginjakan kaki ke Negeri Beruang Putih ini. Sebenarnya saya merasa tidak pantas menuliskan cerita saya ini,mengingat saya belum ada apa-apanya dibandingkan dengan para penerima beasiswa lainnya, namun saya merasa berhutang budi dengan website www.motivasibeasiswa.org terutama sang penggagas mas/Senior Tony Dwi Susanto.Kenapa tidak, karena website inilah, mimpi-mimpi saya yang sudah pudar karena kegagalan demi kegagalan berhasil membangkitkan semangat saya kembali untuk meraih mimpi saya kuliah keluar negeri. Kawan.. semenjak mengenal website ini, saya hampir setiap hari mengunjungi website ini kawan, dan pada puncaknya ketika mas/senior Tony Dwi Susanto meluncurkan sebuah buku : “motivasi beasiswa” disanalah saya memimpikan kisah hidup saya menjadi bagian dari buku tersebut, namun karena ketika itu belum mendapatkan beasiswa keluar negeri ,saya hanya masuk di Kolom Komentar sahabat Motivasi Beasiswa yang terpilih ”. Teman-teman bisa cek di tanggapan sahabat motivasi beasiswa . Komentar saya terpilih untuk masuk di dalam buku tersebut. Ketika itu saya berpikir kawan .”yahh!!,  biarpun cerita hidup belum tertulis disini, setidaknya nama saya sudah tertera di buku ajaib ini”. heh.

Saya sangat memimpikan seperti sahabat-sahabat yang sudah mendapatkan beasiswa keluar negeri, Mereka adalah orang-orang yang luar biasa, masih ingat ketika itu saya membaca kisah hidup sahabat kita dari tukang parkir bisa kuliah ke Amerika, Guru sekaligus motivator mas Taufik Efendi peraih 8 beasiswa meskipun beliau mempunyai kekurangan,banyak lagi lainnya yang tidak bisa saya sebut satu persatu. Namun pada intinya kawan, dari sanalah saya membulatkan tekad .. saya harus SEPERTI MEREKA.

Biarkan saya memulai kisah hidup saya ketika masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Ketika itu , saya adalah anak-anak remaja SMP seperti biasanya kawan , bermain, pacaran, dan tambahannya kalau di kampung . Kami pergi ke ladang (lahan bercocok tanam petani) untuk mencari uang tambahan dan juga terkadang bermain, makan di bawah pohon-pohon yang rindang. Kawan.., mengenai keluarga saya, saya adalah anak kedua dari dua bersaudara . Ayah saya sudah meninggal ketika saya masih kecil ,bahkan saya tidak pernah tahu dan belum merasakan melihat beliau (saya hanya melihat beliau melalui foto) . Walaupun seperti itu kawan, saya bangga dan bahagia mempunyai Ibu yang sangat luar biasa dalam hidup saya, kakak saya, kakek, nenek, dll.

Keluarga saya sangat memanjakan saya apalagi kakek saya, apapun yang saya inginkan selalu dikabulkan walaupun itu harus menjual barang kesayangan beliau, maka dari itulah saya sangat dekat dengan kakek saya. Kakek saya sama sekali tidak pernah memarahi saya, saya selalu dibela jika ada yang memarahi saya, kawan.. Kakek saya adalah Kepala Desa Teladan di kabupaten saya, pada zaman Orde baru, Kakek saya juga merupakan orang pertama di kampung halaman saya yang menginjakan kaki di JAKARTA, dan orang pertama di kabupaten saya yang berjabat tangan dengan Presiden Soeharto ketika itu (kakek saya diundang ke Istana Negara atas prestasinya). Beliau selalu menceritakan kepada saya tentang sebuah mimpi Kawan.. Mimpi yang bagi orang kampung saya akan dikatakan seperti orang gila. Kenapa tidak, kakek saya selalu menanamkan dalam pikiran saya hal yang tidak akan pernah mungkin saya lupakan. “Suatu saat pergi lah keluar negeri Ulza. Tuntutlah ilmu di sana,nah di kertas ini tulislah mimpi mu. Jadilah orang yang membangkitkan batang terapung di keluarga ini dan biarkanlah Allah yang menjadi saksinya”. Maka di hari bersejarah itu, saya tuliskan mimpi – mimpi saya di sebuah kertas lusuh pemberian kakek saya kawan.. Ada 150 mimpi yang saya tulis, diantaranya , kuliah keluar negeri, bekerja di televisi, penulis buku ,dan menjadi ketua Osis. Ketika itu kawan, saya tidak terlalu serius, hanya ingin membahagiakan kakek saya saja, kertas itu saya simpan dan tersusun rapi di lemari saya karena sebuah nama yang namanya waktu.

Mengenai ibu saya kawan.., beliau adalah wanita terkuat yang pernah saya tahu di atas dunia ini kawan. Beliau hanya lah seorang wanita tamatan sekolah menengah pertama bahkan dikatakan belum sempat tamat kawan, hanya sebatas kelas dua . Karena ketika itu beliau dinikahkan oleh kakek saya (dulu tradisi di kampung saya wanita tidak penting sekolah, cukup hanya Sekolah Dasar mereka sudah dicarikan suami). Namun jangan salah kawan, kalau masalah hitung-menghitung beliau adalah jagonya. Wajar saja karena kami memang mempunyai warung kecil-kecilan warisan kakek saya ketika ayah saya meninggal. Dan semenjak ayah saya meninggal, sudah banyak orang yang datang bermaksud untuk menikahi ibu saya. Namun beliau selalu menolak. Entah kenapa dan beliau selalu tersenyum jika selalu saya tanyakan kenapa ibu menolak?. Ibu saya adalah orang yang sangat “cuek” tidak terlalu memusingkan sesuatu, namun sangat cekatan dalam mengurus segala sesuatu yang namanya masyarakat, darah ini turun dari kakek saya. Bahkan saya melihat, beliau cuek dengan anaknya, dan sangat perhatian dengan masyakarat, terutama majelis taklim yang beliau ikuti. Karena beliau sekretaris yang tidak pernah diganti dari tahun ke tahun , entah kenapa, ini juga sampai sekarang saya tidak tahu. Namun dibalik teka –teki itu semua, saya tahu cinta beliau kepada kami sangatlah besar. Terbukti beliau berhasil menyekolahkan kedua anaknya sampai sarjana.

Kawan, hari demi hari  di saat saya memasuki kelas 3 SMP saya terpilih menjadi ketua OSIS sekaligus ketua kelas 3B serta juga memecahkan rekor saya berturut dari kelas 1 SD – 3 SMP selalu ditunjuk menjadi Ketua Kelas. Namun dari sinilah awal cerita sebuah kegagalan Kawan. Ketika itu kawan, persiapan Ujian Akhir Nasional, saya dengan percaya dirinya mengisi lembaran jawaban Ujian Akhir Nasional dan selalu orang pertama selama 3 hari ujian yang cepat selesai. Soal –soal ketika itu saya anggap gampang, (maklum saja saya selalu memasuki 5 besar dari SD – SMP). Setelah mengikuti ujian, dan satu bulan berikutnya nomor kami keluar, dan semua dinyatakan Lulus. Namun Kawan, nilai saya paling buruk dari semua peserta ujian di sekolah saya. Betapa malunya saya kawan.  Kenapa tidak, seorang Ketua OSIS dan peringkat 5 besar menjadi “juru kunci”. Dan parahnya lagi mimpi saya untuk melanjutkan sekolah di kota terancam pupus mengingat standar nilai yang diterima di sekolah tersebut. Jangankan untuk diterima di sekolah kota, di kampung saja belum tentu dinyatakan lulus. Benar saja Kawan, saya dinyatakan tidak diterima di SMA 1 Air-Hangat di kampung saya. Hancur, dan hampir gila ketika itu. Bagaimana mungkin bisa kuliah ke luar negeri , sekolah di kampung saja tidak lulus, terlebih lagi teman-teman dan masyarakat yang selalu memberikan sendiran.. “ehh.. katanya mau kuliah ke luar negeri, jangan mimpi tinggi-tinggilah..cagi gilo (nanti bisa gila)”.

Dalam batin saya menangis dan hampir satu bulan saya malu untuk keluar rumah. Lagi-lagi kakek saya ini bak seorang malaikat, memberikan semangat kepada saya kawan. Ketika itu kakek saya sengaja membawa saya ke lading. Beliau sengaja menenangkan diri saya ketika itu. ”Biarlah orang mengatakan kamu seperti itu, tapi bagi Kakek kamu tetaplah orang yang terbaik, ambil hikmah dari semua ini, dan jangan berhenti untuk mengejar mimpimu nak. Buktikan saja dengan tindakan, bukan dengan kata-kata, suatu saat insyaallah mereka akan mengerti dan memahami, Nyanten (panggilan kakek di kampung saya) selalu mendo’akan, karena kehendak Allah itu pasti, dan tidak akan ada yang mampu menghalanginya, jika saja gunung hendak Allah pindahkan, maka gunung itu akan berpindah. Niatkan saja, bulatkan tekadmu, insyallah akan menjadi nyata”. Kata-kata itu selalu saya ingat sampai dengan sekarang kawan. Saya memberanikan diri untuk bergaul dengan teman-teman satu angkatan saya yang memang sudah mulai menikmati masa SMA nya. Banyak ejek-ejekan dari teman –teman saya. “Katanya mau kuliah keluar negeri, SMA saja kamu tidak lulus”. Ada rasa marah, iri, dan rasa sedih kawan ketika itu, namun saya mencoba menerima dengan lapang dada. Karena memang ketika itu tidak ada jawaban yang bisa saya berikan. Saya diterima di sekolah SMA kampung saya dengan membeli bangku sekolah (istilah lain dari sogokan yang diminta SMA saya ketika itu, mengingat kelas yang tidak ada lagi dan bangku sekolah yang tidak cukup). Inilah Kegagalan pertama saya Kawan.

Berjalannya waktu, saya sudah menikmati masa sekolah yang indah di SMA, saya mendapatkan banyak teman baru , pengalaman baru dan hal-hal baru yang indah di masa itu. Namun pada akhirnya kawan, sebagai seorang yang masih dalam masa pubertas , saya terlena dengan semua yang di masa sekolah itu. Saya gagal masuk 10 besar dari 30 orang dalam satu kelas, malahan yang ada saya berada di peringkat 22 dari 30 siswa dalam satu kelas. Saya terlena dengan kegiatan organisasi (walaupun saya gagal menjadi ketua OSIS SMA) saya berhasil menjadi Ketua Palang Merah Remaja (PMR) se-kabupaten Kerinci, saya terlena setelah mengenal wanita cantik yang sudah merubah seluruh hidup saya, melawan orang tua, menghabiskan banyak uang dengan meminta ,dan terkadang saya juga mencuri uang kakek saya . Ini adalah masa-masa tersulit dan masa yang tidak pernah saya lupakan kawan.

Allah memang Maha Luar Biasa kawan.. saya kembali ditegur dengan sebuah kegagalan, saya gagal lulus masuk universitas , ketika itu ada dua universitas besar incaran saya yakni IPB dan UNPAD.  Kedua-duanya saya dinyatakan tidak lulus, sedih memang kawan, namun apa mau dikata karena memang itulah kenyataannya ketika itu. Dan pada akhirnya saya hanya berhasil menembus universitas negeri lainnya dengan jurusan yang tidak saya sukai dan masih asing bagi saya yakni Ekonomi. Memang seperti itulah dasarnya kawan, karena memang di kampung saya sekolah (kuliah) keguruan adalah jurusan favorit dan menjadi kebanggan sendiri untuk keluarga jika anaknya kuliah di Fakultas Keguruan karena nantinya mereka bisa menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil Pemerintah) termasuk Ibu saya ketika itu.

Namun satu kali lagi kakek kebanggaan saya ini meyakinkan diri saya. Beliau mengajak berkumpul satu keluarga, kakak saya, ibu saya, dan nenek saya. Ketika itu adalah momen yang tidak pernah akan saya lupakan “Semua jurusan itu bagus,tergantung dari kita bagaimana untuk menyikapinya, ini adalah pilihan Allah yang harus kita dukung, biarlah ia kuliah dengan jurusan ini, mari kita do’akan bersama bahwa ini yang terbaik, masalah uang kuliahnya insyaallah ada jalan”, ujar kakek saya. Maka kami berdo’a bersama. Besoknya sebelum berangkat ke Kota Jambi, universitas tujuan saya kuliah. Kakek saya menyampaikan pesan khusus kepada saya, “Kamu adalah harapan satu-satunya di keluarga ini yang diharapkan bisa membawa manfaat buat orang banyak, ibumu memang tamatan SMP. Maka kamu harus buktikan bahwa anaknya bisa menjadi sarjana,janganlah kecewakan keluarga dan orang banyak , buktikanlah pilihan Allah ini adalah yang terbaik, buktikan kepada semua orang dengan bukti yang nyata. Berusahalah di atas rata-rata, jangan pernah ragu Nak. Wujudkan lah mimpi-mimpi itu, yang sudah pernah kita tulis bersama .” Pesan itu sungguh luar biasa kawan, air mata tidak terasa terjatuh di atas tangan saya yang mengenggam kertas lusuh mimpi itu kawan. Dan saat itulah kawan, saya membulatkan tekad, akan mulai mewujudkan mimpi-mimpi di kertas lusuh itu.

Hari demi hari di Universitas Jambi, saya berhasil mencoret satu persatu mimpi saya kawan walaupun disertai dengan kegagalan namun itu akan menjadi indah pada waktunya. Pada semester satu IPK saya hanya 3.00 , dan semester berikutnya, IPK saya tembus pada angka 3.90. Yang tadinya saya masih dikirim uang kuliah oleh ibu saya, tepat pada semester 4 saya berhasil mencoret mimpi saya yang berikutnya yakni membiayai kuliah sendiri dengan bekerja di salah satu televisi lokal di Jambi, menjadi seorang presenter. Sebelum bekerja di televisi , saya pernah berjualan sayur untuk membiayai kuliah saya, karena memang ibu saya mengirim uang pas-pasan untuk biaya hidup saya. Namun disaat saya mulai sibuk untuk mewujudkan mimpi-mimpi saya, saya terpukul dengan kematian kakek saya. Beliau tidak sempat menyaksikan saya berada di layar televisi, beliau tidak sempat menyaksikan saya sebagai mahasiswa lulusan tercepat dengan Indek Prestasi cum laude.

Saya terpukul tidak bisa mendengar suara terakhir kakek saya sebelum menghembuskan napas terakhir. Namun saya yakin disaat saya berada di bangku paling depan wisuda dan maju ke depan, kakek saya melihat dengan nyata bahwa “Kamu berhasil nak “. Saya membayangkan kakek saya berada di deretan bangku orang tua bersama Ibu saya, bahwa mimpi yang pernah kita tuliskan bersama sudah terwujud satu persatu.

Akhirnya tibalah saya pada mimpi saya berikutnya kawan, saya memandangi kertas lusuh itu, terbayang jelas wajah serius kakek saya ketika kami merancang mimpi-mimpi itu,salah satunya yakni kuliah (belajar) keluar negeri. Saya bingung kawan, salah satu syarat untuk kuliah ke luar negeri, dosen saya mengatakan kita harus mampu bahasa inggris. Saya, jangankan mampu, dengar nama bahasa inggris saja saya bisa stress. Namun karena semangat mimpi di kertas lusuh itu, saya mencari banyak informasi tentang beasiswa ke luar negeri di sela pekerjaan saya, mulai dari menanyakan kepada senior-senior yang sudah pernah belajar di sana, mengikuti pameran pendidikan, dan mencari di internet yang pada akhirnya saya menemukan www.motivasibeasiswa.org. Dari semua informasi yang saya dapat, bahasa Inggris mutlak untuk diketahui jika ingin kuliah ke luar negeri.

Hari demi hari terlena dengan informasi, saya mendapatkan informasi beasiswa pertukaran pelajar dari Kementerian Pemuda dan Olah Raga. Saya memberanikan diri untuk ikut, saya berpikir dulu, sebelum saya mengikuti test beasiswa yang sesungguhnya ada baiknya saya mencari pengalaman. Dengan tekad dan semangat tanpa bekal, saya akan menaklukkan beasiswa ini. Namun kawan, beasiswa ini mensyaratkan TOEFL 450. Bagi saya, ini sangat berat kawan, karena pada saat saya mengikuti test TOEFL pertama untuk syarat sidang skripsi, TOEFL saya hanya 390. Namun karena sudah terlanjur berada di ruangan untuk test tertulis bahasa Inggris dan nantinya tulisan tersebut harus dipresentasikan di depan dewan juri , maka saya pasrah dan memikirkan cara lain,bagaimana menyampaikan hasil persentasi dengan bahasa Indonesia. Ketika giliran saya , juri dengan wajah yang agak kurang mengenakan menanyakan saya dalam bahasa Inggris, dan jujur saya tidak mengerti sama sekali, dan dengan nada yang agak keras juri itu mengatakan, “Disini bukan tempat orang bodoh pak, kita mencari pemuda-pemuda berbakat, maaf , anda bisa datang lain kali” . Saya sadar kemampuan saya, dan saya berusaha untuk tenang ketika itu, maka saya lontarkan sebuah kata ajaib ketika itu, “Terima kasih atas motivasi ini ibu, saya berjanji pada diri saya sendiri dengan disaksikan oleh Allah dan ibu – dewan juri disini, satu tahun ke depan saya sudah berada di luar negeri”.

Dengan langkah mantap dan menahan sesak di dada, saya pulang dengan misi baru . Satu tahun ini harus belajar keluar negeri. Hari demi hari, saya memutuskan berhenti bekerja, dan fokus dengan mimpi saya, banyak sekali ejekan dari teman-teman, keluarga, ketika saya memutuskan untuk berhenti bekerja. Mereka mengatakan terlalu naïf saya dengan mimpi itu, orang kampung seperti saya tidak akan mampu dan tidak akan mungkin kuliah keluar negeri, untuk kuliah di Kota Jambi saja sudah susah, apalagi keluar negeri. Hati saya benar-benar bergejolak ketika itu kawan, namun saya terlalu teringat kata-kata kakek saya tentang mimpi –mimpi yang kami rancang itu, akhirnya saya membulatkan tekad keluar dan mengasingkan diri lebih kurang 5 bulan. Saya memutuskan meninggalkan jambi, tidak buka FB, Twitter, dan media sosial lainnya, saya hanya berhubungan dengan ibu saya dan keluarga, saya memutuskan berangkat ke Kampung Inggris, Pare, Kediri,  Jawa Timur.

Berkat Allah, do’a ibu saya, kerja keras saya, keyakinan, setelah belajar dari Kampung Inggris, saya mengikuti test TOEFL IBT . Saya berhasil mendapat skor 115. Dan kemudian saya mendaftar beberapa beasiswa dan berhasil mendapatkannya, salah satunya beasiswa kampus dari International Islamic University Malaysia Jurusan Master of Science in Marketing , beasiswa dari Nilai University Malaysia jurusan Master of Business Administration (Beasiswa ini dari pemerintah Provinsi Jambi karena Nilai University hanya menggratiskan biaya kuliah) dan kemudian saya juga berhasil mendapat beasiswa dari pemerintah Brunei Darussalam dan terakhir dari Pemerintah Russia. Saya berhasil menjadi salah satu dari 15 orang penerima beasiswa Russia tahun 2013 dari banyak pelamar beasiswa ini. Berada pada urutan pertama dari 15 orang tersebut, dan pada akhirnya quota beasiswa Russia ditambah menjadi 50 orang. Dari beasiswa yang saya apply tersebut, saya akhirnya memilih untuk kuliah ke Russia dengan beasiswa dari pemerintah Russia dan juga beasiswa LPDP serta beasiswa dari pemerintah Provinsi Jambi.

Beasiswa Russia sangat unik karena memang pemerintah Russia hanya memberikan uang saku sekitar 200$ per bulan (baru naik tahun 2014), atas dasar itulah presiden Russia –  melalui perjuangan teman-teman PERMIRA (Persatuan Pelajar Russia) dan juga Duta Besar Indonesia – memberikan tambahan beasiswa dari Indonesia melalui beasiswa LPDP, dan khusus saya sebagai putra daerah jambi mendapat tambahan uang saku dari pemerintah Provinsi Jambi. Saya berhasil membuktikan mimpi saya kepada orang-orang yang meremehkan saya, dari yang mengatakan saya gila, tidak mungkin, mustahil , anak kampung, dan terakhir julukan orang bodoh dari juri seleksi beasiswa pertukaran pelajar . Dan yang pastinya kawan saya berhasil mencoret mimpi ke – 70 saya, yakni kuliah keluar negeri. Dan satu lagi saya berhasil membuktikan kepada juri dalam waktu hanya 5 bulan Allah mengabulkan mimpi saya bukan hanya satu beasiswa,namun bertubi-tubi kawan.

Saya bukan lah orang pintar kawan. Saya hanya orang biasa, yang pernah dinyatakan gagal diterima di SMA kampung dan anak nakal pernah mencuri uang kakeknya sendiri. Namun kawan, ada hal yang harus kita sadari, bahwa tidak ada orang bodoh di dunia ini yang ada hanya kita malas untuk berbuat, dan malas untuk berubah. Jangan mudah menyerah dengan apa yang dikatakan orang. Jadikan itu sebagai cambuk semangat kita untuk membuktikan bahwa kita mampu dan kita bisa.

Tepat pada tanggal 30 September 2013 dengan dilepas oleh ibu saya dan kakak saya di Bandara Soekarno-Hatta , saya meninggalkan kampung halaman saya menuju Negeri Beruang Putih ini, negara yang dikenal berkuasa saat masih bernama Uni soviet, negara yang dikenal kebesaraannya yang membentang di bumi ini.

Setelah berada di Russia, saya pergi ke sebuah taman dengan membawa kertas lusuh pemberian kakek saya, saya coret mimpi ke-70 saya kawan…mimpi yang saya pernah saya rancang bersama kakek saya. Tepat di bawah salju dengan suhu -19 derajat celcius , mengenakan baju batik kesayangan kakek saya, sambil berkata “Terima kasih Ya Allah…, terima kasih atas semuanya, semoga kakek saya mendapat tempat terbaik di sisiMu ya Allah, dan kabulkan cita-cita beliau yang ingin mencium wajah Rasulullah.” Alfatihah…

Dan terakhir biarkan saya mengutip kata dari Merry Riana bahwa : “Banyak Pemimpi yang awalnya ditertawakan sampai dibilang gila. Semua akhirnya bungkam setelah melihat mimpi mereka jadi kenyataan“. Ketika teman-teman saya berpikir untuk memulai kuliah dengan bersenang-senang, saya kuliah sambil bekerja. Ketika teman-teman berpikir mencari kerja, saya sudah pernah bekerja. Ketika teman-teman saya berpikir untuk bisa terbang ke Jakarta, saya sudah berada di Russia. Sungguh seorang pemenang itu hadir satu langkah lebih dulu dari yang lainnya, Maha besar Allah atas segala kehendaknya,“.  (Maka nikmat Tuhan yang manakah yang kamu dustakan? – AL-RAHMAN:36).

Russia, 3 Januari 2013, Dibawah suhu -15 derajat celcius .

Emaridial Ulza (anak Kampung perbatasan Provinsi Jambi ‘Kerinci”) , kandidat Master of Marketing di National Research Tomsk University, Russia.

Senang sekali bisa mendapatkan sahabat baru.

Twitter : @emaridialulza

Facebook: Emaridial Ulza II

E-mail : ulza_warla@yahoo.com

Kisah ini sengaja saya singkat, untuk kisah utuh, sahabat bisa berkunjung ke Blog saya www.emaridial-acak.blogspot.com . Maju Terus Indonesia. Jayalah Negeriku.

57 Komentar di Posting “Emaridial Ulza: “Kertas Lusuh kakekku Membawaku ke Russia”

  1. smkn termotivasi untuk memburu beasiswa.

    Benar, bahwa mimpi hanya akan menjadi bunga tidur bila kita tidak melakukan apapun. So, I will do something for my dreams….

    Thanks kawan..

  2. Setuju mas dengan kalimat ini :

    “ada hal yang harus kita sadari, bahwa tidak ada orang bodoh di dunia ini yang ada hanya kita malas untuk berbuat, dan malas untuk berubah. Jangan mudah menyerah dengan apa yang dikatakan orang. Jadikan itu sebagai cambuk semangat kita untuk membuktikan bahwa kita mampu dan kita bisa”.

    Semoga saya diberi kesematan oleh Allah, untuk menimba ilmu di luar negeri mas… Amin..

    • Amien Ya allah.. sukse selalu mbak Mila,, Karena Tidak ada yang tidak Mungkin bagi kita.. Allah memberikan keistimewaan.. :

      Salam :)

  3. BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM.
    Subhanalloh, semoga kita semua termasuk orang-orang yang diridhoi ALLOH SWT. Aamiin.
    Alhamdulillah atas kehendak Alloh saya bisa membaca sebuah tulisan singkat bang ulza yang membuat saya semakin kuat mengejar mimmpi-mimpi saya. saya hanyalah seorang pemimpi, belum mempunyai kemampuan lebih untuk mewujudkan mimmpi-mimpi saya. bahkan saya tidak tau bagaimana caranya untuk mewujudkan mimpi-mimpi saya. yang bisa saya lakukan hanyalah bermimpi. kuliah ke luar negeri adalah salah satu mimpi saya yang sangat saya idam-idamkan. semoga Alloh meridhoi semua mimpi-mimpi saya. Aamiin.

    • amienn Ya rabb.. Terima kasih sudah menyempatkan membaca tulisan sederhana ini mas adam.. Allah memberikan keistimewaan Yang luar Biasa untuk kita. tidak ada yang tidak mungkin jika kita yakin. berdoa, bermimpi . dan mengerjakannnya.. saya juga terlahir tanpa apa-apa , yg saya punya hanya mimpi , jka tidak memperjuangkan nya , apalagi yg saya punya ??”.. maka saya niatkan dalam hati… bahwa mimpi-mimpi itu harus di wujudkan.. saya mohon do”a untuk mewujdukan mimpi ke 71 saya.. umrah bersama ibu saya dan kakak saya Insya allahh.. sukses selalu mas.. adam.. salamm

  4. Baru kali ini ada kisah yang mampu “paksa” air mata saya keluar. Sangat terharu di bagian saat Mas Ulza membaca kertas lusuh kakeknya setelah tiba di Rusia. Benar2 kisah yg menginspirasi. Terima kasih telah berbagi kisahnya :)

    • Terima Kasih mbak/mas Naura sudah menyempatkan membaca kisah sederhana ini.. semoga ini menjadikan kita untuk terus mengejar cita-cita yang kita idamkan.. salmm…

  5. Satu penggal kisah anak muda yg luar biasa yg dapat menjawab semua keraguan dan pertanyaan lingkungan disekitarnya akan semua mimpi yg dia (Mas Ulza) miliki.

    Mungkin bermimpi itu mudah, semua orang dapat memilikinya akan tetapi mempertahankan kobaran mimpi itu tetap menyala dan memperjuangkan nya untuk bisa menjadi suatu kenyataan adalah sebuah pencapain yg sangat luar biasa

    Terimakasih banyak saya ucapkan kepada Mas Ulza yg sudah meluangkan waktunya untuk berbagi pengalaman luar biasa nya kepada kami semua.

    Mungkin saya adalah salah satu dari sekian banyak pemimpi ulung yang sedang berjuang untuk mempertahankan kobaran mimpi2 itu untuk dapat terus menyala dan membuat nya menjadi kenyataan pada suatu hari nanti.

    Salam semangat dan sukses untuk Mas Ulza, semoga semua mimpi-mimpi yg tertulis itu dapat terwujud sesuai dengan keinginan Mas Ulza. Amien

    Regards
    Adi

  6. Satu penggal kisah anak muda yg luar biasa yg dapat menjawab semua keraguan dan pertanyaan lingkungan disekitarnya akan semua mimpi yg dia (Mas Ulza) miliki.

    Mungkin bermimpi itu mudah, semua orang dapat memilikinya akan tetapi mempertahankan kobaran mimpi itu tetap menyala dan memperjuangkan nya untuk bisa menjadi suatu kenyataan adalah sebuah pencapain yg sangat luar biasa

    Terimakasih banyak saya ucapkan kepada Mas Ulza yg sudah meluangkan waktunya untuk berbagi pengalaman luar biasa nya kepada kami semua.

    Mungkin saya adalah salah satu dari sekian banyak pemimpi ulung yang sedang berjuang untuk mempertahankan kobaran mimpi2 itu untuk dapat terus menyala dan membuat nya menjadi kenyataan pada suatu hari nanti.

    Salam semangat dan sukses untuk Mas Ulza, semoga semua mimpi-mimpi yg tertulis itu dapat terwujud sesuai dengan keinginan Mas Ulza. Amien

    Regards
    Adi

    Your

    • Terima Kasih juga mas adi. sudah menyempatkan diri untuk membaca kisah sederhana saya ini,,.. semoga kita tetap istikamah dalam mengejar cita-cita kita.. karena tidak ada yang tidak mungkin di atas dunia ini.. salamm.. : amien ya rabb

  7. Mas Ulza kalo boleh tahu , dulu di Pare bljr TOEFL IBT dmn Mas ? di kursusan apa ? kok sampai bisa 115 score nya..fantastis sekali..mohon petunjuknya sekira bisa menyusul kawan2 mantap semua kuliah di luar negeri,

    • saya di pare hampir semua kursusan sudah pernah mencoba.hehe.. namun khusus toefl saya belajar hanya lebih kurang 2 minggu . mengingat saya waktu itu sudah mulai sibuk menngurus bahan persiapan melamar beasiswa, maka saya putuskan untuk berhenti dan berangkat kejakarta belaja secara otodidak

  8. Gaya bahasa tulisannya sangat menarik. Seolah saya mendengarkan langsung apa yang mas Ulza sampaikan.
    Sudah lama air mata saya tidak keluar, nah jujur ketika membaca tulisan singkat mas punya, air mata tak henti-hentinya jatuh membasahi pipi. Saat air mata jatuh, saat itu pula AZZAM untuk tak pernah lelah mewujudkan mimpi study ABROAD selalu membuncah di dada. I believe I can DO that!

    Saat ini saya juga sperti mas, yang masih terkendala di TOEFL. Tapi paparan kisah mas menjadi angin segar bagi saya, tertancap keyakinan bahwa “Saya pasti juga bisa menaklukan TOEFL/IELTS”.

    Keep blogging mas, Insya Allah saya sering berkunjung juga ke blognya, untuk menengok cerita-cerita inspiratifnya.

    • terima kasih mbak puji.. ssudah menyempatkan diri untuk tulisan saya yang sederhana ini, sungguh saya hanya ingin membalas budi untuk sahabat-sahabat di group motovasibeasiswa.org ini. dan berharap akan ada banyak lagi, sahabat-sahabat yang meraih mimpi yang diinginkan.. :)

      TOEFL/IELTS hanya kendala kecil yang akan mudah dilewati.. yakinlah mbak… saya tunggu di Eropa .. :) // salamm..

  9. Subhanallah, nangis saya, nangis yg bukan hanya air mata jatuh saja, tapi sampai sesenggukan karena membacanya sembari mengingat-ingat mimpi saya yang tak kunjung jadi kenyataan, sekolah di luar negeri, sukses terus mas, terima kasih

    • Terima kasih mbak nisa.. sudah menyempatkan membaca tulisan sederhana saya ini.. semoga kita selalu diberikan kemudahan oleehh Allah .. yakinlah mbak.. selama kita berusaha, allah akan menunjukan jalan.. kuliah keluar negeri itu bukan mimpi,, tapi sebuah kenyataan.. sya tungggu di Eropa mbak nisa.. Salam.. :)

  10. cerita yang sangat luar biasa. yang dapat menginspirasi banyak orang. dan bisa membuat saya menangis. semoga mimpi saya untuk kuliah ke luar negri dapat terwujud. amin
    salam dari hamparan pugu ,simuhut

  11. Terimakasih Mas Ulza, hari-hari ini saya melemah dalam menggapai cita-cita saya untuk studi keluar negeri. Alhamdulillah cerita Mas ini membuat saya kembali bergairah untuk mencapai cita-cita itu lagi. Mohon doanya mas agar saya juga dapat mewujudkan mimpi ini.

  12. Aduh nangis bacanya :’) Menginspirasi sekali.. Saya juga orang kampung yang sering ditertawakan mimpinya oleh banyak orang. Dan sepertinya sekarang saya ada di fase yang paling rendah seperti ketika mas Ulza waktu SMA hehe

  13. Kak ulza ,kisah kakak sungguh luar biasa ,semoga suatu hari nanti kisahku bisa tertulis di website ini bersama para pemburu beasiswa lainya .amin

  14. cerita ini membuat saya menitikkan air mata,
    cerita ini mirip dengan cerita saya, saya dianggap terlalu ambisius untuk bisa melanjutkan s2 ke eropa karena untuk berbahasa inggris saja saya tidak bisa , selain itu saya hanya anak PNS gol. rendahan,
    tapi insyaallah dengan membaca cerita mas ulza ini, bisa menjadi motivasi bagi saya untuk terus berjuang menggapai beasiswa s2 ke eropa
    amien

  15. Sangat berhasil membuat saya terharu dan menangis kak. Perjuangan yang luar biasa, hampir mirip dengan perjuangan saya. Namun tanggal 29 Maret 2014 kemarin saya baru di wisuda S1 Fisika. Membaca ini saya semakin semangat untuk mengejar mimpi saya kuliah di luar negeri.

    Semoga kak makin sukses, dan terima kasih atas semangat ini.

  16. Bismillahirrohmanirrohim
    Kisah dari mas ulza sgt menginsiprasi sekali sampai2 saya menitihkan airmata waktu membacanya.
    Kisahnya hampir sama dg saya dg mnjdi anak kampung yg mpyai mimpi tinggi utk bisa kuliah ke luar negri.
    Semoga saya bisa mengikuti mas ulza.
    Salam sukses mas ulza, tetap semangat.

    Salam dr pelajar kabupaten pemalang, jawa tengah

  17. Really, really inspiring motivation. Sangat terharu bacanya. Membuat saya terus bersemangat menaklukkan TOEFL dan IELTS.

  18. TERIMAKASIH BANYAK MAS ATAS CERITANYA!
    SEMOGA BISA LANJUT HINGGA S3 YAH!
    – anak yang baru lulus sekolah dan hingga skrg belum mendapat Univ.

  19. Subhanallah tulisan yg sangat menginspirasi.
    Saya juga seorang pemimpi mas ulza saya bercita-cita kuliah s2 diluar negeri. Tapi banyak sekali remehan dan sindiran dari lingkungan sekitar saya yg nembuat saya down tapi berkat postingan mas ulza ini saya menjadi lebih bersemangatlagi u mengejar impian saya .
    Salam dari kerinci mas ulza saya juga putri kerinci sekarang junior mas ulza di universitas jambi tolong bimbing saya supaya bisa seperti anda ^^

  20. Saya sangat termiotivasi dengan mas ulza . Saya juga memiliki mimpi yang sama untuk dpt kuliah keluar negri tapi bukan hanya orang2 yang berkata gila saya juga berkata mustahil untuk orang sebiasa saya. Dengan membaca kisah ini saya berharap mimpi saya menjadi nyata . Amin yaallah

  21. subhanallah, saya menangis membaca kisah mas ulza. 1 tetes airmata pd akhirnya akan diganti Allah dgn 1000 kebahagiaan. sukses terus mas. doakan saya bisa menjadi salah satu org yg akan menulis kisah yg sama menjajakan kaki di negeri impian seperti yg mas tulis di blog ini. Amin

  22. Sangat menyentuh hati saya, berlinang air mata saya membaca inspirasi ini. Tersadar saya adalah anak yatim yg hidup dr Ibu yang tangguh, semoga allah meridhoi usaha saya utk sedikit membahagiakan dan membanggakan ibu saya. Terima kasih kawan

  23. Terimakasih Mas, sudah mau berbagi pengalaman mas disini. saya sampai terharu membacanya…
    dan ini mengingatkan saya sama kakek saya juga…
    kehidupan kita hampir sama persis, saya dari kecil sudah tidak mempunyai ayah, saya pun tidak pernah tau seperti apa wajah ayah saya..
    saya hanya tinggal dengan ibu, kakek, dan nenek saya…

    saya juga mempunyai cita – cita untuk bisa belajar keluar negeri, terutama belajar Ke Jepang….
    dan saya juga sering di hina seperti orang menghina Mas….
    dan itu menjadi pemicu semangat saya untuk membuktikan bahwa belajar ke Jepang bukan hanya sebuah mimpi belaka….
    saya akan terus berjuang, sampai mimpi saya ini menjadi kenyataan…

    Amin, Ya Allah….

  24. merasa terpanggil untuk mengikuti beasiswa luar negeri and apalagi temanku salahudin terus memotivasiku untuk meraih beasiswa luar negeri, semoga allah meridhoi saya nanti krena dalam hati sudah memiliki planning tapi apakah saya mampu krena saya blum bisa speaking english baru beberapa kata. dengan melihat dan membaca tulisan ini semoga allah bisa mewujudkan saya keluarga negeri demi meraih ilmu sehingga ilmu itu bisa bermanfaat untuk masyarakat serta bangsa negara RI.

  25. Biasanya saya suka cerita yang berbaur novel, tapi entah kenapa tiba-tiba dapat halaman ini dan isinya bisa di bilang tentang pengalaman kk yg tak pernah terulang namun bisa diambil hikma perjalananx. Dan sedikit byk menyinggung saya. Menyinggung kegagalan yg pernah sy alami namum dari segi yg berbeda, menyinggung ingin kuiah keluar negeri namun rintangan dan cobaanx byk sekali.
    Bismilah semoga saya bisa menyusul kakak, kuliah di luar negeri. Doakan saya #amin dan terima kasih telah berbagi pengalaman hidup kk lewat cerita ini, semoga sy terus termotivasi oleh cerita” kk dan yg lainx.
    Salam kenal dari saya
    Yg punya salah satu mimpi dan kegagaln yamg sama.

  26. Biasanya saya suka cerita yang berbaur novel, tapi entah kenapa tiba-tiba dapat halaman ini dan isinya bisa di bilang tentang pengalaman kk yg tak pernah terulang namun bisa diambil hikma perjalananx. Dan sedikit byk menyinggung saya. Menyinggung kegagalan yg pernah sy alami namum dari segi yg berbeda, menyinggung ingin kuiah keluar negeri namun rintangan dan cobaanx byk sekali.
    Bismilah semoga saya bisa menyusul kakak, kuliah di luar negeri. Doakan saya #amin dan terima kasih telah berbagi pengalaman hidup kk lewat cerita ini, semoga sy terus termotivasi oleh cerita” kk dan yg lainx.
    Salam kenal dari saya
    Yg punya salah satu mimpi dan kegagaln yagama.

  27. Pertanyaan saya,
    Ketika anda gagal, apa kalimat pertama yg akan anda katakan kepada org2 yg mendukung anda selain “maaf” ?

  28. Dari kecil saya selalu bermimpi bisa kuliah di luar negeri, merasakan bagaimana menjadi minoritas di negeri orang, merasakan bagaimana mendengarkan kuliah dengan bahasa asing, mengerjakan PR dengan bahasa asing, mengerjakan skripsi/tesis/disertasi dengan bahasa asing. Saya ingin mengetahui seberapa jauh saya bisa mem-push diri saya ketika saya belajar namun terkendala bahasa, kebudayaan, dan lingkungan. Dan saya berjanji bahwa saya nantinya kelak akan menuliskan juga cerita saya seperti mas Ulza dan dapat memotivasi banyak orang.

  29. Assllmllkum sahabat kecil ku…

    Cerita seorang anak kerinci ( tetangga kecil,, sahabat kecil ku) yang sangat luar bisa yang membuat saya termotivasi dari sebuah coretan kertas lusuh dari perjuangan CA..

    Dari tetesan air mata yg keluar,, menjadikan hal baru bagi saya. Hanya satu kata yang saya simpulkan ” Jangan pernah menunggu Perubahan yang Merubah hidup kita,, tapi lakukan Perubahan maka Hidup kita Pasti Berubah”… Terimakasih untuk motivasi nya “CA” ( nama kecil seorang pejuang)…

    Sukses ya CA…

    Semoga CA sehat sllu…

    Salam….

  30. semuanya tidak ada yang tidak mungkin untuk Allah,,,
    kisah ini sangat menginspirasi, membangkitkan semangat ku yang sudah lama tiada..
    kata “tidak mungkin” hanya berlaku untuk manusia, tapi bagi Allah itu selalu mungkin.
    semangat kak.. semoga semua cita-citanya tercapai

  31. Subhanallah,
    Semakin termotivasi untuk kuliah di luar negeri, untuk bertemu berbagai macam bahasa,merasakan indahnya belajar di negeri orang, merasakan dinginnya musim salju,
    Semoga saya bisa kuliah di luar negeri, amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>