Dibaca: 5,982 kali    Komentar: 6  

Khairullah Razak: “Tips Berburu Beasiswa Community College Initiative Program USA”

Melalui tulisan ini saya ingin menuliskan perjuangan saya mendapatkan beasiswa CCIP meskipun pada akhirnya saya lulus juga pada beasiswa Australia Awards Schlarships (AAS) namun saya terpanggil untuk menuliskan pengalaman saya ini karena saya telah dibiayai oleh pihak AMINEF dari tiket PP Palu – Jakarta untuk wawancara beserta uang saku serta biaya medical check up. Sangat disayangkan pada akhirnya saya harus ke Australia untuk beasiswa AAS sebagaimana impian saya. Berikut saya bagikan tipsnya adalah: Siapkan dokumen yang dipersyaratkan, Jangan sampai ada yang terlupakan karena jika tak lengkap mengurangi poin Anda karena pelamar beasiswa ini juga banyak.

Pada tahun 2012 ketika saya mendaftar, tidak menjadi persyaratan namun saya menyiapkan surat rekomendasi dari kepala dinas saya dan surat rekomendasi dari gubernur. hal ini bisa jadi poin tambah bagi Anda bahwa memang Anda bersungguh menginginkan beasiswa ini. keterhubungan jurusan yang akan dipilih dan pekerjaan saat ini. Yang pelamar sering lupakan bahwa beasiswa ini diberikan bagi mereka yang sudah menyelesaikan S1 dan SMA. Persyaratan untuk yang sudah menyelesaikan S1 adalah jurusan pada saat S1 berbeda dengan pekerjaan saat ini sehingga membutuhkan untuk disekolahkan melalui CCIP. Sebagai contoh jika saya seorang sarjana pendidikan yang bekerja di instansi pemerintah sebagai tenaga staf IT nah untuk melamar CCIP saya harus mengambil jurusan komputer.

Isilah jawabannya dengan jujur tanpa harus melihat atau menjiplak isian orang lain karena menurut saya beasiswa itu sebuah misteri besar. Isian yang sama dengan orang yang berbeda bisa saja yang satu lulus dan yang satu tidak lulus jadi usahakan untuk jujur dengan kemampuan kita karena pada saat wawancara, panelis sudah tertarik dengan profil tulisan kita sehingga ingin memastikan kita saat wawancara. Usahakan menjawab isian dengan memberikan langkah kongkrit bukan kata-kata manis yang tidak jelas apa yang ingin dilakukan. Misalnya ketika pulang saya akan mengaplikasikan ilmu saya untuk kemajuan kantor karena demand di kantor sangat tinggi. Masalah utama di kantor saya adalah terbatasnya human resource yang menguasai IT sehingga pekerjaan terlambat sementara tuntutan dan permintaan data biasanya sangat cepat. Inilah salah satu jawaban saya dalam menjawab apa yang saya lakukan ketika pulang. Hal yang terpenting adalah menghubungkan dengan JELAS bahwa jurusan yang kita inginkan memang SANGAT dan AMAT dibutuhkan dan pekerjaan saat ini sangat mendesak untuk menempuh pendidikan tersebut.

Jangan sampai kita memberikan jawaban akan tidak kuat serta pentingnya menempuh pendidikan. Bayangkan bahwa ada 10 orang melamar di jurusan yang Anda pilih buat alasan Anda lebih penting dan lebih mendesak kebanding yang lainnya. Untuk pertanyaan mengenai masalah yang mungkin dihadapi ketika berada setahun di USA, saya menyebutkan homesick namun saya memberikan keterangan bahwa pengalaman saya yang telah mengikuti berbagai beasiswa membuat saya semakin terbiasa dengan homesick dan ada beberapa hal yang saya lakukan yakni bergaul dengan orang lokal, membawa buku favorit dan film favorit dari Indonesia. Sementara untuk pertanyaan apa yang ingin saya pelajari dari Amerika yakni etos kerja mereka dan nilai hidup mereka yang positif. Untuk apa yang akan saya lakukan di Amerika adalah menjadi duta Indonesia dengan baik dengan memberikan gambaran yang baik soal Indonesia, saya akan melakukan promosi budaya dengan membawa leaflet wisata Indonesia, saya akan menari tarian Indonesia dan pada special occasion saya akan memakai batik.

Kirim berkas lebih awal. Percaya atau tidak saya dua kali melamar beasiswa dan saya mengirim di awal sebelum deadline. Alhamdulillah semuanya terpanggil wawancara. Salah satu mitos dalam mengejar beasiswa adalah, mengirimkan lebih awal merupakan bukti bahwa Anda memang menginginkan beasiswa ini. Bayangkan kalau Anda ingin mengajar siswa-siswa, siswa yang pertama datang menunjukkan bahwa dia antusias untuk belajar. Mungkin begitu juga anallogi beasiswa.

Naikkanlah nilai TOEFL Anda. Meskipun persyaratan TOEFL hanya 450 namun Anda perlu meningkatkan TOEFL karena info dari pihak AMINEF saat mereka presentasi bahwa nilai TOEFL yang paling tinggi lebih diprioritaskan ketimbang yang rendah jadi dalam hal ini jika TOEFL Anda rendah sementara saingan Anda banyak yang tinggi jadi sedikit kemungkinan Anda terpanggil wawancara. Namun ini bukan jaminan, karena ini hanya salah satu faktor.

Mungkin ini tips dari saya soal persiapan mengikuti CCIP selanjutnya untuk wawancara ini beebrapa tips saya bagikan: Datang tepat waktu karena biasanya ada peserta yang terlambat yang bisa didiskualifikasi sehingga urutan kita menjadi cepat disamping itu kita bisa saling kenal dengan peserta lain dan mencari bocoran dari peserta yang sudah selesai wawancara. Berpakaian rapi untuk menggambarkan kesiapan Anda untuk dipilih menjadi kandidat yang akan menjadi duta Indonesia. Semua dokumen penunjang buat dalam 1 folder dan sertakan pada saat wawancara hal ini bisa menunjukkan bahwa Anda benar-benar siap dalam menyiapkan wawancara. Yang saya siapkan waktu itu slide presentasi mengenai Indonesia untuk promosi kebudayaan di Amerika sehingga membuat panelis terkesan. Salah satu pewawancara akan bertindak “antagonis” yang melemahkan pendapat Anda tapi yang saya lakukan saya tetap mempertahankan pendapat saya. Saat itu saya disuruh untuk merubah jurusan saya karena dianggap tidak memberikan kontribusi banyak namun saya jawab bahwa bekal saya untuk mengajar di Indonesia nantinya akan saya peroleh dengan memperbaiki Bahasa Inggris saya di kelas dan di luar kelas melalui komunikasi dengan orang Amerika dan peserta lainnya. Sementara ilmu komputer akan saya pelajari dan pastinya akan saya aplikasikan untuk kantor saya.

Berikut beberapa pertanyaan saat wawancara: Apakah saya yakin dengan kemampuan saya bisa belajar IT sementara saya belum pernah belajar IT. Jawaban saya YAKIN karena saya pernah belajar IT di New Delhi selama 3 bulan meskipun saya bukan siswa berprestasi di kelas saya mampu bersaing dan di kantor aplikasi baru bisa kami pelajari by learning by doing jadi intinya adalah kemauan. Jika melihat pengalaman yang kamu punya sudah sering ke luar negeri apakah tidak ada keinginan untuk bekerja di luar dari daerah kamu tinggal. Saya jawab rasanya tidak fair jika kesempatan mendapatkan beasiswa saya peroleh melalui keterwakilan daerah saya tapi saya tidak mengabdi di tempat saya dimana human resource daerah saya masih sangat terbatas. Saya tetap harus di Sulteng untuk mengabdikan ilmu saya dan menginspirasi orang-orang disana. Bagaimana proses perpindahan karir kamu dari seorang guru menjadi seorang staf Pegawaia Negeri Sipil? Jawaban ini karena tuntutan dari pimpinan mengharuskan saya berpindah tempat kerja dari lembaga pendidikan menjadi staf. Apa yang akan kau lakukan setelah selesai program CCIP. Saya jawab saya akan mendaftar beasiswa ke US untuk program master karena ada beasiswa dari PRESTASI dengan jurusan teknologi pendidikan saya rasa ini cocok bagi saya. Dan salah satu pewawancara meyampaikan bahwa saya tidak bisa ke US selama 2 tahun setelah program CCIP dan saya jawab kan masih melamar beasiswa yang belum tentu lulus. Sampai saat ini saja saya sudah melamar beasiswa sebanyak 8 kali namun belum ada yang lulus. Mereka semua tertawa. Dan saya tambahkan kalau ke US tidak bisa saya akan ke India belajar subjek itu, India juga maju untuk teknologi pendidikan. Inilah sekelumit tulisan saya sebagai ‘bayaran’ telah menikmati tiket gratis Palu JKT – PP dan medical check up dari AMINEF. semoga Allah membalas kebaikan bagi pihak AMINEF.

Salam Khairullah (Herul) Hisyam Abdul Razak Master of Education and Psychology Sturt Road, Bedford Park, South Australia, 5042 GPO Box 2100, Adelaide SA 5001. Email: raza0017@flinders.edu.au. Mobile: +61450-191414.

6 Komentar di Posting “Khairullah Razak: “Tips Berburu Beasiswa Community College Initiative Program USA”

  1. Sebelumnya saya ingin mengucapkan terima kasih atas infonya mas. Semoga saya juga bisa lulus mendapatkan beasiswa tersebut. Aamiin.. kalau boleh tahu, mas Razak pertama kali dapat info pendaftarannya dimana yah, saya pengen ikut tapi nggak tau kapan tanggalnya. Terima Kasih..

  2. terima kasih banyak, saya berminat ikut tahun ini, rasanya rendah diri, sebab belum setahun kerja di bidang finance (saya lulusan jurnalistik) tapi saya ingin sekali ikut beasiswa ini, dan tulisan2 mengenai beasiswa ccip benar-benar memperkuat niat saya.
    terima kasih banyak sudah bersikap terbuka mengenai beasiswa ini :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>