Dibaca: 10,703 kali    Komentar: 31  

Khairullah Razak: “Sebuah Jawaban atas Percobaan ke Delapan Kali, Australia Awards Scholars”

Perjuangan saya mengejar beasiswa dimulai pada awal tahun 2011 meskipun tahun-tahun sebelumnya saya sudah pernah apply beasiswa namun saya belum terlalu fokus sehingga hasilnya pun bisa ditebak, yah GAGAL. Adapun beasiswa yang sempat saya apply pertama kali adalah Ford Foundation (2007), ADS (2007) dan Stuned (2010).

Kembali di tahun 2011 saya membulatkan tekad untuk mengejar beasiswa ke luar negeri karena melihat begitu mahalnya biaya sekolah untuk program master di Indonesia ditambah lagi aturan bagi Pegawai Negeri Sipil yang melanjutkan sekolah di daerah domisili tidak dibebastugaskan dari tugas kantor dan biaya menjadi tanggungan pribadi. Lalu saya berfikir mengapa saya tidak memanfaatkan peluang beasiswa yang jelas-jelas gratis ditambah saya bisa bebas dari tugas kantor, ditambah ‘plus’ lainnya yang bisa ditebak.

Untuk mengejar beasiswa saya memantapkan diri untuk belajar TOEFL dari awal karena basic awal saya sangat rendah. Saya harus bisa memiliki nilai TOEFL yang cukup dikarenakan TOEFL awal saya di tahun 2007 berjumlah 463 dan 480 di tahun 2010 sehingga sulit untuk memenuhi persyaratan administrasi beasiswa. Langkah pertama yang saya lakukan adalah mendaftar kursus TOEFL di salah satu lembaga di Kota Palu untuk dua puluh kali pertemuan. Tidak muluk-muluk target saya waktu itu yakni cukup untuk menaikkan TOEFL saya ke angka 500. Dan Alhamdulillah target terpenuhi setelah mengikuti 20 kali pertemuan dan saya mengikuti ujian TOEFL ITP sebagai bagian dari paket kursus yang saya ambil dan nilai TOEFL saya 507. Cukup memuaskan bagi saya karena saya harus realistis menaikkan nilai TOEFL sangat sulit bagi saya. Selanjutnya saya masih merasa nilai TOEFL saya belum stabil karena bisa saja nilai tersebut turun lagi dan saya sempat berbagi cerita dengan teman-teman yang punya pengalaman soal TOEFL bahwa jika nilai pada kisaran 500 lebih sedikit masih besar kemungkinan untuk turun ke angka kurang dari 500. Saya lalu mengambil kursus dan guru yang sama harus saya sebut nih namanya. Thanks Mr. Sandy. You’re a great teacher and worth investment of Central Sulawesi.

Mengambil kursus TOEFL kedua kalinya sebagai upaya untuk memaksimalkan serapan pelajaran yang banyak ketinggalan di kursus sebelumnya. Setelah mengikuti bimbingan kali kedua dan melakukan test TOEFL bisa ditebak alhamdulillah nilainya saya sudah mencapai 520. Sambil mengisi waktu agar tetap memotivasi saya melamar beasiswa saya tetap ikut les TOEFL lagi di Lembaga Bahasa Untad di Jalan Setia Budi dimana kami diajar oleh Bapak Jos. Alhamdulillah saya mendapat banyak ilmu soal TOEFL dari beliau ditambah motivasi dan tips beasiswa dari beliau. Beliau adalah penerima beasiswa Fulbright dari pemerintah US sehingga kelas TOEFL bimbingan dari beliau tidak melulu membahas TOEFL tapi diselingi kisah-kisah beliau di US. Pengalaman duka belajar TOEFL harus saya akui banyak sekali sehingga tidak mengherankan ‘penantang’ TOEFL banyak berguguran. Hasil dari amatan saya dibutuhkan kesabaran super untuk belajar TOEFL, ketekunan dan disiplin karena untuk meningkatkan nilai berapa digit saja tidaklah semudah membalikkan telapak tangan belum lagi pertanyaan kapan akan berangkat sekolah ke luar negeri merupakan ‘momok’ bagi saya. Hal yang bisa mengobati semua itu adalah dengan membaca blog para penerima beasiswa sehingga kadang saya tenggelam sendiri dalam penjelajahan saya di dunia maya yang lama-lama kian nyata mimpi itu sehingga terus memompa semangat saya belajar TOEFL. Saya mencamkan pada diri saya waktu itu bahwa saya hanya butuh nilai TOEFL yang cukup untuk ke luar negeri berbekal PNS yang merupakan prioritas berbagai beasiswa. Walaupun pada akhirnya harus gagal berkali-kali. Tantangan lainnya yang saya hadapi adalah minimnya teman-teman pejuang pencari beasiswa di kota tempat saya bekerja sehingga semuanya semakin tak jelas dan saya melihat di daerah saya peluang beasiswa ke luar negeri hanya didominasi oleh dosen, lalu masih adakah peluang saya?

Selanjutnya di tahun 2011 saya melamar beasiswa New Zealand ASEAN Scholarships hasilnya belum berhasil juga kisahnya bisa dibaca di http://khairullahabdulrazak.blogspot.com/2013/12/saya-dan-nzaid-scholarship-perjuangan.html dan di pertengahan tahun saya melamar beasiswa ADS yang kedua kalinya setelah gagal di tahun 2007 dan kegagalan yang sama terjadi di penghujung tahun 2011. Total lima kali percobaan melamar beasiswa dan belum mencapai target saya yakni masuk ke tahap wawancara sehingga saya down. Saya lebih banyak mengurung diri di kamar dan ke kantorpun rasanya lesu. Selama masa-masa tersebut saya tak ada semangat dan tidak ingin berbicara soal beasiswa dan saya mencoba merenungi diri sampai pada akhirnya saya menceritakan pengalaman saya kepada kawan saya yang baru saja menyelesaikan masternya di Belanda melalui beasiswa ERASMUS MUNDUS. Dia menasehati dan membakar semangat saya bahwa kenapa saya mesti banyak berpikir? saya sudah PNS coba terus saja melamar beasiswa ke luar negeri dan sayapun tidak didesak waktu untuk segera sekolah lagian kalau berhenti mengejar beasiswa sangat rugi Rul, kata senior saya karena orang yang berkompetisi memperoleh beasiswa di daerah ini sangat kurang sehingga peluang saya diterima sangat besar, tutupnya. Dia menanyakan berapa kali saya melamar beasiswa dan saya jawab saya sudah 5 kali. Coba sampai 8 kali setelah itu terserah saya mau mundur atau maju karena alasannya sederhana dia lulus pada percobaan 8 kali jangan sampai rejeki beasiswa saya di percobaan ke 8 kali dan saya mundur pada percobaan kelima, jawabnya. Dia pun menunjukkan nilai-nilai TOEFLnya semenjak awal dari angka 480an hingga mencapai 575, semuanya mungkin asal tekun jawabnya. Dia mengakhiri saya ingin tahun depan kamu mengabari kalau sudah di Bali ikut PDT. Hal tersebut betul-betul memacu semangat saya. Membuka tahun 2012 dengan semangat lebih kuat untuk mengejar beasiswa.

Berbekal modem Telkomsel flash yang kubeli khusus untuk mengejar beasiswa untuk berselancar menyusuri blog-blog penerima beasiswa. Tahun ini saya mendapatkan banyak perubahan yakni essay yang saya kumpulkan selama ini memang sangat jauh dari standar yang dimiliki para penerima beasiswa dan blog dari Bapak Arsana sangat membantu saya http://madeandi.com/ads/ karena di blog tersebut banyak informasi soal tahap-tahap persiapan aplikasi beasiswa ADS sehingga saya melakukan beberapa perbaikan yang bisa saya lakukan. Diawal tahun saya kembali melamar beasiswa NZAID sebagai percobaan keenam dan sayapun kembali meminta rekomendasi ke atasan saya dan dosen saya. Dosen saya Bapak Mochtar Marhum sempat mengingatkan kemarin belum lulus yah Rul? saya jawab belum lulus pak. Jangan lupa ikutan ADS lagi tahun ini. Saya merasa mendapatkan semangat karena diam-diam dosen saya ini memperhatikan saya yang sudah lama berjuang melamar beasiswa. Selanjutnya saya mengambil kursus di IALF Jakarta untuk 2 minggu belajar IELTS dengan biaya kurang lebih 10 juta untuk 2 minggu include tiket PP Palu JKT, biaya kosan, Biaya Test IELTS dan biaya hidup. Walaupun saat itu saya harus meminjam uang tapi saya ingin tahun 2012 saya memaksimalkan usaha sehingga saya tidak ingin gagal di tes IELTS. ADS. Tepatnya di bulan April 2012 saya mengikuti Intensive IELTS Class di IALF Jakarta disini saya merasakan kekaguman kepada para penerima beasiswa ADS. Saya pun sempat bertemu dengan teman saya sebagai penerima beasiswa ADS yang akan berangkat ke Sydney. Sungguh semangat saya semakin memanas untuk mengejar beasiswa ini. Pengajar saya Mr.Nigel juga sempat menyampaikan bahwa beasiswa ADS telah dibuka tahun ini dan sempat memberikan saran-saran agar sukses mengisi aplikasi beasiswa tersebut.

Guru saya yang lain Ms. Rozz Dunk juga membantu proses saya melamar beasiswa ADS di tahun 2012. Dia membantu untuk berkomunikasi dengan pihak kampus di Australia. Pada saat saya mengikuti bimbingan IELTS di IALF Jakarta, teman mengajak saya melamar beasiswa master Fulbright yang deadlinenya tinggal dua hari. Kisah lengkapnya bisa dibaca di http://khairullahabdulrazak.blogspot.com/2013/12/saya-dan-fulbright-master-perjuangan dan melihat formulir yang disodorkan yang tidak terlalu banyak isian saya pun menyanggupi untuk mengisinya dan di akhir cerita saya baru tahu kalau teman saya tersebut tidak sempat mengumpulkan aplikasi beasiswa tersebut.hahaha Alhamdulillah nilai IELTS saya setelah bimbingan 2 minggu di IALF Jakarta cukup memuaskan untuk pemula 5.5 dan saya bersyukur bisa melewati angka 5 untuk persyaratan lulus ADS di tahap JST. Selanjutnya saya mengisi form aplikasi ADS dibantu Saudara saya yang baru menyelesaikan study master di New Zealand melalui jalur beasiswa NZAID, dan Mr. Kieran – counterpart saya pada program Australia Youth Exchange yang membantu saya dalam memperbaiki isi dari jawaban aplikasi saya. Saya sangat terbantu dengan ide-ide dari dia yang mencoba menyederhanakan poin yang ingin saya sampaikan dan berusaha untuk mengarahkan saya untuk memberikan jawaban sesuai yang diinginkan oleh pemberi beasiswa dalam hal ini Pemerintah Australia. Pemeriksaan terakhir dilakukan oleh guru saya di IALF Jakarta, Roz Dunk. Dia sangat sabar dan teliti dalam memeriksa essay yang saya kirimkan dan dia harus berkali-kali merevisi dan mengirimkan kembali perbaikannya. Dari cara dia memeriksa benar-benar dia lakukan dengan teliti sehingga saya merasa dibimbing seorang mentor hebat dan tentunya saya melihat perubahan yang jauh lebih bagus antara essay awal saya sebelum diperiksa tiga orang ini. Alhamdulillah selesai juga aplikasi beasiswa saya dan saya mengirimkannya pada awal bulan Juni 2012 berhubung saya akan berangkat ke New Delhi untuk mengikuti short course.

Perjuangan untuk beasiswa ADS sebagai beasiswa yang ke delapan kali saya lamar telah saya lakukan maksimal (versi saya). Saya berjanji, jika kali ini saya gagal mungkin saya akan tetap melamar beasiswa namun tak seberharap saat ini. Kabar dari beasiswa Fulbright saya terima saat saya di India bulan Juli yakni saya masuk tahap wawancara namun saya memilih untuk melanjutkan short course di India berhubung waktu wawancara Fulbright bertepatan dengan course di India. Selanjutnya notifikasi dari beasiswa New Zealand diakhir Agustus menyatakan saya belum masuk shortlisted. Kecewa, sangat kecewa karena saya sudah sempat mengantongi Letter of Acceptance kampus di New Zealand ditambah lagi nilai TOEFL saya sudah melebihi 550 sebagaimana yang dipersyaratkan beasiswa tersebut tapi saya tetap optimis bahwa ADS akan memberikan kabar baik. Sepulang dari New Delhi, saya mencoba mendaftar short course bahasa Mandarin ke China selama setahun dan prosesnya tidak terlalu sulit mungkin karena ini short course dan saya hanya memasukkan berkas-berkas yang sudah saya punya selama ini . Alhamdulillah tepatnya di bulan September saya dinyatakan lulus. Ini saya lakukan untuk mengantisipasi jika tidak ada beasiswa master yang lulus.

Dalam hal ini saya belajar bahwa SEMAKIN SERING KITA MELAMAR BEASISWA, ESSAY KITA MAKIN TAJAM SEHINGGA TERJADI PERBAIKAN ATAS ESSAY SEBELUMNYA SEHINGGA MEMUNGKINKAN UNTUK LULUS. Tahun 2012 adalah tahun bergerak dan bertindak bagi saya. Saya tidak ingin terlalu banyak berfikir dan menduga-duga INI MUNGKIN KARENA TERLALU SERING GAGAL. Bergeraklah niscaya engkau akan termotivasi adalah kata-kata yang selalu saya tekankan. bergeraklah hingga kegagalan lelah menyapamu. Bergeraklah, Bergeraklah jangan kebanyakan berfikir.

Pada bulan September saya juga mendapatkan informasi dari teman saya untuk melamar beasiswa Community College Initiative Program (CCIP) beasiswa non gelar dari Pemerintah US dan sayapun mengisi formulirnya dan menyiapkan persyaratan yang diinginkan. tepat pada 12 November 2012 saya mendapatkan notifikasi bahwa saya masuk shortlisted untuk wawancara diakhir bulan November 2012. Perasaan saya campur aduk saat itu saya sangat gembira dan intinya mimpi akan ke luar negeri kian dekat. Namun saya teringat kawan saya yang justru sangat berharap pada beasiswa ini belum masuk shortlisted saya pun membatasi kegembiraan saya. Saya pun sesekali teringat beasiswa ADS namun saya tidak mencari informasi soal informasi peserta shortlisted ADS karena saya terlalu fokus untuk persiapan wawancara CCIP dan saya tidak ingin melewatkan kesempatan ini. Setelah pulang dari Jakarta menyelesaikan wawancara CCIP, saya menelpon kantor ADS Jakarta dan menanyakan pengumuman peserta shortlisted ternyata pengumumannya sudah lama dan dia menanyakan nama saya dan officer ADS menyatakan bahwa saya masuk shortlisted. Alhamdulillah saya kegirangan kayak anak kecil dan kembali menanyakan ke officer tersebut betul nama saya masuk shortlisted, betul nama saya masuk shortlisted dan mohon menunggu suratnya. Saya loncat-loncat dan memeluk teman sekantor saya tanpa alasan jelas karena saya tidak menyampaikan kenapa saya gembira setelah menelpon… hehehehe Saya pun segera menyampaikan kabar gembira ke keluarga dan memohon doanya agar dilancarkan proses wawancara.

Saya kembali mengingatkan diri bahwa ini masih panggilan wawancara belum final. Kembali saya menyiapkan segala sesuatunya mulai dengan menelusuri blog-blog yang berbicara soal wawancara ADS dan mengumpulkan prediksi pertanyaan dan kembali saya menyusun jawaban dari pertanyaan tersebut. Jawaban tersebut saya ketik dan saya minta perbaikan dari counterpart saya Kieran Pascoe. Dengan senang hati dia memberikan bantuan dan memperbaiki prediksi pertanyaan interview dan jawabannya. Wow. serasa semuanya berjalan lancar proses ADS kali ini serasa semesta mendukung. ditambah lagi seorang ipar teman kantor saya adalah seorang warga negara Australia yang lagi berlibur di Palu datang ke rumah saya untuk meminta bantuan saya untuk menterjemahkan bahan dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris dengan senang hati saya bantu dan saya meminta bantuannya untuk memperbaiki jawaban prediksi wawancara ADS. PELAJARAN YANG SAYA DAPATKAN KETIKA JALAN ITU KIAN TERBUKA MAKASEGALA MACAM JALAN ALLAH DATANG BERUPA BANTUAN DARI ORANG-ORANG YANG KITA TIDAK DUGA. ADA-ADA SAJA.

Hari-hari berlalu, saya disibukkan dengan persiapan wawancara ADS dan test IELTS JST. Saya sangat menyiapkan wawancara ini karena dari blog-blog yang saya baca banyak peserta yang gagal karena wawancara yang kurang memikat panelis. Tak disangka-sangka tanggal 23 Desember 2012 saya mendapatkan notifikasi dari pihak AMINEF kalau saya lulus ke tahap selanjutnya beasiswa US dan saya harus segera melakukan medical check up. Saya berbahagia, sangat berbahagia karena sudah ada kepastian dari US. Selanjutnya saya sudah mulai kebingungan apa melanjutkan beasiswa US ini sementara tujuan utama saya beasiswa ADS masih dalam proses. Sementara kalau melepaskan beasiswa US dan memilih konsentrasi di proses JST ADS tidak ada jaminan saya akan lulus ADS. Saya pun memutuskan untuk bergerak ketika ada yang bertanya soal dua beasiswa ini saya jawab biar Allah yang memutuskan karena saya SUNGGUH bingung. Yap menghadapi apa yang ada di depan mata saja dan biarkan di akhir nanti biar Allah yang menuntun memberi keputusan terbaik. Waktu saya pun habis dengan medical check up dimana persyaratan beasiswa US saya harus akui sangat ribet. Sangat sulit mendapatkan pemeriksaan menyeluruh di satu Rumah Sakit di daerah saya. Saya pun harus melakukan pemeriksaan di Rumah Sakit, Vaksinasi di dokter klinik dan berburu mantoux test yang ternyata tidak ada di Palu sehingga saya harus ke Makassar. Saya sempat bingung tujuan utama saya adalah ADS dan saya sudah berada di tahap wawancara lalu mengapa saya masih disibukkan dengan persyaratan beasiswa ke US. Beberapa hari sebelum berangkat ke Makassar untuk wawancara ADS saya sempat sakit karena kelelahan atau karena pengaruh berbagai macam vaksin yang masuk ke dalam tubuh saya. Badan saya panas dan sakit bak habis digebukin. Saya pun menghabiskan malam tahun baru diatas ranjang ditemani suara terompet tahun baru disana sini, rasanya merana sakit dan menjauh dari hiruk pikuk tahun baru. Deadline untuk mengumpulkan berkas medical check up dan dokumen lainnya untuk beasiswa ke US makin dekat sampai hari H saya berhasil menyelesaikannya dengan bantuan teman saya Putri Gagaramusu hingga akhirnya saya berangkat ke Makassar menghadiri wawancara ADS dengan rasa capek yang luar biasa. Sayapun merasa bahwa saya akan kehilangan kesempatan di beasiswa ADS karena pikiran saya sudah bercabang.

Dan wawancara ADS berhasil saya selesaikan dan lumayan berhasil menurut saya karena pengalaman wawancara dari TIM AMINEF US menjadi bekal sekaligus pemanasan sebagai wawancara beasiswa pertama saya. Selanjutnya IELTS test untuk JST ADS saya di hari berikutnya jauh dari yang diharapkan sepertinya nilai saya tidak akan sampai 5 pikir saya waktu itu karena saya ketinggalan pada sesi listening dan writing saya sangat hancur. yah sudahlah kata saya toh saya sudah mendapatkan beasiswa ke US jadi kenapa terlau pusing. #menghibur diri… hehehe Wits saya lupa kalau setelah mendapatkan beasiswa ke US saya membatalkan beasiswa short course bahasa Mandarin dari Pemerintah China. Hari-hari saya bergelut dengan penantian pengumuman beasiswa ADS yang menurut informasi akan diumumkan bulan Februari 2013. Tepat tanggal 4 Februari 2013 salah satu teman saya mengabarkan kalau dia telah mendapat SMS dan email dari pihak ADS bahwa dia dinyatakan lulus. Saat itu saya sedang berada di studio foto untuk mencuci foto pesanan orang di rumah. Saya merasa lemas, apakah saya lulus juga dan saya mengucapkan selamat kepadanya semoga saya juga mendapat kabar baik. Saya segera menuju warnet depan kantor saya berhubung internet di kantor sedang bermasalah. Langsung saya cek email di gmail dan saya melihat ada email masuk dari ADS dan sepertinya saya LULUS. Perlahan-lahan mata saya sudah basah menangis menantikan loading email dibuka. Saya tak sabar membuka email tersebut dan rasanya ini adalah email yang paling lama saya buka karena penuh tanda tanya. Berikut isi emailnya Dear Australian Development Scholarship (ADS) applicant Congratulations, the Australian Agency for International Development (AusAID) has recently approved your ADS application. The location of PDT is provided on the Australia Awards website www.australiaawardsindo.or.id An official letter will be sent by courier to your home address, over the next week. Once again congratulations – I look forward to meeting you during Pre-Departure Training. Best wishes MICHAEL BRACHER Manager Australia Awards Scholarships – Indonesia Inilah jawaban dariNya atas percobaan ke delapan saya. Alhamdulillah, hari ini tepatnya 14 Januari 2014 saya menginjakkan kaki di Adelaide, South Australia untuk menempuh pendidikan master saya pada jurusan Psychology and Education pada Flinders University. Inilah langkah kecil saya melalui coretan ini semoga bisa menjadi gambaran perjuangan sebuah mimpi.

Salam, Khairullah (Herul) Hisyam Abdul Razak Master of Education and Psychology Sturt Road, Bedford Park | South Australia | 5042 GPO Box 2100 | Adelaide SA 5001 Email: raza0017@flinders.edu.au Mobile: +61450-191414

31 Komentar di Posting “Khairullah Razak: “Sebuah Jawaban atas Percobaan ke Delapan Kali, Australia Awards Scholars”

  1. subhanallah..keren mas perjuangannya tidak pernah mengenal lelah. kira-kira tahapan yang paling sulit ketika menerima beasiswa ini apa ya mas selain toefl itu sendiri ? sebagai bahan referensi saya saja mas.

    • Hal yang paling menantang adalah bagaimana mengelolah emosi saat proses kita melamar beasiswa karena kita kadang down dengan hasil yang belum menunjukkan ‘tanda’ sekaligus saat menjalani kuliah karena tak semudah yang bayangkan kuliah di LN

  2. Terima kasih atas komentar Pak Subki, Pak Kennedi dan Saam. Sukses untuk pencarian beasiswanya buat kalian. Menurut saya selain belajar TOEFL kita juga musti sabar karena melamar beasiswa prosesnya panjang dan masa penantian terhebat adalah setelah berkas dikirim sampai mendapatkan notifikasi lulus atau tidak.

  3. Subhanallah, betul-betul menjawab kegamangan saya saat ini,..terimakasih banyak mas atas cerita yang sangat menginspirasi, semoga Allah SWT meridhoi niat baik dan perjuangan para pencari beasiswa seperti mas dan kawan2, dan tentunya saya.

  4. luar biasa.saya sudah mencoba yangketiga, dan rasa-rasanya sudah mau berhenti… tapi gimana kalo rezeki saya ternyata pada test yang keempat. sukses buat pak di adelaide. hope to meet you one day at adelaide…

  5. sy tahun ini pingin coba AA jg mas, ini kali ke 2 setelah 3 tahun yg lalu gagal. Cerita mas td benar2 memotivasi sy. oh ya, kok bisa menentukan di Flinders itu latarbelakangnya apa mas? trus rekomendasinya, apa udah kenal dg professor di flinders sebelumnya? makasih mas

    • latar belakang saya Pendidikan karena Flinders lumayan bagus jurusan Pendidikan, untuk saat ini Flinders punya 8 Jurusan Pendidikan (Psikologi, Leadership, PLB, Asian Study, Assessment, Wel-being, Baccaularate, generic). kalau untuk program master by coursework kayak yang saya ambil kita tidak perlu menontak professor kecuali yang S3

  6. assalamualaikum, bg Khairullah razak .. saya fitrah mahasiswa dari medan , saya sungguh sangat terkesan membaca perjuangan beasiswa nyaa. saya boleh minta kontaknya gak? buat nanya2 seputar beasiswa. saya sangat termotivasi dengan abang ,

  7. Assalamualaikum Wr.Wb
    Salam kenal mas, saya Wilin dari Aceh.
    Saya juga berencana untuk mencoba apply beasiswa ADS. Apakah saya boleh berkonsultasi dengan mas melalui email mas?
    Terima Kasih sebelumynya.
    Wassalamualikum Wr.Wb

  8. Waaa… selamat ya ulaaa…lama tidak terdengar kabarnya ternyata sudah di Australia…semoga lncar studinya, dan ilmunya bermanfaat bagi sesama…Amiinn… salam dari kami sekeluarga

    • Hai Ai salam kangen dari saya, apa kabar? masih di Jakarta atau sudah di tempat tugas baru? sukses selalu buat Ai dan keluarga

  9. Salam, mas khairullah razak. Saya benar2 termotivasi oleh cerita mas. Kebetulan saya masih dapat 2 kegagalan daftar beasiswa. Ini saya maw daftar Australia Awards Scholarship program master. Untuk indonesia itu daftarnya by hardcopy saja kan mas? jadi tidak melewati OASIS. Terima kasih sebelumnya

  10. Wah, ceritanya seru sekali! Beberapa waktu lalu saya juga mencoba AAS tetapi masih belum berhasil di TOEFL. Boleh minta sarannya, lebih baik les general english atau IELTS ya jika untuk melanjutkan master?

  11. subhanallah…memang benar kata Pak Cik Andrea Hirata, suatu saat Tuhan akan berhenti berhitung..jadi walau sudah berkali2 gagal, never give up! :)

  12. Hal yang sama juga saya nantikan mas Razak. Perjuangan yang luar biasa. Sekarang ini saya sedang menantikan kabar dari aplikasi beasiswa yang sudah saya kirim. Meski usia saya sudah mencapai 41 yang mungkin tidak muda lagi bagi pemburu beasiswa tapi cerita anda menjadi sangat berharga buat saya. Sebagai guru berstatus PNS, saya masih punya mimpi indah mendapatkan kesempatan beasiswa di luar. Thanks atas kisahnya.

  13. Aku terharu dan termotivasi dari perjuangan kamu, mas herul.
    Aku juga berencana untuk mempersiapkan beasiswa ke LN, saya akan coba lamar di beberapa beasiswa, tapi aku kyk kamu, aku pngen bgt dpt beasiswa ADS. Nnti kalo aku uda apply, boleh ya mas tanya2 tips. Terimakasih untuk sharing pengalaman kamu yg luar biasa.

  14. Assalammuallaikum wr. wb.
    Salam kenal, saya Niko seorang Pns juga mas di Pemkot Bontang, Kaltim. Baca pengalaman mas benar2 jadi terharu, sekaligus membakar semangat saya juga mas… hehehe, saat ini kebetulan saya juga sedang berniat mencari beasiswa keluar negeri mas, adapun target saya LPDP atau Fullbright, tapi test Toefl kemaren terakhir hanya di 450 dan IELTS saya hanya 5… sedih!
    Saya juga berencana mau kursus di IALF Jakarta, sebaiknya saya ambil kursus Toefl atau Ielts dulu ya mas?
    Mohon pencerahannya, Terima kasih. Wass.
    Niko

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>