Dibaca: 10,250 kali    Komentar: 24  

Putri Monalisa: “Mimpi mengawali segalanya!”

Bermula dari keinginan ini yang haus akan pendidikan. Semuanya ku gapai perlahan tapi pasti. Semua angan yang dulu hanya bisa aku tulis di selembar kertas usang. Tapi kini semuanya sudah mulai terwujud satu persatu. Cemoohan dan celoteh orang yang selama ini mecibir bagaikan badai yang silih berganti datang menghampiri. Terkadang limbung diterpanya, tetapi aku tetap bertahan untuk sebuah tujuan. Tujuan untuk tetap bersekolah. Tak perduli keadaan mengatakan tidak. Tak perduli, tak perduli dan tak perduli. Yang terpenting adalah diri sendiri yang mengatakan iya untuk semuanya. Maka dengan seiring berjalannya waktu, keadaan pun akan mengatakan iya. Walaupun dengan hati terpaksa. Tapi tak apalah, yang terpenting aku tetap bersekolah.

Mimpi adalah awal dari segalanya. Mimpi yang menguatkan asa dan membulatkan tekadku. Mimpi yang selalu menjawab iya untuk sebuah pengharapanku. Mimpi juga yang selalu membawaku berada di tingkat paling tertinggi di dunia. Yakni langit berlapis tujuh. Dimana jika tangan-tangan mimpi tak terlalu kuat menggenggamku maka aku akan berada di antara bintang-bintang yang yang tidak kalah indahnya memanjakanku. Yang tidak kalah penting adalah tentang bagaimana keyakinanku terhadap mimpi-mimpiku. Karena jika keyakinanku terhadap mimpi kuat maka akan kuat pula mimpi menggenggamku.Itulah mengapa aku selalu meyakini mimpi.

Mimpi adalah sahabat terbaikku, yang aku kenal ketika aku memasuki sekolah menengah atas. Ketika pertama kali aku mulai membangun fondasi kekuatan dari batu hinaan orang-orang sekelilingku, mimpi yang selalu menemaniku. Mimpi yang selalu membuat aku tersenyum di keadaan yang seharusnya aku menangis.Mimpi yang menghiburku setiap kali ketika aku menangis di tengah malam yang gelap. Mimpi yang selalu memaksimalkan semangatku, yang selalu memberikan kata-kata indahnya tentang hidup ini. Dimana orang miskin seperti kami memiliki hak yang sama seperti orang kaya yang mempunyai segalanya.

Ahh aku jadi teringat kata-kata inspiratorku Bang Arai ‘laskar pelangi’ : “Apa jadinya orang-orang miskin seperti kami jika tidak memiliki mimpi”. Backsong lagu laskar pelangi pun mendukung, yang liriknya “Mimpi adalah kunci untuk kita menaklukan dunia. Berlari lah tanpa lelah sampi engkau meraihnya”. Sangat setuju terhadap pendapat Bang Arai dan lagu laskar pelangi. Buktinya sudah nyata Bang Ikal dan Bang Arai telah membuktikannya. Semuanya tidak ada yang bisa menghalangi kita untuk pengharapan tentang kehidupan ini. Yang kamu harus miliki adalah mimpi, keyakinan, dan tekad yang bulat. Maka waktu yang akan mengatarmu kesana. Seperti yang kamu harapkan. Jangan pernah menyerah karena kita tidak pernah tahu sejauh mana kita telah berjalan mendekati mimpi yang menjadi kenyataan. Bisa saja tinggal jarak yang bahkan tidak bisa diukur dengan satuan panjang. Oleh karena itu, seletih apapun kamu telah mengerjakannya jangan pernah menyerah.

Sore itu aku sedang duduk di beranda depan rumahku. Sambil memandangi ibuku yang tengah memangkas rumput-rumput yang tumbuh disekitar halaman rumah kami. Tiba-tiba datang sepupu perempuanku yang rumahnya tak jauh dari rumah kami. Aku yang waktu itu sedang duduk di kelas XI sekolah menengah atas di kota tempatku tinggal sangat bersemangat menyambutnya. Sebenarnya aku bersemangat hanya karena ingin meminta saran dan berdiskusi sedikit dengannya mengenai perguruan tinggi. “Yuk, aku pengen nian ngelanjutin sekolah aku di sekolah tinggi akutansi negara (STAN). Menurut ayuk biso dak aku masuk sano?” kataku. “Oiy dek, masuk sano tu susah. Banyak orang kayo be dak masuk. Bemimpi tu jangan tinggi kagek gilo”, jawabnya. Seketika itu juga aku menahan tangis mendengar jawaban ayuk sepupuku itu. Terasa sakit sekali hati ini mendengarnya. Apakah hanya karena kami miskin, kami tidak boleh mengenyam pendidikan setinggi itu. Tapi aku teringat perkataan ibuku Tuhan itu adil. Adil bukan berarti memberikan semua yang kita mau. Tapi Tuhan memberikan yang kita butuhkan. Malam harinya aku menulis cita-cita yang ingin ku capai dalam waktu dekat. Selembar kertas hvs kubagi menjadi dua bagian.

Bagian pertama ku tulis, “ I want to be a success person. I will made myfamilly happy”.

Kertas yang kedua ku tulis “Aku akan menjadi mahasiswa STAN!!”.

Kertas itu kutempel di dinding di mana tiap aku membuka mata ketika terbangun di pagi hari, kertas itu yang pertama aku lihat. Dengan harapan agar aku semangat bersekolah demi menggapai cita-citaku. Setelah kelulusan aku disibukkan dengan beragam macam tes perguruan kedinasan dan perguruan tinggi negeri.

Ohh iya, aku lupa teman. Aku menangis lagi ketika aku mengetahui bahwa aku dinyatakan tidak lulus dalam SNMPTN Jalur Undangan. Padahal aku sangat berharap diterima di IPB program studi metereologi terapan. Tapi Tuhan berkata lain. Aku dibuatnya menangis lagi ketika hampir bersamaan aku dinyatakan tidak lulus seleksi mahasiswa baru STAN, STIS dan AMG. Aku bersemangat ketika aku dinyatakan lulus di Poltekkes kemenkes Palembang dengan program studi farmasi dan Politeknik Sriwijaya dengan program studi teknik kimia. Segera ku sampaikan kepada ayahku yang kala itu telah berpisah dengan ibuku semenjak aku duduk di kelas 4 SD. Beliau memupuskan semangatku. Beliau berkata tidak mempunyai uang untuk membiayai kuliahku nanti. Astagfirullah Tuhan cobaan apalagi yang Engkau berikan kepada hamba Mu kali ini. Apalah arti hidupku ini jika aku tidak bisa melanjutkan kuliahku ke perguruan tinggi. Aku merasa masa depanku sangatlah suram. Tiba-tiba Tuhan memberikan secercah harapannya. Aku teringat jika aku telah terdaftar sebagai pendaftar beasiswa bidikmisi. Segera ku buka server bidikmisi, harapan itu muncul lagi. Seleksi mahasiswa baru jalur SBMPTN belum ditutup. Segera aku mendaftarkan diri. Pilihan yang pertama ku pilih adalah Universitas Sriwijaya program studi teknik kimia, yang kedua Universitas Bengkulu program studi teknik sipil, dan pilihan terakhir ku bingung mau diisi apa. Akhirnya aku memilih Universitas Jambi program studi pendidikan biologi pgsbi. Karena ku pikir Jambi adalah daerah yang terdekat dengan tempat tinggalku yakni Lubuklinggau (Sum-Sel). Tiba hari dimana pengumumannya dikeluarkan, aku malah tidak bersemangat untuk mengetahui hasilnya. Aku tidak yakin dengan diriku sendiri. Sore harinya ayahku menelponku menanyakan hasilnya. Aku mengatakan belum aku lihat pengumumnya. Ayaku meminta username dan password untuk membuka pengumuman tersebut. Tak lama kemudian ayahku menelpon lagi dan memberi kabar bahwa aku diterima di Universitas Jambi program studi pendidikan biologi. Tapi begitu lah ayaku, sebesar apapun prestasi yang ditorehkan anaknya akan dibalas dengan ekspresi yang datar. Aku baru sadar kini beliau begitu semata agar kami tidak berpuas diri atas prestasi yang kami dapat. Beliau mengharapkan kami agar terus melangkah maju melebihi dirinya. Ku mulai langkahku menginjakkan kaki di Kota Jambi seorang diri. Aku yang sebelumnya belum pernah kesana dibuat bingung sepanjang jalan dan merasa was-was takut dilarikan oleh sopir bus. Karena kondisi keuangan yang tidak memungkinkan untuk pergi berdua, ibuku tidak bisa mengantarkan aku ke kota Jambi. Tetapi beliau menitipkan aku di keluarga jauh kami yang tinggal di seberang Kota Jambi selama aku menetap di Jambi untuk mengurus berkas regristrasiku sebagai mahasiswa baru. Alhamdulilah, Tuhan menjadikan secercah harapan itu menjadi cahaya terang. Aku diterima sebagai mahasiswa penerima bidikmisi.Senang tak terkira rasanya. Akhirnya aku bisa kuliah dengan aman tanpa khawatir akan UKT yang tingginya selangit.

Semua rasa letih, lelah akibat mengurus kelengkapan berkas beasiswaku kini terbayar sudah. Ku buktikan kepada mereka yang menghinaku selama ini. Yang menyepelekan keluarga kecil kami. Mereka yang mengatakan aku tidak bisa kuliah. Ini hadiah untuk kalian semua! Aku berjanji kepada diriku sendiri, demi keluarga kami, demi adik-adik yang telah menantiku untuk membiayai sekolah mereka, dan demi anak-anak miskin lainnya yang ingin bersekolah aku akan berjuang sekuat tenaga untuk menggapai cita-citaku. Agar suatu waktu kelak aku akan membantu mereka untuk melanjutkan sekolah sebagaimana DIKTI yang memberikan beasiswa bidikmisinya kepadaku. Semoga Tuhan selalu melindingiku sampai nanti aku menyelesaikan studyku di Universitas Jambi. Dan aku berharap aku dapat menulis lagi disini dengan cerita mengenai beasiswa S2 ku di luar negeri nanti. Amin Ya Rabb.

Salam hangat, Putri Monalisa Program, studi Pendidikan Biologi PGMIPA-U, Universitas Jambi’13, FB : Putri Monalisa, Twitter : @chicaaaboom, Email : llyphy@gmail.com

24 Komentar di Posting “Putri Monalisa: “Mimpi mengawali segalanya!”

  1. Assalamualaikum putri, Senang baca kisahnya. sy nara dr curup bengkulu, alumni ppm al-ikhlas lubuk linggau. kisah qt buat sekolah gak jauh beda. Alhamdulillah sy jg penerima beasiswa dr Universitas muhammadiyah jakarta. Skrg sy semester 7 hukum perdata Islam UMJ.

  2. yakin lah dek,, tdk ada kesuksessan tnpa kerja keras, org-org yg telah hdup enak saat ini hanya sebatas pinjaman bagi Allah swt,tdk ada yg abadi, yg abadi hanyalah ketakwaan kta trhdp-NYA dalam menjalankan khdupan di dunia, trmsuk meraih cita-cita,, ttap istiqomah,jgn melihat keatas,lihatla ke bawah biar kamu lebih merasakan arti khdupan dan lebih bersyukur pastinya,, ;) KEEP SPIRIT GIRLS ;)

  3. Iya kak, makasih atas nasehat dan supportnya :) InsyaAllah selalu bersyukur atas apa yang diberikan olehNya. Selalu membutuhkan nasehat dan supportnya tanpa terkecuali dari kakak.

  4. terimakasih dek ulfa udah membaca tulisan sederhana ini. Alhamdulilah jika bisa memotivasi utk lebih baik lagi. Amin, dek kakak selalu berdoa yang terbaik ya. Jangan pernah menyerah atas remehan orang lain ya. Teruslah menggapai mimpimimpimu. Karena Tuhan akan mendengarkan dan mengabulkannya.

  5. ceritax dind memotivasi saya ingin menyengolahkan putra saya tercinta meskipun saya single parent dengan keadaan ekonomi yang pas pasan.

  6. Malik aziz : Semangat menggapai mimpi dik. Yakin pada dirimu sendiri. Karena ketika engkau telah yakin akan kemampuan dirimu maka semesta akan mendukungmu :D

  7. Bunda abi : Iya bun, jangan pernah menyerah dengan keadaan. Teruslah berusaha untuk mereka. Karena Allah tidak akan mengubah suatu kaum jika kaum itu tidak berusaha. Uang bukan segalanya saya bukti nyatanya. Sekolahkan mereka setinggi mungkin. Karena mereka InsyaAllah akan bisa mengubah kehidupan bunda ke arah yang lebih baik lagi nantinya.

  8. iseng-iseng search tentang beasiswa, dan blog ini berhasil buat nangis.
    pertengahan baca kaget dengan keluarnya bahasa palembang
    hehhhe
    keren dek, semangat trus yo
    semoga apa yg diimpikan tercapai. Allah bless us.
    salam kenal
    Sri Andaiyani- Alumni penerima bidikmisi UNSRI

  9. Hai kak Sri ! Iyaa kak aku asli Palembang. Kakak jurusan apa di unsri kak? Sayang banget ya kak aku cuma keterima di poltek. hehee Terimakasih kak sudah membaca blognya. Salam kenal :)
    Putri monalisa.

  10. Hei kak asa, terimakasih ya udah baca tulisannya! salam kenal..

    Haloo mas kemal, terimakasih uda baca yaa :)
    Ohh alumni stan.. ahhh bikin ngiri aja yaa heheee

Leave a Reply to cicyn riantoni Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>