Dibaca: 9,005 kali    Komentar: 5  

Abdul Qohhar: “ITS, A Dream Come True”

Sungguh tak pernah terbayangkan mimpi yang telah kubangun ketika masih di Madrasah Aliyah Negeri 1 Bojonegoro akhirnya menjadi kenyataan. Yah, sekarang cita-citaku telah terwujud kawan. Aku menjadi salah satu mahasiswa di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, prodi D3-Teknik Elektro angkatan 2013 dan sebagai salah satu penerima Bidik Misi dari DIKTI. Untuk menggapai mimpi itu sungguh tidak mudah kawan, aku harus terseok-seok dan hampir mengalami keputus-asaan. Namun ada Ibu dan kakakku yang selalu menyemangatiku. Sejak masih di Madrasah Aliyah aku selalu menginginkan kuliah di ITS,,sampai-sampai di profil Facebook tertulis “Kuliah di ITS”. Padahal itu belum tentu nanti akan masuk di ITS. Seandainya aku tidak diterima di ITS, mungkin agak malu juga kali ya. Tapi seperti itulah mimpi,kita harus berani menulisnya. Walaupun agak sedikit gila ataupun memalukan. Aku lahir di Bojonegoro 19 tahun silam.

Aku adalah anak ke-2 dari 2 bersaudara. Ibuku membantu di sebuah klinik kesehatan samping rumah, sedangkan Bapak sudah meninggal 3,5 tahun yang lalu. Aku terlahir di dalam keluarga yang sederhana. Kakakku alumni jurusan Kimia di salah satu Universitas Negeri di surabaya. Beliau menjadi tenaga pengajar Kimia di salah satu Madrasah Aliyah swasta dekat rumah. Sejak SMP diriku mulai diperkenalkan oleh kakakku materi-materi yang berbau dengan kimia. Dan ketika mulai masuk Madrasah Aliyah (setara SMA) aku mulai menyukai pelajaran kimia, hal ini terbukti dengan nilai kimiaku yang bagus ketika masuk di kelas 1 Madrasah Aliyah. Dari kelas 1 sampai 3 Aliyah tidak pernah mendapatkan ranking bagus. Jangankan 3 besar, 10 besar pun aku gak pernah masuk. Namun aku memiliki kelebihan di mapel matematika, fisika, dan kimia. Sedangkan untuk mata pelajaran berhubungan dengan bahasa arab dan sejenisnya, aku lemah. Hal ini dikarenakan aku lulusan Sekolah Menengah Pertama.

Pendaftaran SNMPTN undangan telah dibuka, kuputuskan untuk mengambil Prodi Kimia di ITS dan Unair, keduanya berada di Surabaya. Memilih Prodi kimia di Unair dan ITS boleh dibilang sebuah perjudian besar mengingat diriku tidak pernah masuk 10 besar di kelas. Dan hasil penerimaan SNMPTN juga ditentukan melalui pertimbangan hasil Ujian Nasional (UNAS) juga. Nah, guncangan batin mulai hadir di sini kawan. Pengumuman UNAS yang dinanti-nanti telah tiba, ternyata, nilai UNAS tidak sesuai dengan bayanganku. Nilai rata-rata hanya 7,4. Nilai yang sangat mustahil untuk dapat mengangkat diriku diterima di ITS ataupun Unair. Dan benar saja, aku tidak diterima lewat jalur SNMPTN undangan.

Setelah tahap pertama belum berhasil, aku mengikuti SBMPTN melalui jalur tes tulis. Seperti calon peserta tes pada umumnya, aku juga belajar soal-soal yang akan diujikan. Dengan masih dengan pilihan prodi yang sama, yakni Kimia dengan perguruan yang kutuju adalah ITS, Unair, dan Unesa. Semuanya kampus surabaya. Dan hasilnya nihil juga. SNMPTN dan SBMPTN belum berhasil. Akhirnya mencoba ikut tes jalur mandiri dibeberapa kampus. Yang pertama adalah mengikuti tes di UM Malang dengan masih pilihan yang sama, yakni kimia. Dan hasilnya nihil lagi. Setelah itu mengikuti Ujian masuk Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS). Dan nihil lagi. Tentu otak ini sangatlah capek karena harus mengikuti beberapa tes dan belum pernah berhasil. Untung Ibuku selalu memotivasi diriku untuk terus berjuang. Ternyata perjuangan belum berakhir, Ujian Saringan Masuk STAN dan Ujian Masuk D-III Reguler ITS (ambil prodi teknik kimia, teknik elektro dan teknik mesin) sudah menanti. Tes STAN dilakukan beberapa hari sebelum tes D-III Reguler ITS. Dan sempat juga sudah mendaftar ujian masuk di UNESA (prodi kimia juga). Hasil tes STAN gagal, dan ternyata jodohku di D3TEKTRO ITS Surabaya. Karena sudah positif diterima di ITS, tes di Unesa digagalkan. Dan sebagai pelengkap kebahagiaan ini, aku mendapat tawaran beasiswa Bidik Misi dari Kampus ITS dikarenakan masih ada jatah beasiswa yang kosong. Memang jodoh tak akan lari ke mana, namun kita tetap harus mengejarnya.

“Man Jadda wa jada”

“I Love My Mom”

Warm Regard, Abdul Qohhar, Facebook: Abdul Qohhar, Email: the_dubas@yahoo.com

5 Komentar di Posting “Abdul Qohhar: “ITS, A Dream Come True”

  1. I like your’s story. Kisah ku juga tidak jauh berbeda dg anda. Masuk di ptn & jurusan melalui pilihan Allah. Keep spirit for next dream :)

Leave a Reply to syarif hidayat Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>