Dibaca: 3,486 kali    Komentar: 3  

Annisa Sapta Dewi: “Jika Ada Kemauan maka Ada Jalan”

AnnisaSaptaDewiSaat itu ku lihat pengumuman pemenang Ibnu Batutah Scholarship terpampang dalam sebuah website Qalam wa Lawh sebuah beasiswa yang memberikan kesempatan belajar bahasa arab bagi mahasiswa di seluruh belahan dunia, bagi saya beasiswa ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuk mempelajari bahasa arab secara mendalam namun takdir berkata lain namaku tidak terpampang dalam pengumuman itu akan tetapi mahasiswa dari Jogjakarta lah yang telah mendapatkan kesempatan emas itu.

Namun semangatku tidak pernah padam untuk mendapatkan beasiswa tersebut karena saya yakin bahwa kegagalan adalah awal dari sebuah keberhasilan. Akhirnya aku mencoba untuk menghubungi pemenang tersebut menanyakan semua faktor-faktor keberhasilannya dalam mendapatkan beasiswa tersebut. Saya pelajari semuanya, semua yang di katakannya dan melihat letak kesalahan saya dan berusaha untuk memperbaiki. Saya akui bahwa beasiswa tersebut merupakan beasiswa yang sangat sulit untuk mencapainya karena hanya satu mahasiswa dari tiap negara yang mendapatkan beasiswa tersebut. Usaha saya pun tidak berakhir sampai di sini, saya pun mencoba untuk merivisi esay saya, meminta tanda tangan kepada dosen dan profesor bahasa arab saya. Tidak hanya usaha saja yang saya lakukan untuk mendapatkan beasiswa ini, doa pun saya panjatkan kepada ilahi Robbi yang Maha Mengusai Kehendak.

Bulan Mei saya kirimkan semua berkas-berkas sebagai syarat untuk mendapatkan beasiswa ini, “ Bismillah” kata inilah yang saya ucapkan sebelum mengirimkan berkas ini ke Maroko. Hari berganti hari, saya tidak pernah lupa untuk memanjatkan doa kepada Khaliq atas nikmat-Nya.

Bulan agustus pun tiba, saya pun berusaha untuk melihat website Qalam wa Lawh. Segala puji bagi Allah, “man jadda wajada” akhirnya namaku terpampang untuk mendapatkan beasiswa ini, Allah mengizinkanku untuk belajar bahasa Arab secara mendalam di negara seribu benteng ini. Tak lupa ku bersujud syukur atas nikmat-Nya dan dikabulkannya doaku.

Kehidupan tidak berjalan mulus seperti apa yang saya inginkan, berbagai masalah pun saya lalui dan hadapi mulai dari kendala dana untuk keberangkatan karena pihak lembaga tidak menanggungnya, pihak lembaga hanya menanggung biaya sekolah dan apartemen karena biaya sekolah dan apartemen pun untuk 3 bulan lumayan banyak sekitar Rp. 54.000.000. kendala utama yang hadapi adalah lamanya konfirmasi dari pihak lembaga ini, konfirmasi ulang untuk sebuah kepastian bahwa saya berhak mendapatkan akomodasi ketika saya belajar di Maroko. saya berusaha mengirimkan email ke lembaga ini, selain itu saya juga mengirimkan pesan melalui facebook sebanyak 12 kali namun lembaga ini tidak memberikan respon sama sekali. Inilah kendala yang membuat hati saya bimbang apakah saya harus melanjutkan beasiswa saya atau mengikuti program ppl yang akan di mulai bulan yang akan datang. Akhirnya saya memutuskan untuk menelepon pihak lembaga dengan berbahasa Arab, mereka berbicara sangat cepat namun akhirnya saya memahami perkataan mereka.

Keeseokan harinya mereka mengirimkan email kepada saya untuk konfirmasi lanjut. Dan saya memutuskan untuk melanjutkan beasiswa ini. Kuliah pun saya tunda satu semester untuk mengikuti program ini dan pastinya wisuda saya pun tertunda satu semeseter but “ life is choice” pilihan yaa pilihan, seseorang dalam dunia ini pasti akan menghadapi dua pilihan. Ini adalah pilihan saya “ saya akan melanjutkan beasiswa ini walaupun akan tertunda wisuda saya namun pengalaman yang saya dapatkan di Maroko tidak mungkin yang bisa di dapatkan oleh orang lain”. Dengan semangat saya berusaha untuk mencari dana ke sana-kemari, bolak-balik kampus berharap kampus membantu saya, pergi ke berbagai lembaga dan pergi ke pusat pemerintahan dan saya lakukan hal itu sendiri karena saya tahu bahwa di negeri Maroko pun saya juga akan sendiri jadi ini merupakan latihan bagi saya untuk mengerjakan semuanya sendiri. Dan akhirnya Allah pun membuka jalan bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh. Dengan tekad yang kuat saya pun berangkat ke negeri Maroko sendiri, tidak ada teman, tidak ada keluarga yang menemani dan ibu saya pun khawatir akan keberangkatan saya tetapi saya meyakinkan ibu saya bahwa Allah akan menjaga saya dimanpun saya berada karena yang saya lakukan adalah mencari ilmu dan Allah sudah berjanji dalam Al-qur’an bahwa Allah memuliakan orang-orang penuntut ilmu. Alhamdulillah saya pun sampai di negri yang indah dengan selamat ini berkat rahmat-Nya yang amat luas.

“Yakinlah bahwa Allah mengabulkan do’a bagi hambanya yang bersungguh-sungguh, Sesungguhnya janji Allah itu benar dan tidak pernah ingkar, man jadda wa jada”.

3 Komentar di Posting “Annisa Sapta Dewi: “Jika Ada Kemauan maka Ada Jalan”

  1. Saya masih ingat pidato Prof.M.Nuh (mantan Mendikbud) kalau ada sekolah “baik” namun mahal,haram hukumnya kalau tidak menerima penduduk sekitar yang miskin. Saat ini aturan RI (Dikti), orang yang seusia saya (50 th) baru semangat ingin kuliah S3 di luar negeri, namun tidak difasilitasi, ini kan sama dengan diskriminasi…Mudah-mudahan Pemerintah Indonesia menjadi lebih baik

  2. mba niiisaaa.. baguss tulisannya, semoga apa-apa yan di dapatkan di maroko bermanfaat dan dapat banyak berkontribusi di depan khalayak umum.. peluk sayang dr negri seribu benteng

Leave a Reply to Febriana Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>