Dibaca: 3,507 kali    Komentar: Belum Ada  

Kiki Riya Rizki Astuti: “MERAIH MIMPI PENERIMA BEASISWA UNGGULAN UNTAG BANYUWANGI”

PhotoKamu_kiki fotoPerkenalkan nama saya Kiki Riya Rizki Astuti, saya anak pertama yang terlahir di Banyuwangi, 17 Juni 1992 silam. Setelah lulus sekolah menengah kejuruan di Ambon pada tahun 2010, kuputuskan pada tahun 2011 mendaftar kuliah di Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi Yogyakarta. Alhamdulillah, aku diterima di jurusan pertanian program studi Agroteknologi UNTAG Banyuwangi. Masa masa perjuangan meraih mimpi ibunda pun dimulai.

Setelah lulus SMK pada tahun 2010 dengan nilai yang cukup, saya putuskan untuk berhenti sejenak hingga bisa mendapatkan biaya kuliah demi persiapan meraih mimpi selanjutnya : meraih beasiswa S1. Sosok ibunda yang selalu mendampingi dengan dukungan moril dan spiritual as always she does dalam merestui perjuanganku dari kota Ambon tercinta.

Pertama kali di jenjang S1, kuterima beasiswa Unggulan pada tahun 2011 dengan menggunakan sebuah ijazah SMK Perikanan di Ambon. Sungguh tak pernah terbayangkan dari ribuan orang yang mendaftarkan untuk bisa mendapatkan Beasiswa Unggulan dan saya adalah salah satu penerima Beasiswa Unggulan tersebut. Saya akhirnya sampai di titik mimpi yang hebat ini.

Saat ini status saya adalah seorang mahasiswa sarjana (S1) Jurusan Pertanian Program studi Agroteknologi di Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi. Pada kondisi serba terbatas dan jauh dari orangtua , aku berjuang untuk mencari kesempatan melanjutkan sekolah di jenjang S1, sampai akhirnya aku diterima di Fakultas Pertanian Program Studi Agroteknologi UNTAG Banyuwangi pada tahun 2011, puji syukur kehadirat Allah SWT. Saya memperoleh Beasiswa Unggulan dari DIKTI dengan prasyarat nilai UAN yang cukup dan bisa bersekolah S1 dengan beasiswa tersebut.

Kuputuskan untuk terus mendalami ilmu pertanian program studi Agroteknologi yang sudah menjadi konsentrasi minatku semenjak duduk di bangku kuliah. Namun demikian, usahaku untuk membuat mimpi ibu tercapai semakin indah tak berhenti hingga titik itu. Pada tahun 2011, saya dinyatakan lolos bersama teman – teman mahasiswa Program Studi Agroteknologi UNTAG. Kuingat detik-detik pesan ibuku yang berada di Ambon akan niat bisa melanjutkan sekolah. Kebanggaan terpancar dari mata ibu disertai dengan senyum bahagia beliau. Akan kulanjutkan lagi perjuangan ini, demikian tekadku untuk menjawab mimpi-mimpi beliau. Sayang, karena program studi Sarjana S1 yang saya tekuni ini tidak sesuai dengan jurusanku saat waktu masih Sekolah Menengah Kejuruan. Namun tak membuatku menggurungkan niatku mengejar cita-cita dapat bersekolah lebih tinggi. “Tapi saya tidak mau patah semangat, bagiku seribu jalan menuju Roma, seribu jalan menuju mimpi kita !”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>